Tahun ini, saya balik lagi ke Korea setelah dua tahun lalu liburan ke sana. Ngga sendirian, tapi bawa serombongan yang jumlahnya 8 orang hahaha. Banyak aja yah. Jadi, saya dan temen-temen yang ada di manajemen Blogger Perempuan Network iseng  banget pengen liburan bareng. Karena kita butuh semacam tantangan dan semangat hidup, jadilah memimpikan bisa liburan ke Korea bareng-bareng.

Nah, ini kan sebetulnya proses yang susah. Di mana kadang mimpi cuma mimpi, harapan tinggal harapan, janji ngga selalu ditepati. Komitmen dan segala penghalangnya kadang menjadi sandungan *halagh ngomong apa sih gue wkwkwk. Intinya, karena komitmen yang tinggi, kami berdelapan akhirnya alhamdulillah bisa pergi bareng-bareng setelah merencanakan setahun sebelumnya.

Iyes, karena kita maunya hemat bin murce. Kudu banget bangun jam 4 pagi buat hunting tiket promonya Air Asia. Mau gimana lagi, demi kantong yang hemat, kami ngga mampu beli tiket pesawat yang direct hahaha. Yang penting bisa nyampe kan ke Korea. Oia yang mau hunting tiket murah ke Korea, ini saya ada tipsnya:

  1. Penerbangan murah sudah pasti Air Asia yang promo (setiap 6 bulan sekali itu) bisa PP 2.5jt untuk KL-Seoul. Sedangkan tiket JKT-KL-JKT bisa dibeli menjelang berangkat dan paling murah bisa dapet 800rb PP. Total tiketnya 3.3jt-3.5jt per-orang.
  2. Saat promo, jangan beli jam 12 malam. Penuh banget dan rame. Servernya suka ngadat. Sepengalaman saya, saya selalu membeli jam 4 pagi dan sukses banget selalu berhasil checkout dengan smooth.
  3. Tentukan waktu berangkat. Ini terkait musim. Korea di bulan Desember-Februari itu dingin banget. Nah, kemaren pengennya agak lebih hangat, jadilah dipilih di bulan Maret awal. Ngga taunya, malah turun salju dan cuaca masih sekitaran 0-7 derajat. Semakin jauh harinya dari tanggal pembelian, kesempatan mendapatkan tiket murah lebih besar.
  4. Siapkan kartu kredit atau isi data pembayaran. Sayangnya memang, tiket keluar negeri kalau pakai Air Asia hanya bisa menggunakan kartu kredit berlogo Visa atau Mastercard. Selain itu ngga bisa hikss.
  5. Skip bagasi, tempat duduk, dan meal. Pembelian pertama, yang terpenting adalah tiketnya. Enaknya di AA itu, kita bisa beli tiketnya dulu baru kemudian kita bisa nambah pada saat mau berangkat. Kalo sudah dekat-dekat minimal seminggu sebelum berangkat, baru deh pesen bagasi, tempat duduk, dan makanan. Jatohnya lebih irit.
  6. Oia, tips penting lain. Lebih baik beli bagasi pulang pergi secara online. Dari pada nih, manyun kudu bayar mahal karena beli di counter. Aseli harganya bisa berlipat-lipat.

trazy.comTiket sudah ditangan, artinya sudah aman di langkah awal. Dan jatuhnya sangat hemat banget karena di awal ini hanya keluar untuk beli tiket saja. Nextnya, bisa mencicil lagi untuk booking hostel, urus visa, mencari tour lokal, dan membeli makanan serta bagasi. Urusan visa nih yang biasanya suka panik dan bikin tegang hahaha. Tapi, sekarang saya sudah lebih santai bahkan bisa mengurus visa teman-teman dan ceklis satu-satu dokumen mereka untuk memastikan semuanya sudah benar dan diapprove.

Mengajukan Visa Korea Tanpa SPT

Sebelumnya saya sudah pernah menulis bagaimana mengajukan visa Korea, kali ini tips saya ngga jauh berbeda. Bahkan kalau saya bandingkan dengan dulu, perasaan saya jauh lebih mudah dan praktis. Eh, mungkin perasaan saja ya karena sudah pernah mengajukan hehehe. Yang berbeda dari pengajuan yang dulu adalah wajibnya melampirkan laporan SPT sebagai bukti keuangan.

