Apa yang ada dipikiran kita atau bahkan saya saat mendengar kata hukum? Buat saya, hukum ini adalah momok yang menakutkan bahkan harus dihindari. Walaupun orang tua saya, bahkan kedua adik saya belajar hukum, namun tidak membuat saya ingin mengenal hukum lebih jauh. Berbagai macam problema hukum bahkan yang dialami oleh beberapa kerabat saya, hanya membuat saya semakin antipati terhadap hukum.

Dan apa yang saya lakukan untuk tetap jauh terhadap masalah hukum adalah mentaatinya. Berusaha sekuat tenaga berada dalam norma hukum yang berlaku dan taat seperti yang diajarkan di pelajaran sekolah dulu. Tapi ternyata, sedikitpun kita tidak mampu lepas dari hukum. Bukan hanya persoalan, tapi kehidupan sehari-hari kita itu sangat dekat dengan hukum.

Seperti misalnya hukum jual beli di pasar, mentaati lampu merah, atau semudah mentaati aturan tertulis yang ada di Commuter Line. Semua erat hubungannya dengan hukum. Mau tidak mau, karena ada di kehidupan sehari-hari, mulailah saya memperhatikan mengenai hukum ini yang buat sebagian orang terasa berat.

Hukum dalam Bentuk Manusia

Dalam bayangan saya, saya tidak pernah menerjemahkan hukum dalam hal yang sederhana. Semua begitu rumit dan banyak sekali yang tidak saya pahami. Selain karena memang memiliki kelemahan dalam menghapal dan mengerti tulisan padat, saya lebih mudah menyerap hal yang berbau analitis.

Seperti misalnya apabila hukum adalah manusia, akan seperti apakah bentuknya. Beberapa teman menerjemahkan hukum, sebagai bapak tua yang berpakaian rapi dan kelihatan tegas. Yang lainnya adalah seorang wanita dengan keangkuhannya.

Buat saya, karena tidak memiliki persepsi pribadi mengenai hukum, saya selalu menganggap hukum adalah seperti yang dilambangkan oleh hukum itu sendiri. Mungkin pernah melihat seorang perempuan cantik dengan figure yang menawan, tapi matanya ditutup, dan membawa sebuah timbangan. Yang dikenal dengan Lady Justice.

Hukum dalam bentuk itulah yang selalu ada di benak saya. Yaitu hukum akan selalu adil. Tidak memandang Agama, Suku Bangsa, Ras, dan apapun yang berbeda, semua akan sama di mata hukum. Keadilan hukum yang akan menjadi pembenaran untuk yang benar dan salah untuk yang salah.

Belajar Hukum di Hukum Online

Sependek pengetahuan saya mengenai hukum, biasanya saya akan mencari lebih banyak untuk mengenal hukum lebih jauh. Terutama isu-isu terkini yang banyak dibahas. Selain suka sekali dengan tweet dari Prof Yusril Ihza Mahendra yang membahas tentang hukum, saya kadang berkunjung ke situs Hukum Online.

Hukum OnlineΒ adalah satu-satunya portal yang membahas lengkap mengenai isu-isu hukum yang ada di Indonesia. Untuk masyarakat awam seperti saya, portal ini mampu memberikan pandangan tentang hukum secara luas. Mulai dari aturan hukum yang berlaku di Indonesia, klinik konsultasi mengenai hukum, sampai isu terkini yang akan menjadi informasi penting untuk pemahaman lebih lanjut.

Selain ada Hukum Online, Hukumpedia juga menjadi rujukan saya untuk mencari berita ringan dan tulisan tentang hukum. Tulisan di Hukumpedia ini kebanyakan memang ditulis oleh orang yang memiliki latar belakang hukum dan memiliki opini pribadi. Ceritanya dikisahkan ringan dan mampu dipahami oleh orang awam sekalipun. Walaupun begitu, tidak hanya tentang hukum saja yang selalu dibahas. Berbagai topik hangat juga ada di sini. Sehingga, buat saya hukum bukan lagi sesuatu yang dirasa berat. Eh jadinya saya melek hukum banget nih ^^.