Akhirnyaaa, drama Visa Australia bisa berakhir wekekek. Jadi kan ceritanya, di bulan Juli besok, saya dan dua anak saya plus ibu dan dua adek (walah banyak), mau main ke Australia buat nengokin adek (saya yang laen *banyak yah adeknya*) sekaligus jalan jalan. Rame ajah karena total ada 6 orang yang pergi. Ya maklum, saya ngga bisa pergi klo ngga bawa anak-anak, trus ibu saya juga kepengen jalan jalan, ditambah dua adek saya yang masih kuliah sama mupengnya buat liburan ke Ausi.

Yang selalu bikin was-was kalo liburan ke luar negeri itu dari dulu adalah Visa. Setelah sakses melewati proses Visa Korea dan aman damai sentosa pake waiver ke Jepang, akhirnya memberanikan diri lah untuk mengadu peruntungan mencoba apply visa Australia. Seperti selalu yang saya lakukan, browsing adalah koentji utama gimana bisa berhasil hahaha. Maksudnya, banyak banyak cari informasi dan membaca sedetail mungkin hal-hal kecil jangan sampe kelewat. Saya paling takut kalau visa ditolak walopun amit amit jangan sampe kejadian, jadinya akan well prepared dengan seksama dan sejelas-jelasnya.

*30 menit kemudian*

Lalu pusing baca tulisan orang tentang aplikasi yang kudu diprint banyak dan isian yang buanyak juga. Duh susahnya jadi WNI yang pengen ke negara orang yah. Kita kudu siapin dokumen segabruk, lah orang luar cuman datang petantang petenteng padahal ngga punya duit trus tinggal VOA aja dah. Ujian ngga sampai di situ, dokumen ngga hanya kudu disiapin tapi juga approval-able alias banyak ina inu di dalam dokumen yang harus memenuhi syarat mereka.

Bikin Visa Australia Secara Online

Thank God, ada grup Backpacker Internastinal di Facebook yang secara tak sengaja tapi mungkin memang sudah takdir, pas banget ada yang nge-share cara bikin visa australia secara online. Wait, online? *pikir saya*. Yang sudah-sudah, yang saya tahu kalo bikin visa australia harus melalui VFS yang ada di Kuningan City. Bahkan tadinya sudah siapin jadwal kapan mau ke sana dan merepotkan diri mau numpang ngeprint isian formulir di kantor. Karena saya ngerasanya, beneran bisa ngga yah? Valid ngga yah? dan segala kekhawatiran.

Setelah baca-baca lagi pengalaman yang lain, ternyata memang bisa dan rata-rata hanya jadi dalam sehari. Kalau hanya apply sendirian, rasanya memang mudah prosesnya asalkan duit semua dokumennya lengkap. Tapi saya kan berenam nih, alias peer banget jangan sampe ada yang kelewat. Walaupun begitu, ngga menciutkan nyali saya kok buat apply secara online wekekek.

First thing first, kalau mau apply visa apapun, saran saya adalah jangan muefettt. Ambil jarak terjauh dari masa berlakunya visa. Nah kalau visa australia ini masih misteri. Ada yang dapetnya 3 bulan ajah, 1 tahun, sampe mungkin 5 tahun juga ada. Pokoknya bervariasi. Tapi yang pasti, nanti di form akan ada isian kapan rencana bepergian, jadi biasanya disesuaikan juga. Paling tidak, harus 3 bulan sebelumnya supaya ngga was-was dan masih bisa pesen tiket harga yang muree. Oia pastikan juga kalo paspornya masih berlaku ya, karena kalau 6 bulan lagi mau expired sudah dipastikan bakal ditolak jeung.

Paspor baru? Ngga masyalah. Karena paspor ibu saya juga baru diperpanjang dan lupa minta paspor lama, jadinya pas upload juga history perjalanannya kosong. Tapi alhamdulillah ngga masalah karena punya duit yang banyak dan tetap lolos kok. Oia ngga harus e-paspor ya. Kelima anggota keluarga lainnya memang e-paspor demi bisa ngga ribet ke Jepang dan ibu saya pakai paspor biasa.

