Dalam Bahasa India, PK (Phi Kei) disebut untuk orang yang sedang mabuk atau tidak sadar. Jadi ceritanya, si Aamir Khan yang berasal dari planet lain selain Bumi ini terlihat sedang mabuk. Karena mempertanyakan tentang Tuhan yang dia cari, untuk membantunya menemukan remote yang hilang dicuri manusia.

Dan akhirnya, setelah 4 minggu kayaknya nongkrong di bioskop, saya bisa nonton dong wekekek. Bayangin aja, dari saya sebelum berangkat ke Jepang, balik lagi, dan 2 minggu kemudian ternyata masih terpampang ganteng si Aamir Khan minta ditonton coba. Well saya yang ngakunya fans dia semenjak saya SMP (iya saya suka India, kenafaa :p ) ngga lengkap kalo ngga nonton kegantengannya film fenomenalnya ini.

Awalnya saya rajin banget lihat trailer, pembuatan, dan storyline film ini yang bikin tambah mupeng. Tapi sepertinya sedikit banyak ngga terlalu banyak kejutan ya. Agak datar, karena yang saya tau sih dengan durasi hampir 3 jam, rata-rata film India yang bagus bakalan bikin naik turun emosi. Perasaan kemarin ya agak so-so gitu. Mungkin karena temanya agama kali ya yang sudah banyak dijadikan isu di beberapa novel atau film-film jadi ngga begitu aneh lagi.

Sinopsis

Mempertanyakan Tuhan ini bukannya tanpa sebab. Kisah dimulai saat alien ganteng orang India bertubuh six pack dan naked >.< (ampun lost focus), yang ngga punya nama datang ke Bumi karena akan melakukan penelitian tentang planet lain. Itu beneran naked karena satu-satunya yang menempel di tubuhnya adalah remote untuk komunikasi dengan pesawat luar angkasanya. Tapi pada saat dia sampai di bumi, langsung bertemu orang bumi yang tamak dan mencuri remotenya ini.

Kesedihan dimulai, karena alien  seksi ini ngga bisa pulang dan berusaha mencari remotenya. Dan sepanjang perjalanan pencariannya, semua orang selalu bilang “hanya Tuhan yang tahu dimana remote kamu itu”. Begitulah kira-kira. Dan sebagai alien yang bahkan awalnya ngga bisa berbahasa Hindi, diapun bingung siapa dan apa si Tuhan ini.

PK Theatrical Poster” by Source (WP:NFCC#4). Licensed under Fair use via Wikipedia.

Dalam pencarian Tuhan, si alien ini bahkan menyebarkan selebaran yang isinya adalah TUHAN HILANG dan dicari. Dan foto Tuhan yang dia cari pun beraneka ragam sesuai dengan banyaknya agama yang ada di India itu. Di saat menyebarkan itulah dia bertemu gadis cantik Jaggu, seorang reporter patah hati yang dikhianati oleh pacarnya yang beda agama. Melihat lucu dan anehnya si alien ini, Jaggu mengikutinya berharap dapat cerita menarik dibandingkan berita ngga jelas tentang anjing yang hobinya bunuh diri itu wekekek.

Namun ternyata, mendengarkan si alien ini yang selalu disebut PK (Phi Kei – orang mabuk) oleh para polisi karena sering keluar masuk penjara, menjadi semacam cerita aneh buat Jaggu. Lebih kepada cerita orang yang ngelindur karena memang si PK menceritakan hal-hal yang bisa dianggap gila. Semacam, bagaimana dia datang dengan tidak berpakaian dan menceritakan dancing car yang menyediakan baju serta uang gratis. Atau bagaimana dia harus memegang tangan seorang wanita selama 6 jam hanya untuk mengcopy bahasa India dan menjadi semacam usb data. Dan pada akhirnya, menceritakan perjalanan pencarian Tuhannya.

Awalnya, pertanyaan yang datang adalah siapa itu Tuhan? Kenapa dia bisa membantu menemukan remote yang dia cari? Kenapa semua orang bilang hanya Tuhan yang tau?. Tapi ternyata menemukan Tuhan yang tepat yang benar-benar bisa membantunya tidak mudah. Ada banyak sekali Tuhan dalam bentuk berbagai versi sesuai kepercayaan orang-orang. Secara khusus ada Kristen, Hindu, Islam, dan beberapa agama yang ada di India. Untuk menemukan Tuhan yang tepat, dia akhirnya memutuskan untuk mencoba dan mempelajari semua agama. Mengikuti semua ritual dan hal-hal yang ada di setiap agama. Sampai tiba waktunya dia merasa putus asa karena tidak kunjung bertemu Tuhan yang dia cari. Dan merasa tidak akan pernah bisa pulang.

Akhirnya karena sesuatu hal, Jaggu bisa percaya kalau PK adalah seorang alien dan membantunya untuk menemukan remote yang dicari. Yang ternyata remote ini ada pada pemuka agama terkenal yang memiliki jamaah yang jumlahnya cukup besar, dan mengaku bahwa remote itu adalah pemberian Tuhan. Jadilah Jaggu menyiapkan sebuah rencana yang cukup besar untuk mendapatkan remote itu dengan konsep unik yaitu wrong number. Sayangnya saat proses sedang berjalan, PK harus mengalami kesedihan mendalam akibat ledakan di kereta yang membunuh orang yang mencuri remote dan orang yang menolongnya.

Review

Baiklah, saya terdistraksi dengan kegantengan Aamir Khan dengan bodynya yang hadeuuhh susah diceritakan wkwkwk. Walaupun tampil dengan dandanan alis aneh dan kuping yang terlihat caplang pun masih kelihatan banget gantengnya *teteup yang dibahas ini. Anushka Sharma pemeran Jaggu juga cantik, tapi saya ngga begitu suka dandanan rambut dia di film ini karena aslinya cantik banget dengan rambut panjang. Eh ada juga si ganteng Sushant Singh Rajput yang juga berperan sebagai Sarfaraz Yousuf, pacar Jaggu yang seorang muslim dan ternyata sama sekali tidak mengkhianati Jaggu. Ini apa sih, saya malah bahas yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng wkwkwk.

Tema yang ngga aneh sebetulnya buat penggemar kontroversi agama, terutama mungkin buat saya. Tapi tetap bisa dinikmati bagaimana pertanyaan yang muncul dari PK itu seperti jaman kita kecil yang mempertanyakan apakah Tuhan kelihatan, buat apa puasa, semacam itulah. Yang saya rasa, pasti kita sudah melalui pertanyaan besar mengenai Ketuhanan itu kan.

Yang menarik yang bisa saya ambil disini adalah, kita terlahir tidak dengan label agama apapun. Jadi masalah kepercayaan tentu saja sudah menjadi suatu keyakinan masing-masing yang tidak bisa diganggu gugat. Dan akan ada banyak hal yang mempengaruhi kepercayaan itu. Di sinilah terjadi wrong number, yang harusnya disadari para pemeluk agama apabila terjadi suatu penyimpangan logika yang sewajarnya tidak ada di agama manapun.

Saya bukan kritikus film sih, cuma penikmat film. Jadi apapun filmnya saya hanya akan menikmatinya saja tanpa harus capek-capek komplen hehehe. Dan buat saya yang penting adalah kegantengan Aamir Khan no matter what filmnya wkwkwk *teutep.