Sudah semenjak dua tahun lalu saya mulai melakukan perjalanan lagi. Apa hal? Karena saat itu, anak-anak sudah cukup besar untuk ditinggal. Si Papah alias si penyandang dana juga cukup legowo memberikan ijin kepada istrinya, karena memahami bahwa istrinya ini memang tukang jalan semenjak muda. Soalnya udah mendarah daging banget jalan-jalan itu. Berhubung si papah orangnya sibuk banget dan ngga begitu suka jalan, saya biasanya memberanikan diri jalan sendiri. Tentunya sudah ijin dong malah dikasih sangu lagi wekekeke.

Pada waktu saya mulai merencanakan perjalanan lagi, saya memulainya dengan negara Asia, yaitu Korea. Seperti biasa, mamah muda kaya saya ini pasti hobinya nonton drama Korea dan berangan-angan bisa menjejakkan indahnya dunia drama itu. Dan di Januari 2014 memantapkan kaki. Saya melewatkan musim dingin bersalju di sana.

Di tahun yang sama, masih ingin menjelajah Asia Tenggara dan jatuh ke wilayah pantai cantik di Phuket, Thailand. Musim panas yang cerah dipadu dengan lautan berwarna hijau jadi ajang me time saya sebelum akhir tahun. Bahagianya, saat itu saya bepergian dengan Mba Nunik dan Khalida yang memang hobi juga jalan-jalan. Jadi ngga sendirian dan sukses banget punya kenangan seru di mana Iphone kecemplung di laut dan berhasil ditemukan lagi hehehe.

Januari 2015, saya memantapkan diri ke Jepang sendirian. Iya betul sendirian hehehe. Cukup berani kan untuk ukuran saya yang hanya pernah ke Korea di tahun sebelumnya. Tapi dengan modal itinerary yang kuat, pemahaman bagaimana peta kereta api dengan tracknya, membuat saya sukses pulang dengan selamat tanpa tersesat.

Next Destination

Negara yang menjadi impian saya sudah mampu saya wujudkan. Kemana lagi saya ingin memiliki pengalaman baru dan melihat warna dunia? Sempat kepikiran beberapa di kepala. Mulai dari Vietnam, Philipina, sampai India. Tapi yang saya pikirkan saat itu adalah “masa Asia lagi”. Pikiran saya beralih untuk menjejakkan kaki di Benua Australia.

Besarnya benua Australia menjadikan banyak pilihan bagian mana yang ingin dikunjungi. Ada Perth, Sidney, Brisbane, Darwin, Adelaide, dan Melbourne. Semuanya pasti jadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sempat bingung mau pilih yang mana. Apalagi kalo maskapai low cost carrier yang itu lagi promo, duh bisa seharian mikirin mau ke mana hehehe. Tapi kayaknya sekarang saya tau deh pengen ke mana.

Semenjak adek saya pulang dari Short coursenya di Queensland beberapa tahun yang lalu, saya udah kebayang pengen banget mengunjungi kawasan itu. Apalagi yang dibawain adalah oleh oleh tas dan dompet branded yang masih saya pakai sampai sekarang. Duh katanya sih di sana murah-murah. Apalagi kerjaan saya pasti belanja pas lagi di luar negeri hahaha. Tapi pasti ngga hanya tentang belanja aja kan.

Berbulan-bulan tinggal di salah satu apartemen di Brisbane, adek saya ini sukses bikin saya mupeng. Dia menceritakan bagaimana bersih, rapi, dan panasnya kota Brisbane. Belum lagi ceritanya waktu ke Gold Coast untuk membelikan Nine West pesanan saya. Trus juga dia mengunjungi theme park Movie World yang keren abis. Dan so on dan so on.

Well, maybe this time my dream will come true…

Blogger Gathering With Female Daily, Dwidaya Tour, and Australia Tourism

Sewaktu saya mendapatkan undangan untuk menghadiri blogger gathering yang berhadiah satu buah tiket ke Gold Coast, sontak saya langsung gemeteran. Ih lebay emang ya, tapi hari gini siapa yang engga mau coba wekekek. Apalagi emang kepikiran pengen ke Australia untuk perjalanan berikutnya. Yang bikin rada semacam pertanda itu, dress code birunya.

Photo by Travelerien Camera

Apa hal? saya lagi iseng cari baju berwarna biru adek saya yang cewe. Kemudian saat menemukan blazer biru, saya spontan tanya dong. “Ini beli di mana?”. Dan jawabnya sungguh menggembirakan saya. “Ini oleh-oleh mas Rama yang beli di Gold Coast”. Gila kan, ini tuh semacam sign gituuhh *hahaha *maksa *biarin. Jadilah dress code biru hari itu saya pakai blazer biru menyala.