Visa Australia Untuk Keluarga

Kenapa keluarga? Kebanyakan yang ditulis oleh blogger rata-rata single, nah kali ini biar nambah pengalaman, saya akan nulis yang bagian family. Ngga tanggung-tanggung yah, 6 orang sahaja yang ikutan. 6 orang ini, dibagi lagi menjadi 2 bagian tapi satu group. Jadi saat apply, kita harus buat group dulu *nanti saya jelasin di bawah. Kenapa 2 bagian? karena ada dua kartu keluarga yang berbeda. Lalu untuk masalah keuangannya juga berbeda. Dua anak saya pakai data keuangan saya, dua adik saya pakai data keuangan ibu saya.

Setiap anggota keluarga HARUS mengisi data, baik anak kecil atau besar. Makanya nanti yang mengidentifikasi bahwa kita satu keluarga yang bepergian bareng adalah Nomor Grup yang kita buat namanya sesuka hati kita. Sama nanti ada dokumen group list yang berisi nama anggota yang ikutan dalam satu grup.

Jadi pastikan setiap anggota keluarga itu dokumennya sangat lengkap karena kalau satu aja beda dan ngga ada, ya wassalam dah. Seperti misalnya, dua anak saya sempat ada assesment tambahan dengan mengupload data dan form, yang saya pikir malah ngga perlu. Tapi setelah saya lengkapi, alhamdulillah keduanya selamat sampai tujuan.

visa-australia

Saya bahkan saking kurang kerjaannya, bikin folder sendiri bernama Visa Australia lalu subfoldernya adalah nama para anggota keluarga. Lalu, saya isi dengan semua scan dokumen mereka masing-masing. Oia, untuk yang isi data secara online, saran saya cukup satu aja dengan satu email jadi semua bisa terkontrol. Lagipula, alasan saya yang  ngisi karena saya doang yang ngerti caranya wkwkwk.

Dokumen Yang Diperlukan

Yang ribet untuk membuat visa itu dimana mana adalah dokumen. Terutama yang menyangkut data keuangan. Duh segitu amatnya ya jadi WNI, kalo ngga punya duit ngga bole keluar negeri kali yak. Takut dikira mau stay di sana dan cari kerja, padahal mereka ngga tau, sesusah-susahnya di Indonesia masih lebih enak karena ada gado-gado dan gorengan.

Nah, sebelum mulai mengisi secara online, ada baeknya dipersiapkan dulu dokumennya supaya tidak menunggu lama. Semua dokumen ini harus discan dengan minimal 300dpi biar jelas dan ngga burem. Semakin banyak dokumen yang dilampirkan, menurut saya kesempatannya semakin besar sih ya. Apalagi kalau mau bepergian secara grup.

Apakah perlu di-translate dulu? Saya ngga ada satupun yang di-translate. Semua masih aslinya. Setau saya, kalau di-translate itu yang butuh ijin tinggal lebih lama. Seperti adek saya yang memang visanya untuk belajar dan bekerja paruh waktu. Jadi yah, ngga perlu repot-repot yak. Yang pasti kalau ada surat keterangan, harus berbahasa Inggris.

Oia nanti di isian dokumen, ada yang harus ada dan ada yang direkomendasikan. Saran saya, semua sebaiknya di-upload. Walaupun kesannya hanya seperti tambahan, tapi ternyata ngaruh banget terutama dokumen tambahan yang diperlukan untuk anak saya. Tadinya saya pikir ngga perlu upload karena ngga required, tapi ternyata tetap diminta juga. Daripada bolak balik, mending semua dipenuhi aja.

