Rasanya berkaca-kaca dan terharu waktu buka puasa di Masjid Istiqlal. Sederhana namun khidmat. Ini pertama kalinya dan memang pengen banget buka puasa di sana. Akhirnya, di minggu ketiga puasa alhamdulillah bisa ke sana. Ngga sendirian, tapi bareng suami dan dua anak. Sekalian mengajarkan mereka makna puasa yang sesungguhnya. Apa sih yang bikin terharu dan dalam sekali maknanya buat saya?

Yang pertama adalah makanannya yang sederhana. Tau kan kalo lagi buat puasa, makanan itu bikin kalap luar biasa. Segala makanan pengen dijajal dan dibeli tapi akhirnya mubajir karena kekenyangan. Di masjid ini, kita hanya mendapatkan makanan nasi kotak plus satu botol kecil air mineral. Sederhana banget, tapi ternyata yang mengantri dari kalangan yang membutuhkan itu banyak banget loh.

Yang kedua, saya merasakan kebersamaan dan pemerataan. Di sini tidak peduli kaya atau miskin, rumah di pent house atau di gang sempit, semua sama duduk bersila menikmati makanan tanpa ada yang merasa harus diistimewakan. Sekali lagi, saya belajar kalau kita memang seharusnya sama di mata Tuhan tanpa ada yang berbeda satu sama lain.

Yang ketiga, kualitas ibadah jadi jauh meningkat. Dengan Ustad yang berkelas dan Imam dengan skala nasional, membuat ibadah jadi lebih khusuk dan tawadhu. Duh, masih terngiang rasanya gimana kita harus memanfaatkan setiap jengkal dari ibadah puasa karena penuh dengan pahala dan ampunan dosa. Tidak hanya ketiga hal itu saja, saya jadi lebih mudah mengajarkan anak-anak saya untuk selalu rendah hati dan mau belajar melihat dunia luar secara nyata.

Ngga nyesel rasanya menyempatkan waktu di akhir ramadan untuk berbuka di Masjid Istiqlal. Apalagi selama bertahun-tahun tinggal di Tangerang, baru kali ini menyempatkan untuk berbuka. Nah, buat yang ingin mencoba berbuka di Masjid Istiqlal, saya punya beberapa tips nih, apalagi kalau berencana bawa anak-anak:

  • Datanglah lebih awal, kalau bisa setelah sholat Ashar sudah tiba, untuk mendapatkan tempat dan makanan lebih dulu. Usahakan jangan terlambat karena akan ada kultum dan layak banget untuk didengarkan.
  • Membawa peralatan sholat sendiri dan usahakan memakan makanan berbuka dalam waktu 5 menit. Sisa waktunya dapat digunakan untuk mengambil wudhu sehingga bisa ikutan sholat Magrib berjamaah. Kalau makanan belum habis, jangan khawatir karena bisa disimpan dan dibawa ke dalam masjid dalam kondisi tertutup.
  • Oia, jangan lupa untuk membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal ya. Jadi lebih mudah untuk dibawa kemana-mana dan aman dari ketuker atau hilang.
  • Jangan khawatir kalau makanan yang diberikan masih kurang, ada banyak banget penjual jajanan yang bisa dijajal setelah selesai sholat. Favorit saya adalah kerak telor ha ha ha.
  • Lebih baik menggunakan kendaraan umum daripada menggunakan kendaraan pribadi. Akan jauh lebih nyaman karena tidak harus mencari parkir dan bergulat dengan kemacetan menjelang berbuka puasa.
  • Yang terakhir, kalau rumahnya jauh seperti saya, lebih enak lagi kalau sekalian staycation di hotel terdekat. Kalo saya kemarin menginap sekalian di Hotel Red Planet Jakarta Pasar Baru yang hemat banget harganya tapi nyaman. Jaraknya hanya 10 menit dari Masjid Istiqlal dengan menggunakan taksi online.

Alasan utama memilih hotel ini yang pertama adalah harganya yang ternyata hemat banget. Apalagi untuk sekedar tempat singgah untuk tidur, tapi tidak mengurangi kenyamanan itu sendiri. Walaupun hemat, paketnya sudah termasuk air mineral dan wifi yang cepet banget loh. Untuk sarapan, bisa menjadi pilihan. Karena sedang berpuasa, jadi saya lebih memilih untuk tidak mengambil paket sarapan karena males turun ke restoran hahaha. Saking hematnya, untuk tambahan sikat gigi dan odol bisa dibeli sebagai tambahan di front desk atau bawa sendiri.

Alasan kedua, walaupun hotel ini masih sangat budget friendly ternyata tetap nyaman dan punya fasilitas yang oke banget. Mulai dari pelayanan staf yang ramah sampe mau diminta tolong buat fotoin, lingkungan hotel dan kamar yang beneran bersih banget sampe ke kamar mandi, tempat tidur yang empuk, air panas yang menyala setiap saat sampai mudahnya mendapatkan akses wifi yang tersedia gratis.

Alasan yang ketiga adalah lokasinya yang strategis banget karena memang dekat dengan Masjid Istiqlal yang mau saya tuju. Dengan memesan taksi online atau menyetop taksi yang lalu lalang, ngga sampai 10 menit sudah sampai tujuan dan anti capek capek mencari parkir. Praktis banget.

Banyak jajanan juga menjadi alasan lainnya karena daerah Pejompongan, Pasar Baru, Samanhudi terkenal dengan street food-nya terutama seafood yang juara banget. Bapak supir taksi sampe menunjuk semua jajanan yang ada di depan hotel sebagai makanan yang wajib dicoba. Dan benar aja, walaupun sudah menghabiskan kerak telor, tapi saya tetep lahap makan nasi uduk dan pecel ayam yang legendaris itu.

Yang paling menyenangkan sebetulnya adanya minimarket yang buka 24 jam yang persis ada di sebelah hotel. Banyak jajanan dan makanan siap saji buat dibawa jadi cemilan di kamar. Duh ngga kurang-kurang deh kalo menginap di sini. Apalagi kalau mau sekalian ngabuburit di Masjid Istiqlal, bikin nyaman tanpa harus bolak balik lagi ke Tangerang. Hemat waktu, tenaga, dan juga budget 😀

Yang mau book, langsung aja ya ke:

https://redplanet.link/jkFPeKnGRW

Atau download Apps-nya:

https://redplanet.link/eGQJuskigV

Mumpung lebaran masih ada beberapa hari lagi, cobain deh ngabuburit di Masjid Istiqlal. Bakal jadi pengalaman religius yang menyenangkan dan memberi makna di bulan puasa tahun ini. Kalau belum sempat, ya moga-moga di tahun depan kita masih diberikan umur untuk menikmati bulan puasa ya. Amin.