Blogger gathering yang diadakan di hari Sabtu tanggal 19 Desember, dibuka dengan ucapan selamat datang dari Mba Affi, co-founder Female Daily. Acara hari itu isinya perempuan blogger modis semua.  Nyatanya begitu ada hadiah untuk Best Dress of The Day langsung pada ngemix-match ama blue-nya. Apalagi Female Daily sebagai beauty network terbesar di Indonesia, tentunya ngga salah ngundang blogger yang kesemuanya cantik buat mendukung pariwisatanya Australia.

Saya yakin kalau blogger cantik-cantik sekaligus influencer dikasih gratisan ke Brisbane semua, pasti langsung meningkat jumah kunjungannya hahaha. Karena kita tau kan, sebagai traveler blogger, setiap hal yang disebarkan melalui blog dan social media akan membawa pengaruh yang cukup besar. Blogger akan mampu menulis kisahnya secara detail, full experience, sampai dramanya juga ada hehehe. Makanya plis, bawa saya ke sanaaa *tsahh.

Going to Australia, Try Dwidaya Tour Package

Kalau kita taunya Dwidaya hanya untuk paket liburan, ternyata Dwidaya ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tour dan travel agent yang terbesar di Indonesia. Dengan 70 cabang di Indonesia, Dwidaya Tour melayani berbagai macam hal yang berhubungan dengan travelling. Antara lain, tiket pesawat, paket tur, MICE (corporate events), hotel, travel dokument, asuransi travel, tiket atraksi, dan service lainnya yang berhubungan.

@travelerien

Untuk paket perjalanan, seperti yang dituturkan oleh Ibu Mariana dari Dwidaya Tour, terdiri dari 3 pilihan. Yaitu Flexi, Costsaver, dan Premium. Dibagi atas tiga hal sesuai lamanya perjalanan dan fasilitas yang didapatkan. Dan tentu saja perbedaan mendasarnya adalah dari segi harga. Kita tinggal memilih sesuai jadwal libur, fasilitas yang diinginkan, dan tentu saja sesuai kantong. Apalagi kalau bawa keluarga kan.

Kalau Flexi itu sendiri, kita bisa menyesuaikan jadwal dan meminta itinerary paket perjalanan sesuai dengan tiket yang sudah kita beli. Sedangkan Costsaver adalah paket yang paling banyak dibeli, karena memungkinkan menjelajah tempat wisata dengan harga yang lebih murah dan fasilitas yang lebih nyaman. Jadwal perjalanan Costsaver sendiri terbilang rutin dan jadwalnya bisa menyesuaikan dengan waktu libur kita. Sedangkan Premier adalah paket premium perjalanan untuk pengalaman premium juga, mulai dari hotel, dinner, dan atraksi yang semuanya bakalan fancy dan tidak terlupakan.

Khusus untuk tur ke Australia khususnya Gold Coast, Dwidaya Tour menjamin bahwa kita akan mendapatkan pengalaman luar biasa dan berbeda. Kita bisa tetap travelling sesuai gaya dan minat tapi tetap terencana dan ngga bakalan travel goes wrong deh, apalagi untuk pertama kalinya ke Australia.

Memiliki 3 paket yang sesuai dengan fleksibilitas kita sebagai traveler, Dwidaya Tour selalu siap untuk mengakomodasi apapun pilihan kita. Pengen tau apa aja? Sapa tau bisa cocok kan dari pada ribet nyiapin apa-apa sendiri. Ini dia pilihannya :

[table id=2 /]

Diantara tiga paket tersebut, paket yang paling populer adalah Costsaver untuk summer holiday. Di mana kita bisa menjelajah Australia dari berbagai bagian wilayahnya, antara lain Melbourne – Phillip Island – Brisbane – Tangalooma – Gold Coast – Sydney. Ada beberapa pilihan paket untuk Costsaver ini. Tinggal pilih tanggal dan menyesuaikan budgetnya. Kalau saya, sepertinya bakal memilih Costsaver 7D Surprise Twin Cities, Gold Coast – Sydney yang harganya mulai dari Rp16.299.000 ++.

Yang paling penting dari semua itu adalah Dwidaya Tour ini juga menyediakan fasilitas sehari jadi loh Visa Australianya. Tentunya dengan kelengkapan persyaratan ya. Dan buat yang udah biasa jalan-jalan ke negara ribet visa, pasti dokumennya sudah lengkap dan siap banget buat cuss ke Australia.

I Must Go To Gold Coast Australia

Sudah jadi catatan, perjalanan saya selanjutnya adalah harus ke Australia. Tapi seperti yang saya bilang tadi, Australia itu besar dan tidak mungkin menjelajah semuanya. Jadi harus dipastikan bahwa perjalanan saya ke Australia itu berada pada tempat yang tepat dan berkesan *tsah. Dan setelah mengikuti Blogger Gathering kemarin itu, saya memantapkan untuk memilih Gold Coast di Queensland Australia. Kenapa?

