Cukup kaget saya mendapati hasil tes kesehatan saya saat ada pemeriksaan gratis di acara bernuansa pink Jumat malam kemarin. Hasil kolesterol saya yang sudah mendekati ambang batas normal, mengusik saya tentang kebiasaan makan gorengan yang selalu menjadi favorit saya. Tapi sebetulnya bukan hanya kolesterol saja yang harus saya perhatikan. Ada yang lebih penting dari itu, yaitu ancaman kanker payudara yang dapat di alami oleh setiap wanita yang ternyata sangat rawan.

#Octobreast menjadi bulan khusus bagi para perempuan yang hidup dengan kanker payudara. Karena di bulan Oktober ini dicanangkan sebagai bulan peduli kanker payudara sedunia yang jatuh pada bulan Oktober. Kepedulian ini juga dilakukan oleh Garda Medika, anak perusahaan Asuransi Astra, yang mendukung acara solidaritas Jakarta Goes Pink yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Oktober 2014 besok.

Acara Jakarta Goes Pink adalah sebuah parade solidaritas dari para penderita kanker dan keluarga, dan juga orang-orang yang peduli terhadap kanker. Sesuai namanya, warna pink akan menjadi warna dominan karena melambangkan wanita. Parade ini dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Balai Kota dan akan dihadiri oleh Linda Agum Gumelar (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak), Marie Elka Pangestu (menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif), Basuk Tjahja Purnama (Wakil Gubernur DKI Jakarta), dan Veronika Basuki Tjahaja Purnama (Ketua Yayasan Kanker Indonesia – DKI Jakarta).

Dan selain acara puncak #Octobreast, Garda Medika juga menyelenggarakan A Breast Cancer Awareness Event yang di hadiri oleh para blogger. Saya sebagai wanita yang sangat membutuhkan informasi mendalam tentang kanker dan sebagai masyarakat awam tentunya merasakan bahwa acara ini saat penting. Karena sebagai yang kita ketahui, memiliki kanker merupakan suatu pukulan yang berat. Tapi ternyata ada suatu komunitas yang bisa mendukung saat-saat berat itu. Dan kita tidak perlu khawatir tentang pembiayaan kesehatan pengobatan kanker ini karena ada Garda Medika yang memberikan jaminan kesehatan melalui perusahaan yang mendaftarkan diri.

Di acara ini, pak Iwan Pranoto dari Garda Medika mengajak seluruh hadirin untuk menggunakan gelang pink yang sudah disiapkan oleh panitia, sebagai bentuk seremonial dan kepedulian teman-teman terhadap penderita kanker payudara. Dan semua hadirin sangat antusias untuk menggunakan gelang pink di tangan kanan dan menyerukan bahwa kami semua peduli terhadap kanker payudara.

kanker-payudara5

Garda Medika, Peace of Mind

Acara di mulai dengan perkenalan Garda Medika oleh Bapak Iwan Pranoto selaku Manager Communication & Event Asuransi Astra. Yang di mana beliau menjelaskan bahwa Garda Medika ini sudah ada sejak 2008 dan mungkin yang akrab di telinga masyarakat adalah Garda Oto dan Garda Motor yang memang merupakan satu keluarga dari Asuransi Astra.

Garda Medika adalah asuransi kesehatan kumpulan yang berada di bawah Asuransi Astra. Khusus melayani perlindungan kesehatan karyawan perusahaan meliputi perlindungan utama yaitu rawat inap dan juga perlindungan tambahan seperti rawat jalan, persalinan, gigi, sampai kacamata.

Kelebihan dari Garda Medika ini adalah karyawan dan keluarga akan mendapatkan kemudahan dan pelayanan seperti Jaringan yang luas yaitu lebih dari 780 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 30 rumah sakit di luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan negara lain. Selain itu juga ada kemudahan akses Call Center Garda Medika yang beroperasi selama 24 jam untuk otorisasi, monitoring klaim, dan juga layanan klaim.

Misi dari Asuransi Astra adalah berbuat yang terbaik untuk bangsa Indonesia, termasuk diantaranya adalah peduli terhadap penyakit kanker payudara. Dan kegiatan nyata Garda Medika untuk menunjukkan dukungan terhadap kanker payudara ini adalah dengan bekerja sama dengan Love Pink, sebuah komunitas wanita hidup dengan kanker payudara, untuk menyelenggarakan road show kampanye kesadaran kanker payudara ke berbagai perusahaan peserta Garda Medika, komunitas, kompleks perkantoran dan juga blogger.