Nah, list dokumennya apa saja nih untuk mengajukan Visa Australia, yukk cek duluu atu-atu:

  1. Photo ukuran passport. Untuk photo, saya hanya mengambil pakai kamera hape, di dinding putih depan rumah dengan cahaya cukup. Lalu crop jadi dengan skala 3:4 dengan photo editing yang lagi lagi di hape. Ngga modal amat yak wkwkwk. Saya bahkan masih pakai photo lama jaman lamaran kerja yang mudah-mudahan mukanya masih dianggap sama. Jadi photo ini ngga harus ke tukang photo digital atau photobox. Sangat dilarang pakai photo selfie, wefie, apalagi dengan editan segala macam. Pliss, kita mau minta ijin ke negara orang, bukan mau audisi Indonesia Idol.
  2. Kartu keluarga. Yang saya lampirkan ini adalah scan photocopy KK, ngga asli dan ngga translate juga. Karena yang asli ngga tau juntrungannya ampe sekarang setelah perpanjang paspor anak anak saya huhuhu. Tapi jadinya tetap ngga masalah ya. Seperti tadi yang saya bilang, ada 2 bagian keluarga. Jadi bagian saya dan anak-anak memakai KK yang sama, ibu dan dua adek saya memakai KK mereka. Pastikan namanya memang tercantum di dalam KK ini.
  3. Paspor. Scan semua bagian paspor, dari mulai yang ada data nama, nomor passport, dsb-nya itu. Lalu scan juga data tambahan kalau ada, kalau kasus saya ada tambahan nama karena nama saya panjang bener. Jangan lupa juga untuk scan riwayat perjalanan yang lalu-lalu. Paspornya masih baru? Ya tetep aja scan halaman yang masih kosong ya, karena ini termasuk required document. Kalau ngga diisi ngga bakal bisa. Bikin 2 dokumen ya, yang satu data passport dan yang satu lagi riwayat penggunaan passport. Karena ini di-upload di tempat yang berbeda.
  4. KTP atau yang disebut National Identity Document. Catet ya, ngga harus E-KTP yang menyebalkan itu. Yang penting, nomor KTP sama dengan yang ada di KK. Kalau anak-anak gimana? Ngga perlu upload KTP karena pada saat isian online, ada pertanyaan apakah Anda memiliki KTP? Kalau dijawab tidak dan masih di bawah umur 17, sepertinya form upload tidak muncul.
  5. Surat Keterangan Kerja. Surat ini hanya untuk yang bekerja dan formatnya sama seperti apply visa korea. Jadi isinya kurang lebih: kita kerja dimana, posisinya apa, dan diijinkan bepergian sesuai tanggal yang direncanakan. Udah itu aja, jangan lupa pakai ttd si bos plus stempel perusahaan. Kalo anak-anak? Ya ngga usah diisi karena kan ngga ada dan masih sekolah wekekek. Kalo anak kuliahan? Cukup lampirkan Kartu Mahasiswa aja ngga perlu surat referensi dari kampus yang malah bikin ribed. Ibu saya yang juga masih bekerja, cukup hanya dengan melampirkan kartu Pegawai Negeri-nya saja. Jadi ngga pakai surat referensi juga. Ibu rumah tangga? Ngga perlu ya, karena nanti ada isian pekerjaan kan udah ketauan kalo ibu rumah tangga. Jadi tak diperlukan suratnya.
  6. Invitation Letter. Berhubung adek saya memang lagi kuliah master di Adelaide Australia, kampusnya berbaik hati ngebuatin invitation letter sebanyak 3 biji dengan 2 nama di setiap suratnya. Kalaupun tidak ada, sebetulnya tidak apa-apa juga. Tapi buat menyakinkan konsulat-nya sebaiknya ada surat undangan gitu. Tidak harus dari institusi resmi, dari teman yang dikenal juga ngga papa asal ngga disuruh mbayarin kan ya.