Mba Suyen dari Tourism Australia menjelaskan kenapa Queensland layak menjadi pilihan saat ke Australia. Dan ini juga memantapkan pilihan saya bahwa Gold Coast akan menjadi tujuan travel saya berikutnya. Berdasarkan pemaparan Mba Suyen, inilah 7 hal kenapa saya harus pergi ke Gold Coast.

  • No Winter Outfit. Saya memang paling suka kalo lagi musim dingin. Jadinya kebanyakan cerita saya adalah tentang perjalanan musim dingin. Tapi harus diakui, mempersiapkan perjalanan musim dingin itu butuh ekstra tenaga dan ekstra bagasi hahaha. Musim panas selama 300 hari di Queensland, sukses membuat saya mupeng kalau saya bisa kapan saja pergi ke sana dan tidak perlu takut dengan berbagai macam musim. Oh yes, saya juga penyuka pantai!
  • Adrenalin Hunter. Tipikal saya yang berani jalan sendirian ke negara lain, sama beraninya dengan mencoba berbagai atraksi yang berbau adrenalin. Gold Coast tempat yang cocok untuk menjajal keberanian saya dan mendapatkan perasaan yang seru karena adrenalin memuncak. Pengen banget bisa menjajal Gold Coast Skypoint Climb dan melihat dari ketinggian 270 meter melalui 298 anak tangga. Wew *saya gemeteraann hahaha.
  • Theme Park Never Failed. Kita selalu punya sifat kekanak-kanakan walaupun berada di tubuh dewasa. Itu juga yang bikin saya betah di USS dan mencoba berkali-kali wahana yang menegangkan. Dream World dan Movie World menjadi MUST visit kalau saya ke Gold Coast. Kapan lagi bisa mencoba my dream ride The Giant Drop yang jatuh setinggi 119 meter. Dan ini hanya ada di Dream World. Wuhhuuuuu.
  • Nature from a Different Angle. Belum pernah nih saya merasakan jalan-jalan ke hutan tapi kita ngga jalan di tanahnya, tapi berada diketinggian sejajar dengan pohon-pohon tinggi. What? iya kalo di Tamborine Rainforest Skywalk, kita bisa menyusuri hutan di jembatan besinya. Aman dan nyaman tapi tentunya menyenangkan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
  • Fly With Hot Air Balloning. Saya taunya Hot Air Balloning hanya ada di Cappadocia, tapi ternyata ada juga di Gold Coast. Pengalaman ini pastinya bakal jadi yang tidak terlupakan. Kita bisa melihat sunrise dan udara segar serta menikmati pemandangan alam yang priceless. Saya pasti nyiapin Go Pro buat merekam hal luar biasa ini kalau beneran bisa kejadian hehehe.
  • Yummy Tummy. Makan tentunya ngga bisa dilewatkan. Apalagi sebagai muslim, ternyata di Australia untuk menemukan makanan halal tidaklah sulit. Ada panduan halal trip yang bisa diunduh di http://www.halaltrip.com/downloadable-halal-travel-guides/. Tapi tentunya ada banyak makanan unik yang halal juga yang bisa diicip-icip. Keseruan tasting rasa di negara berbeda itu, bisa merasakan selera yang berbeda pula dan menjajal makanan yang tidak ditemukan di Indonesia. Yang halal tentunya 🙂
  • Over Baggage is My Middle Name. Rasanya, ngga pernah saya ngga membeli bagasi kalau pulang dari jalan-jalan. Huhuhu cant helped it kalo sudah lihat barang branded murah atau barang lucu-lucu. Ngga hanya sebagai oleh-oleh aja sih, tapi memang banyak barang yang lebih murah jika dibeli di luar. Jadi saya suka banget membeli. Berhubung Gold Coast gudangnya factory outlet, pasti saya ngga akan melewatkan acara belanja di sana.

Sharing and Let Others Inspired

Postingan terpopuler di blog saya adalah tentang traveling. Semakin saya share tentang perjalanan, ternyata semakin banyak orang yang terbantu dalam merencanakan perjalanan. Saya suka sekali melakukan detail dalam tulisan sehingga pembaca blog akan mendapatkan informasi yang lengkap dan tidak setengah-setengah.

Aktivitas social media saya yang cukup aktif, ternyata dapat membantu orang lain untuk mendapatkan informasi secepatnya secara real time. And well, kalau saja saya memang punya kesempatan untuk bepergian ke Gold Coast, saya akan dengan senang hati menulisnya dan menceritakan setiap hal yang saya lakukan di sana.

Errr tapi ada wifi gratis kan ya di Gold Coast? *eh

#DwidayavisitQueensland #DwidayaXFD