Apa itu Kanker Payudara ?

Sebagai masyarakat awam, pastinya merasa sedikit takut jika mendengar tentang kanker. Tapi ternyata, informasi tentang kanker harus kita cermati baik-baik karena semakin dini kita mendeteksi adanya kanker di dalam tubuh maka kesempatan untuk sembuh akan semakin tinggi. Dan sebagai wanita yang sangat beresiko untuk terkena kanker payudara, perlu sekali untuk mengetahui apa itu kanker, penyebabnya, dan bagaimana pengobatan yang diperlukan. Dan informasi penting tentang kanker payudara ini disampaikan oleh dr. Dody Parmadi yang setiap harinya berinteraksi dengan penderita kanker.

Kanker payudara menjadi kanker nomor satu yang paling banyak di alami di Indonesia sesuai dengan data statistik kanker di Indonesia. Di ikuti dengan kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan juga kanker nasofaring. Kanker payudara menempati urutan pertama karena dari total kasus kanker di Indonesia, kasus kanker payudara mencapai 32%. Wuih lumayan besar ya, karena lebih dari seperempat kasus. Harus waspada nih.

Mengapa kanker payudara bisa menjadi kanker nomor satu yang banyak menyerang wanita? Padahal kanker leher rahim juga sebelumnya di kenal sebagai kanker yang paling banyak di idap. Ini bisa terjadi karena kurangnya perhatian terhadap gejala-gejala dan pemeriksaan dini terhadap kanker payudara. Untuk kanker leher Rahim sendiri sudah banyak yang mulai waspada dengan rajin memeriksakan diri untuk papsmear dan sudah banyak kampanye yang dilakukan. Kebanyakan para wanita suka acuh dengan payudaranya saat merasakan ada benjolan kecil. Padahal itu bisa saja sebuah sel kanker yang sudah menyebar.

Sesuai data statistik lagi yang ada di Indonesia, 30% penderita kanker payudara berusia di bawah 40 tahun. Dan jumlah angka kejadiannya adalah 26 dari 100.000 atau 1,4 dari 1000 jumlah penduduk Indonesia. Dan yang terpenting adalah jumlah angka kematian sebesar 40% dari kasus kanker payudara. Ini disebabkan karena saat ditemukan sudah masuk stadium lanjut yang memang sudah berbahaya. Jadi kebanyakan saat menemukan gejala awal, banyak diabaikan oleh para wanita dan kemudian saat sel kanker sudah menyebar dengan cepat, baru mulai merasakan keluhan dan juga pemeriksaan serta pengobatan. Wah kalau begitu, pendeteksian dini penting sekali ya.

Kanker payudara adalah keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara, baik dari saluran air susu ibu dan kelenjar air susu ibu sendiri. Sel ini mengalami proses replikasi yang sangat cepat yaitu 2-5 jam yang normalnya adalah 7-14 hari. Jadi dapat dibayangkan bagaimana sel ini dengan cepatnya membelah diri dan secara progressif mematikan sel hidup dan menimbulkan benjolan di payudara yang semakin lama semakin besar.

Pada saat kanker payudara berada pada stadium lanjut, tidak jarang akan menyebar ke organ tubuh lain seperti liver, saluran pencernaan, paru-paru, tulang belakang, tulang pelvis, bahkan sampai ke otak. Sehingga tidak jarang, wanita yang memiliki kanker payudara, akan memiliki kanker lain yang memang sudah menyebar ke bagian lain tubuhya.

Siapa yang Berisiko terhadap Kanker Payudara ?

Tentunya, wanita adalah orang yang sangat berisiko terhadap kanker payudara karena memiliki kelenjar air susu. Akan tetapi ada  faktor risiko lainnya yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, diantaranya adalah :

  1. Wanita yang tidak memiliki anak atau memiliki anak di atas usia 35 tahun berisiko terhadap penyakit kanker payudara
  2. Menggunakan terapi hormon setelah menopause terutama hormon esterogen. Yang ternyata menurut penelitian, penggunaan hormon tersebut meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker di payudara
  3. Tidak menyusui anak yang diakibatkan kondisi satu dan lain hal seperti sibuk bekerja di kantor, sehingga tidak sempat menyusui dan juga tidak memerah air susu saat sedang tidak menyusui
  4. Alkoholik, ketergantungan terhadap alcohol yang ternyata juga memicu terjadinya sel kanker
  5. Dan yang menarik ternyata apabila memiliki riwayat trauma seperti terbentur benda keras juga berisiko

Dan bukannya saya ikut mengadili para wanita karir, tapi memang ada banyak penyebab saat wanita bekerja sehingga menjadi rentan terhadap penyakit kanker payudara ini. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan dari dr. Tetyana Pudrovska, seorang peneliti kanker, bahwa wanita karir berisiko terkena kanker payudara 70% dibandingkan ibu rumah tangga atau wanita yang hanya staf bawah. Ini karena biasanya para wanita karir tersebut tidak menyusui, menunda kehamilan, stress karena pekerjaan, sering terkena polusi udara, dan juga kurang tidur.