  7. Bukti keuangan = Rekening Koran + Surat Referensi Bank (+slip gaji). Ini nih yang paling penting dan krusial kayaknya. Karena sebagai turis, harus banget menunjukkan keluar masuknya uang secara proper. Jadi gini, sebetulnya ngga ketahuan persis berapa banyak uang yang harus ada di rekening. Tapi paling tidak ada pergerakan uang masuk (terutama gaji) dan pengeluaran. Tentunya dana akhir memang menentukan juga. Perhitungan yang biasa dipakai orang-orang adalah lamanya kita berada di sana dikali dengan pengeluaran perhari yang dirata-rata 1jt. Jadi kalau sepuluh hari, butuhnya 10jt++. Kalau jumlah orangnya banyak seperti saya, ya lumayan juga yak, ditambah harus beli tiket juga misalnya. Apakah diperlukan Surat Referensi Bank? Bagian saya dan dua anak saya ngga pakai, tapi bagian ibu dan dua adek saya pakai. Ini karena saya males sebenernya ke bank buat bikin. Nah pakai dan ngga pakai ternyata bisa lolos. Pun mbak-mbak yang share info apply online di grup backpacker juga tidak pakai. Jadi hanya menggunakan rekening koran (bisa dicetak di menu klikbca e-statement), scan bagian depan tabungan, dan slip gaji untuk menyamakan data di rekening. Kalau sudah menggunakan referensi, ngga perlu memakai slip gaji. Anyway, ibu saya minta referensi bank dan meminta menuliskan saldonya juga supaya lebih yakin. Berapa banyak dana yang muncul di rekening? hmm lumayan banyak juga karena memang saya sudah persiapkan jauh-jauh hari. Bahkan ada rumor juga kalau minimal adalah 50jt di rekening tapi beberapa yang lolos visa, katanya sih ada juga yang ngga segitu. Oia, saya juga tidak melampirkan surat sponsor, karena sudah ada data yang menyebutkan siapa sponsornya. Kebetulan kan masih ada ikatan keluarga. Kalau yang sponsorin tidak ada ikatan keluarga, sebaiknya dilampirkan ya surat sponsornya.
  8. SPT (jika ada). Nah ini tambahan dokumen yang saya lampirkan juga. SPT ini tadinya saya pakai juga untuk ngajuin visa korea, dan kepikiran aja upload karena ada data-data kepemilikan harta kita di Indonesia. Jadi biar lebih yakin getuh kalo kita bakal balik ke Indonesia karena memang ya punya properti di sini. Oia, cara ambil data SPT ini, tinggal login ke e-billing pajak, lalu print pdf deh setiap halamannya.
  9. Itinerary. Ini saya buat simple aja, satu halaman isinya lokasi wisata beserta tanggal. Ngga detail banget kek orang-orang. Malahan beneran sederhana banget. Saya lampirin di sini yak tapi jangan ketawa wkwkwk.
  10. Group Tour Detail. Yang ini kalau kita memang bepergian berkelompok, harus melampirkan nama-nama satu grup. Mungkin biar gampang kali ya identifikasinya dan biar barengan approvalnya. Saya juga bikinnya sederhana, hanya terdiri dari nama, nomor passport, dan tanggal lahir. Udah gitu aja.
  11. Dokumen 1229 untuk anak. Yang paling akhir dan yang paling penting kalo bawa anak-anak. Tadinya saya pikir ngga perlu karena ini bukan dokumen yang required, eh ternyata paling dibutuhkan loh karena pada akhirnya yang ngga keluar aprovalnya ya dua anak saya karena kekurangan dokumen ini. Kenapa? karena orang tua yang ikut bepergian hanya ibunya saja. Jadi saya harus punya persetujuan dari papahnya juga (atau kedua orang tua). Untuk ngedapetin format dokumennya, nanti ada di kasih linknya, di-download lalu diisi manual baru kemudian di-upload lagi. Plus kudu lampirin akte kelahiran anak, SIM/KTP kedua orang tua, dan paspor kedua orang tua juga. Kedutaan nanti mencocokkan tanda tangan di dokumen dengan tanda pengenal di SIM/KTP & Paspor. Ribet yah, yah sudahlah. Yang penting setelah saya melampirkan dokumen tambahan ini, visa kedua anak saya granted akhirnya, yeeayyy!