Di tahun saya mengajukan visa, hal itu belum ada dan bisa melampirkan tagihan kartu kredit atau Jamsostek. Namun sekarang untuk mempercepat proses dan kepastian diapprove, wajib banget punya SPT. Selain itu juga harus ada rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank. Pastikan semua syaratnya terpenuhi dan lengkap. Kalau ngga ada SPT?

Tenang, yang ngga ada SPT pun juga bisa berangkat kok hehehe. Tim saya ada 3 orang yang tidak memiliki laporan SPT dan tetap sukses bisa mendapatkan visa ^^. Mau tahu caranya? Oke, list lengkap dokumennya sebagai berikut:

  1. Paspor asli dan photocopy dari depan sampai belakang yang ada capnya
  2. Formulir aplikasi visa yang  bisa di-download di sini dan diisi dengan lengkap ya
  3. Photocopy kartu keluarga
  4. Surat keterangan kerja dan photocopy SIUP. Kalau perusahaannya besar banget ngga perlu SIUP. Karena perusahaan saya masih ecek-ecek, yah wajib banget ada photocopy SIUPnya wekekek.
  5. SPT 1770 yang bisa di-print dari e-filling. Print lengkap untuk dilampirkan.
  6. Buat yang ngga punya SPT, wajib membuat Surat Pernyataan Tidak Memiliki SPT. Di suratnya harus diinfokan, kenapa ngga ada laporan SPT. Alasannya bisa karena ngga ada NPWP, belum laporan, atau simply karena tahun ini saya tidak laporan (dalam bahasa inggris ya, pake Google Translate kalo bingung :p). That’s it! Yang paling penting, kalau tidak memiliki SPT adalah lampirkan SLIP GAJI ASLI. Yang istri bisa pakai SPT suami, yang anak mahasiswa pakai SPT orang tua. Kalau freelance gimana? Lampirkan surat keterangan penghasilan. Formatnya di-gooling aja yak. Sudah aman kan masalah SPT?
  7. Rekening koran 3 bulan terakhir yang saldonya minimal 10-15jt udah cukup banget. Kalo mau aman lagi, saldo bisa mendadak sih masuknya tapi harus dari rekening suami, istri, atau rekening sendiri di bank lain. Transfer 2x jadinya. Biar ngga kelihatan “minjem” dari rekening orang hahaha. Dan jangan lupa surat referensi yak.
  8. Surat sponsor dan surat ijin dari suami/orang tua juga wajib dilampirkan.

Masih kurang yakin dengan dokumen pengajuan visanya? Okelah, saya lampirkan juga ya checklistnya yang bisa di-download di sini.

Check List Aplikasi Visa Korea

Enaknya lagi sekarang ini, kalau mau ngecek aplikasi visanya bisa melalui online di https://www.visa.go.kr/openPage.do?MENU_ID=10301 (ganti bahasa Inggris). Lalu isi data nomor paspor, nama yang dibalik, dan tanggal lahir. Voila, hasilnya sudah ada. Berapa lama ngeceknya online? Kalau semua lengkap, cuma 3 hari aja. Masukin senin, hari rabu sore udah diinput hasilnya. Kamis tinggal ambil deh. Cepet banget kan.

Penginapan Murah Meriah dan Strategis

Salah satu kata kunci saya saat mencari penginapan adalah lokasi yang dekat dengan transportasi umum yaitu subway. Bukan apa-apa, karena kemana-mana bakalan naik subway, jadinya penting banget cari lokasi. Utamanya biar ngga narik koper berat lama-lama karena lokasinya yang jauh. Maunya juga berlokasi di tengah kota yang deket kemana-mana. Dan setelah mencari sana-sini dan menyesuaikan tanggal serta bajet yang ada, akhirnya dapet Apple Backpacker Guesthouse.

Harganya terjangkau banget, 600rb permalam perorang. Ngga termasuk sarapan ya harganya. Tapi ada dapurnya yang bisa dipakai buat bikin sarapan. Lokasinya strategis, hanya 2 menit jalan kaki sudah sampai di subway. Kamar bersih dan free wifi. Walaupun sederhana tapi nyaman banget untuk ditinggali selama seminggu. Oia, untuk laundry bayar per 7kg. Kalau bawa baju banyak dan perginya musim dingin, kayaknya ngga perlu banget deh laundry-nya hehehe. Kalau mau tahu suasana hostelnya bisa cek di video akoeh yaaa. Jangan lupa subscribe yaaa *fakir subscribers. So here we go, kami datang Koreaaa ^^.

Lanjut next post…

0 0 vote
Article Rating