Kenali Tanda dan Gejala Kanker Payudara

Penting untuk mengenali tanda dan gejala kanker payudara semenjak ini. Ini untuk meminimalkan risiko penyebaran ke organ lain dan juga memperkecil risiko kematian yang dihadapi oleh pengidap kanker stadium lanjut. Kita dapat mengenali adanya kanker payudara dengan gejala dan tanda-tanda sebagai berikut :

  1. Bengkak pada seluruh atau sebagian payudara
  2. Kulit iritasi
  3. Payudara terasa nyeri
  4. Putting susu nyeri atau putting susu melesak ke dalam
  5. Kulit pada payudara atau putting susu berwarna kemerahan, kulit bersisik, atau menebal (seperti kulit jeruk)
  6. Keluarnya cairan atau darah dari putting selain ASI

Stadium Kanker Payudara

Tahapan sel kanker menyebar di payudara di kenali dengan tingkatan stadium dari 0, I, II, III, dan IV. Ukuran stadium ini mengacu pada ukuran sel kanker yang sudah membesar sampai penyebarannya ke organ tubuh lainnya.

Stadium 0 : disebut kanker payudara non invasif. Yang terdiri dari 2 tipe yaitu DCIS dan LCIS

Stadium I : Kanker invasive kecil (ukuran tumor di bawah 2 cm dan tidak menyerang kelenjar getah bening)

Stadium II : Kanker invasive besar (ukuran tumor antara 2 – 5 cm dan sudah menyerang kelenjar getah bening)

Stadium III : Kanker invasive besar (ukuran tumor di atas 5 cm dan benjolan sudah menonjol ke permukaan kulit, pecah, berdarah, atau pun bernanah)

Stadium IV : Sel Kanker sudah menyebar ke organ lain seperti paru-paru, liver, tulang, bahkan sampai otak

Pengobatan dan Pemeriksaan Kanker Payudara

Angka kesembuhan atas penyakit kanker payudara ini semakin lama semakin meningkat. Ini karena sudah canggihnya metode medis yang sudah digunakan untuk mengobati penyakit kanker payudara. Sehingga angka harapan sembuh sangat tinggi dan tentunya hal ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi penjuang kanker.

Secara umum, pengobatan kanker payudara meliputi pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi. Pembedahan dilakukan secara dua jenis yaitu pengangkatan tumornya saja yang di bawah stadium IIB dan juga ada pengangkatan secara keseluruhan. Penyinaran juga dilakukan apabila pembedahan selesai dilaksanakan dan juga kemoterapi.

Untuk mendeteksi adanya kanker payudara dapat dilakukan screening test seperti Mammography. Ini dapat dilakukan siapa saya yang memang ingin memeriksakan diri seperti layaknya papsmear yang biasa dilakukan untuk kanker serviks. Biopsi adalah tes yang dilakukan oleh pasien yang dicurigai telah terkena kanker payudara. Dan ada pemeriksaan tes lainnya seperti x-ray untuk melihat penyebaran di paru-paru, scan tulang untuk melihat penyebaran yang ada di tulang, usg, dan mri juga dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut sel kankernya.

Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

Untuk mengenali tanda-tanda adanya sel kanker di payudara, kita dapat melakukan cek sendiri dengan perabaan payudara dan sekitarnya. Di kenal dengan SADARI yaitu Pemeriksaan Payudara Sendiri yang merupakan langkah mudah untuk memeriksa kesehatan payudara kita sendiri. Pemeriksaan ini dilakukan setelah mandi dengan melakukan perabaan di beberapa tempat sekitar payudara dan mencari apakah ada benjolan. Jika dirasa terdapat benjolan, maka segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lakukan pemeriksaan terhadap payudara seminggu setelah menstruasi sehingga hasilnya akan lebih akurat karena tidak bersinggungan dengan hormon menstruasi. Cara lebih lengkap untuk memeriksa ada atau tidaknya benjolan pada payudara dapat dilihat di gambar berikut :

Apabila kita mendeteksi kanker payudara semenjak dini dengan SADARI ini, tentunya akan sangat meringankan beban. Baik itu beban moral yang jika sejak dini di ketahui masih punya angka harapan hidup yang tinggi. Dan juga beban biaya yang lebih ringan dalam pengobatan. Jadi lebih baik mengenali dan lakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah terjadinya kanker payudara dan juga menekan biaya yang lebih besar.

