Perempuan sudah pasti tidak dapat dipisahkan dari yang namanya kecantikan. Apalagi di hari spesial, hari bahagia, yaitu saat pernikahan. Saya yang memiliki orang tua berdarah Jawa, ditambah keluarga calon yang juga Jawa banget. Mewajibkan sebuah pernikahan dengan Adat Jawa yang kental.

Untuk yang belum tau, dalam Adat Jawa itu semua tahapan pernikahan penuh degan filosofi dan makna mendalam. Mulai dari lamaran, pengajian, pasang bleketepe, siraman, midodareni, sampai akad nikah, dan upacara setelah akad. Panjang prosesnya dan cukup melelahkan. Semua saling berkaitan dan tidak boleh ada yang terlewat.

siramanDi antara prosesi itu semua, ada hal yang penting buat saya. Yaitu riasan make-up. Maunya dengan kegiatan yang padat dan rangkaian acara yang terus-menerus inginnya tetap kelihatan cantik dan segar kan. Apalagi ada istilah manglingi, sebuah istilah pengantin wanita yang memiliki kecantikan berbeda dari keseharian.

Di tahun 2007, mencari perias pengantin Adat Jawa tidak semudah sekarang. Jaman itu, era media social baru saja dimulai dan belum berkembang seperti sekarang. Sangat susah mencari referensi perias bagus dari internet. Dan kebayang ngga bagaimana beruntungnya saya bisa menemukan perias persis yang saya mau?

Jadi ceritanya, saya sedang datang ke pesta pernikahan salah satu kolega orang tua saya. Saat itu, pestanya sendiri diadakan di JHCC dengan Adat Jawa. Begitu saya lihat pengantin perempuannya, aduh luar biasa cantik dan riasannya sangat halus. Klasik dan cantik. Sangat menyesuaikan dengan tipe wajah dan paesnya terlihat rapi. Saya sampai terpesona sekali saat itu dan berbisik kepada ibu saya, “Bu, saya mau dong kalo nikah nanti pakai riasan dan perias yang sama”.

Dan beberapa tahun berlalu, tibalah saat saya menyelenggarakan pesta pernikahan sendiri. Saya pun lupa dengan keinginan mencari perias Adat Jawa yang saya impikan. Dan hal tak terduga terjadi saat sedang membooking Gedung Puri Ardhya Garini di Halim.

Saya bertemu dengan seorang bapak yang medok berbahasa Jawa dan menyodorkan sebuah kartu nama. Waktu itu saya masih bingung mencari vendor make-up dan sebagainya, jadi kurang begitu perhatian akan tetapi tetap menyimpan kartu nama yang diberikan. Setelah itu sibuk mengumpulkan brosur yang disediakan di ruang sekretariat. Duh, kenapa saya jadi merasa jadul banget dengan adanya brosur-brosur hehehe.

Setelah berpusing ria mencari vendor yang cocok untuk make-up dengan membolak-balik berbagai macam brosur, saya belum menemukan yang cocok dan pas. Karena yang dibutuhkan tentunya perias penganten sekaligus dukun manten. Artinya harus bisa njawani sekali dan paham adat istiadat Jawa. Dan ini berisiko sekali kalau salah memilih.

akadnikahAkhirnya setengah putus asa, saya dan calon mertua memutuskan untuk datang ke sebuah griya yang alamatnya diberikan oleh bapak tersebut. Saat tiba, saya dan mertua yang langsung terpesona. Karena griya tersebut sangat kental nuansa jawanya. Mulai dari pagar dan saat memasuki setiap bagian rumah. “Wah cocok nih”, pikir saya dan mertua.

Setelah mengobrol sana sini dengan ibu perias serta melihat hasilnya, saya dan mertua langsung merasa cocok saat itu juga. Kemudian langsung membooking beliau untuk satu tahun ke depan, iya setahun hehehe. Saat sudah selesai dan cocok dengan harga, akhirnya pembahasan menyangkut latar belakang orang tua dan ternyata…

Ibu ini adalah perias yang merias pengantin cantik saat di JHCC dulu itu. Saya sampai kaget dan teringat kalau saya memang menginginkan beliau untuk mendandani saya di hari pernikahan. Astaga, saya sampai tidak percaya. Padahal sumpah, di awal saya merasa under estimate dengan griya ini. Karena tidak ada brosur saat diminta dan pencarian di internet tidak terlalu banyak hasilnya seperti sekarang.

Iya jaman dulu rasanya kalau ngga punya brosur itu, rasanya kurang menyakinkan. Padahal ketiadaan brosur dikarenakan ibu perias griya sangat eksklusif sekali dan hanya dikenal oleh kalangan tertentu saja. Wah kalau saya ingat lagi, saya udah ketawa aja sama suami. Lah jadul banget rasanya.

Menemukan Vendor Make Up Artist Secara Online

Kalau sekarang ini, dengan kemudahan akses internet. Hal lucu yang saya lakukan di jaman dulu untuk menemukan vendor, harusnya tidak terjadi lagi ya. Kita bisa menemukan berbagai macam vendor pernikahan secara online. Mulai dari kartu undangan, catering, photographer, gedung pernikahan, souvenir, kebaya, sampai make up artist. Apalagi dengan hasil visual yang apik di internet, kita bisa langsung melihat hasil kerja dari vendor tersebut.

Belakangan nih, saya lagi suka iseng mengklik iklan yang hampir setiap hari muncul di social media atau pun banner ads dari sebuah website wedding. Iklannya cantik-cantik karena memuat photo pengantin yang sangat eye-catching. Begitu saya klik, ternyata lari ke sebuah situs Directory dan Marketplace untuk wedding dengan nama situs Bridestory.

Wow, saya langsung kaya seneng gitu. Padahal jaman nikah aja udah lewat ya hehehe. Dan langsung nyesel banget, kalau saja dulu ada Bridestory. Tentunya pemilihan vendor akan lebih mudah dan praktis. Saya ngga perlu repot kesana kemari mengumpulkan brosur dan bisa langsung mengontak vendor yang kira-kira cocok untuk pernikahan impian saya.

Untuk kategori make-up artistnya sendiri, portfolionya cantik-cantik. Dan sepertinya untuk make-up tradisional Adat Jawa yang saya lakoni itu, salah satu vendor yang cocok adalah Sanggar Miarosa. Ini bisa buat referensi pilihan make-up untuk pernikahan tradisional loh. Pilihan lainnya pun banyak. Kalau ngga mau tradisional, modern juga tentunya ada. Asiknya kita bisa langsung menyimpan vendornya, mengirim pesan, bahkan bisa tanya harga. Jadi bisa menentukan apakah sudah sesuai dengan budget.

bridestory

Nah, semudah itu kan mencari vendor make-up artist jaman sekarang. Lebih efisien, praktis, dan langsung bisa menemukan yang dicari. Wah kalau saya menikah jaman-jaman sekarang, ya pasti akan menggunakan fitur dari Bridestory untuk mencari yang cocok. Tentunya akan sangat menginspirasi pesta pernikahan saya, menjadi sumber yang cocok untuk menemukan berbagai vendor, dan terpercaya karena dilengkapi dengan review. Pastinya saya bakal merekomendasikan ke orang-orang terdekat deh. Ke yang jomblo juga sih *eh.