Alhamdulillah, semuanya lancar dan dapat 1 tahun multiple visa. Mayan lah ya daripada cuma dapet 3 bulan aja wekekek. Kalau masih belum jelas dokumen apa aja yang kudu disiapkan, saya udah buat listnya juga nih di bawah ini dan di-download.

Check List Aplikasi Visa Australia

Step by Step Bikin Visa Australia Secara Online

Untuk apply visa australia ini tidak lebih susah dari soal ujian USBN untuk anak SD. Jadi, sit back and relax, luangkan waktu yang banyak dan dokumen sudah ready to upload. Kalaupun belum siap, bisa menyusul karena aplikasi ngga akan diproses kalau dokumen belum lengkap dan belum bayar yah. Proses mengisinya juga gampang banget, karena semua data kan sudah ada di dokumen yang kita siapkan. Stepnya bagaimana?

  1. Langsung saja ke Daftar Visa Australia Online di https://online.immi.gov.au/lusc/login lalu buat 1 akun yang bisa digunakan untuk apply banyak orang. Jadi kalau perginya rame-rame, mending wakilin di satu akun dan satu email saja biar trackingnya gampang. Saat daftar, pilih yang individual ya karena kita kan bukan agen travel.
  2. Setelah verifikasi dan aktif, sudah bisa mulai mengisi data. Ingat ya, setiap orang mengisi 1 aplikasi sendiri termasuk anak-anak. Jadi kalau perginya 6 orang, ya ada 6 buah aplikasi yang diajukan. Jangan lupa kalo perginya banyak orang alias grup, isi dulu manage groupnya. Nanti setiap mengisi aplikasi, jangan lupa untuk memasukkan nama grupnya yah. visa australia
  3. Pilihan visa yang kita gunakan adalah Visitor Visa (600), kecuali perginya untuk urusan lain, tinggal disesuaikan aja dengan kebutuhannya.
  4. Tinggal isi step by stepnya dengan benar dan teliti. Karena saya bahkan butuh waktu seminggu untuk memastikan datanya sudah benar per-orangnya. Kalau salah sedikit aja, duh bisa bisa ngga lolos masuk Australia dah.
  5. Oia, tips dari saya untuk memudahkan, nanti di bagian: apakah Anda mewakili diri sendiri (kira-kira gitu kata-katanya), jawab saja iya dan masukkan email yang udah terdaftar di Immi. Karena kalau tidak, mesti buat surat kuasa pengurusan gitu dan harus upload dokumen. Tapi kalau dicentang, mewakili diri sendiri, kolom upload dokumennya tidak ada.
  6. Setelah datanya sudah yakin benar, maka akan masuk ke upload dokumen. Nah kalau sudah ready semua sesuai list di atas, jadi mudah deh. Tinggal upload satu-satu. Kalau ada dokumen tambahan, bisa dilampirkan juga supaya lebih meyakinkan.
  7. Kalau data sudah oke semua, tinggal bayar deh. Ketika kita sudah siap membayar dan pembayaran berhasil, maka prosesnya sudah dimulai. Untuk satu aplikasi, biayanya adalah AUD 140, sekitar 1,350jt. Pembayaran bisa dengan kartu kredit dan sepertinya ngga bisa transfer bank deh, saya agak lupa. Tapi praktisnya pakai CC aja.
  8. Prosesnya cepet banget, di saya dua hari sahaja. Masukin di hari rabu pagi jam 10an, jumat tepat jam 8 sudah di-email Granted Letter-nya. Malahan katanya ada yang masukin hari ini, keesokan harinya sudah Granted juga tapi dia ngga grup, sendirian sahaja. Buat saya ini praktis dan cepet banget jadi deg-degan nya ngga lama. Oia waktu anak saya membutuhkan dokumen/assesment tambahan, mereka email juga. Lalu waktu mengajukan tambahannya, saya login lagi ke Immi Account dan dua hari kemudian juga di-approve tanpa pake babibu lagi.

Gimana? Praktis kan kalo ngajuin online. Saya juga ngga nyangka akan semudah dan sepraktis ini. Cocok banget buat yang berada di luar kota, daripada harus bolak balik ke Jakarta atau make agen travel buat bantuin. Yang penting semua dokumen lengkap dan diisi formnya dengan baik dan benar. Ngga perlu lagi deh menghabiskan kertas buat isi formnya yang buanyak ituh. Met nyoba dan sakses yaa yang mau apply juga ^^.