Love Pink : Share, Love, Care

Tentunya tidak mudah menjadi seorang warrior (pejuang kanker payudara) dan juga survivor (wanita hidup dengan kanker payudara). Akan ada banyak emosi, tekanan, putus asa, dan kesedihan mendalam bagi para wanita yang hidup dengan kanker payudara. Namun lain halnya di Komunitas Love Pink Indonesia, yang seluruhnya anggota pernah merasakan penyakit kanker payudara dan sama-sama berjuang untuk melawan ganasnya sel kanker yang menyebar.

Kisah perjuangan para warrior dan survivor ini diceritakan dengan penuh ketegaran oleh mba Shanti dan mba Heni di sesia sharing dan testimonial. Mereka berdua menceritakan awal mula di vonis oleh dokter dan bagaimana kanker payudara mengubah hidup mereka. Mulai dari penerimaan yang cukup berat, ketakutan akan kesembuhan, dan juga bagaimana menceritakan kepada keluarga mereka tentang penyakit yang mereka derita. Apalagi ternyata mereka melakukan hidup sehat dengan tidak merokok, tidak minum-minuman keras, tapi memang pekerja keras karena keduanya adalah wanita karir. Dan ternyata hidup sehat pun bukan jaminan terbebas dari kanker.

Mba Heni merasakan benjolan di sebelah kiri payudaranya pada tahun 2011. Karena ketidaktahuannya, blio tidak memeriksakan ke dokter dan juga selalu mengacuhkan rasa sakit. Namun semakin lama, semakin terasa dan dengan ditemani oleh sahabat blio memberanikan diri dan kemudian di vonis kanker stadium 2. Ini artinya masih bisa di ambil sedikit dan karena masih muda, mba Heni masih dapat melanjutkan hidup. Lain lagi cerita mba Shanti yang saat ketahuan sudah masuk stadium 3b. Lumayan cukup parah karena pada saat itu payudara terasa sangat keras dan apabila tersenggol terasa sakit. Dan akhirnya dengan semangat dan tekad yang kuat untuk sembuh, mba Shanti mampu melewati itu semua.

Tentunya dengan dukungan keluarga dan semangat hidup untuk anak menjadi obat tersendiri bagi mereka. Karena ternyata 80% dari perawatan kanker adalah cara pandang dari penyakit yang di derita. Dan buat mereka, kanker itu bukan akhir dari segalanya karena harapan hidup masih sangat tinggi terutama jika banyak yang membantu dan menguatkan. Karena itulah mba Shanti dan sahabatnya mba Muti mendirikan Love Pink yang merupakan gerakan sosial untuk berbagi kepada wanita yang hidup dengan kanker payudara untuk memberikan semangat, menguatkan, bahkan sampai menemani perawatan hingga benar-benar sembuh.

Selain bentuk dukungan, banyak kegiatan yang dilakukan oleh Lovepink untuk para anggotanya agar tetap bisa menjalani hidup dengan ceria, seperti kelas hijab yang ditujukan untuk wanita yang ingin mempercantik hijabnya karena kehilangan rambut, atau juga kelas make up untuk mempercantik mata yang sudah kehilangan bulu matanya akibat kemoterapi.

Sebagai wanita yang sehat, sudah selayaknya kita memperhatikan kesehatan mulai dari apa yang kita asup dan juga bagaimana gaya hidup kita untuk selalu tetap bugar. Namun apabila ternyata ada cobaan menghampiri seperti kanker misalnya, diharapkan kita tetap bisa kuat dan semangat karena kanker ternyata bukan akhir dari segalanya. Dan tentu saja pengobatan akan menjadi ringan bila semuanya di jamin oleh asuransi kesehatan khususnya Garda Medika. Dengan adanya gerakan solidaritas ini tentunya sudah sepatutnya kita harus lebih peduli kepada orang lain walaupun kita tidak mengidap kanker. Salam Pink.

kanker-payudara9