Sekarang ini lagi rame loh, kasus seorang perempuan cantik yang doyan keluar negeri dan ternyata itu hasil ngutang. Ngga tanggung-tanggung, ngutangnya bisa puluhan juta dan korbannya sudah lumayan banyak. Nah, emang tuh ya, sekarang ini liburan sudah jadi lifestyle banget. Padahal ya menurut saya, liburan itu memang sudah menjadi kebutuhan dan sudah biasa dilakukan orang-orang. Hanya saja, dulu itu kan ngga ada socmed.

Jadi pasti ngga pada tau, misalnya nih, saya selalu menghabiskan tahun baru di luar negeri atau ke beberapa kota di Indonesia. Misal loh ya. Atau jaman dulu, anak-anak selalu diajak ke kebun binatang atau gunung dan pantai saat liburan sekolah yang panjang banget itu. Beda dengan sekarang, seakan-akan liburan itu jadi booming banget dan akhirnya banyak yang ikutan supaya dibilang kekinian. Yang parah, ada yang mencari uang dengan segala cara seperti kakak yang saya ceritain di awal.

Well, siapa yang ngga mau keluar negeri. Apalagi benua impian seperti Eropa,Β Asia, Australia dan juga negara yang padat turis. Namun caranya harus diperhatikan juga. Karena sumpah, liburan keluar negeri itu ngga murah. Jadinya kudu beneran diperhatikan terutama di bagian bajetnya. Nah, kalau sudah baca tulisan pertama liburan Korea dengan tiket murah dan persiapan yang hemat. Saya kasih tips juga nih, cara mengumpulkan uang sakunya tanpa harus mengurangi biaya hidup bulanan.

The Power of 20rb

Caranya klasik tapi ampuh banget nih dan ngga bakalan bikin bangkrut kalo mau liburan. Karena biasanya kalau mau ngumpulin uang malah ngga kejadian dan banyak kepake. Jadi memiliki tabungan khusus adalah solusinya. Yang berbeda, tabungan ini hanya berisi uang 20rb-an yang kita dapat sehari-hari. Kenapa 20rb? Karena uang 20rb-an itu termasuk jarang ditemukan. Jadi saat memiliki, entah dari kembalian atau memang sudah ada, baiknya disimpan. Dan jangka waktunya biasanya ngga setiap hari. Iya kan, ngga setiap hari kita punya 20rb-an.

Teknik ini sudah banyak dilakukan orang dan diperkenalkan pertama kali oleh mas Ippho. Dulu saya sering pakai, tapi belakangan dipakai saat mau liburan saja. Biar lebih hemat dan ngga kaget keluar duit banyak wkwkwk. Berapa lama nabungnya? Ya dimulai saat sudah mendapatkan tiket. Tinggal beli celengan ayam di warung dekat rumah, diisi dan baru dibuka lagi pas mau berangkat. Jumlahnya tentu saja seberapa rajin mengisinya. Asal tekadnya kuat dan dituliskan celengannya khusus liburan, biasanya goal-nya akan tercapai. Gimana? Perlu hutang lagi, please don’t yaa.

Bisa Sehemat Apa ke Korea?

trazy.comBisa dibilang, berapa banyak uang yang mau kita keluarkan untuk liburan itu tentunya tergantung dengan kemampuan ekonomi. Ya kalo ngerasa pelit, ya ditentukan aja, kita mau makan apa, jajan apa, ke tempat wisata apa aja yang bisa dinikmati dengan biaya yang sedikit. Berbeda klo memang mau liburan hore yang totally ngabisin uang. Ya itu mah, pilih aja tour di agen yang sudah all in. Dijamin tinggal duduk santai dan menikmati liburan hehehe.

Berhubung liburan rame-rame ke Korea kali ini men-challenge diri sendiri untuk menghabiskan jumlah uang yang affordable dan sesuai kantong. Jadilah, segala hal diperhitungkan dengan matang dan mulai berani berkorban. Yah sejauh kemana-mana naik subway dan jajan di pinggir jalan untuk mengisi perut. Atau patungan untuk makanan rame-rame dan memilih untuk cari hiburan gratisan wekekek.

Rata-rata, biaya yang dibutuhkan adalah 10jt yang katanya sudah paling murah. Tapi tentunya sesuai dengan pengeluaran lain-lain dan lokasi yang akan dituju. Berapa banyak biaya yang kemarin saya habiskan? Hmm sekitar 8juta rupiah, yang dibreakdown dari membeli tiket 6 bulan sebelumnya, sebulan kemudian membeli hostel, dan sisanya nabung 20rb-an. Ngga terasa berat kan. Anggaplah selama sebulan terkumpul 1juta. Jadi bisa banget bawa 4-5juta untuk sangu. Detail itinerary dan budgetnya bisa di-download di sini yaa.

Budgeting-Korea

Harga ini masih sangat bisa berubah sesuai dengan gaya hidup. Contohnya buat makan, yang bisa dihemat saat sarapan dan makan malam dengan membawa indomie, popmie, dan energen dari Indonesia. Lalu shopping juga bisa dihemat sesuai kantong. Sisanya, bisa aja men-cut apa saja yang diperlukan.

Berhubung kemarin jalan santai banget, yang baru keluar hostel jam 11 siang, dan sesuka hati jalannya. Kami ngga banyak ke tempat wisata, karena selain cuaca sangat dingin tapi juga kadang menyesuaikan mood hahaha. Seperti contohnya males naik gunung di Namsan Tower atau nongkrong lama-lama lesehan di warung makan di Itaewon.

Oia, saya juga ngga menyewa wifi, karena di Korea itu free wifi bertebaran di mana-mana bahkan di tempat wisata. Pemerintah Korea tahu persis memanjakan turis, selain aman, guide bertebaran, plus free wifi.

Lanjut next post yaa…