Raja Ampat selalu menjadi pilihan bagi para pelancong. Bahkan orang biasa seperti saya juga menjadikan Raja Ampat sebagai destinasi yang wajib di kunjungi. Walaupun jauh terletak di ujung Indonesia paling timur, tidak membuat saya surut langkah untuk bisa menjejakkan kaki di sana. Budaya, kearifan lokal, dan juga keindahan alam menjadi daya tarik luar bisa buat saya bahkan seluruh dunia untuk bisa menikmati keindahan alam yang paling indah. Sudah sekian lama Raja Ampat menjadi daftar kunjungan saya, karena itu saya membuat Travel Board tentang Raja Ampat yang rencana akan saya kunjungi pada Oktober 2015.

Travel Board adalah semacam pengingat dan juga sebuah afirmasi positif tentang doa dan harapan yang mudah-mudahan akan tercapai seiring dengan ingatan akan sebuah tujuan. Di Travel Board ini, saya membayangkan tentang indahnya dunia bawah air di Raja Ampat. Tentang keindahan Wayag di Raja Ampat, jernihnya laut berwarna biru-hijau, keindahan bawah laut yang bisa dinikmati dengan menyelam, ikan-ikan laut yang indah dan jinak, para lokal Papua dengan kostum tradisional mereka, budaya tarian yang selalu melekat dalam keseharian mereka, dan juga menyantap makanan laut segar yang diambil langsung.

Raja Ampat – Travel Board – Tarikkoper.Com

Oktober 2015 adalah bulan yang saya rencanakan karena saat itu air laut sedang tenang dan tentunya akan memudahkan saya menikmati laut dan juga nyaman di atas kapal. Dengan kondisi air laut yang tenang, diving dan snorkling akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Karena ikan-ikan akan mudah di jumpai dan katanya bisa berenang diantara ikan-ikan. Wah rasanya menjadi surga laut, dimana kehidupan bawah laut tenang dan damai seakan menjadi milik sendiri.

Keindahan Raja Ampat yang Mendunia

Eksotisme keindahan Raja Ampat tergambar dari wilayahnya yang 85% adalah perairan dengan perbandingan 6: 1 antara air dan daratan. Daya tariknya sangat berbeda dari wilayah Indonesia lain. Dimana kepulauan yang memiliki flora dan fauna terlengkap di dunia tidak hanya diperuntukkan untuk para penyelam. Ada Wayag yang keindahan alamnya tidak tertandingi dengan warna air laut yang biru-hijau. Dan apabila di lihat dari ketinggian akan terlihat bahwa Wayag adalah icon dari Raja Ampat yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain Wayag, Pulau Arborek juga bagus untuk turis yaitu sebuah desa yang sepanjang mata memandang hanyalah pasir putih, ayunan lembut daun pohon palem, koral dan ikan yang terlihat secara transparan di air yang jernih, bahkan dari kejauhan dapat terlihat lumba-lumba dan ikan yang terbang dari bawah air di sore hari.

Source : www.Indonesia.Travel

Surga bawah laut sangat layak diberikan untuk Raja Ampat karena kekayaan alam bawah lautnya sangat beragam. Raja Ampat menjadi salah satu wilayah terkaya di dunia untuk ikan karang karena jumlah spesiesnya terdiri dari 553 jenis karang keras, 1470 jumlah fauna ikan karang, 699 spesies moluska, 5 spesies kura-kura, dan 16 spesies mamalia laut. Kementrian Kelautan dan Perikanan memiliki balai konservasi yang terletak di Waiwo. Di sini dapat di lihat ikan-ikan yang terlihat di permukaan air yang sangat jernih. Terumbu karang juga memiliki kondisi sangat baik dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara P. Waigeo dan P. Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Spesies unik banyak ditemukan disini seperti kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari manta. Jika menyelam pun ribuan ikan akan mendekat tanpa perlu di pancing-pancing. Bahkan jika sedang beruntung, penyu juga akan terlihat saat sedang makan sponge dan juga berenang.

Source : www.Indonesia.Travel

Tidak hanya untuk penyelam, Raja Ampat juga sangat cocok untuk para peneliti, petualang, photographer, bahkan turis biasa yang menyukai keindahan pantai dan alam bawah laut. Potensi wisata yang di miliki oleh Raja Ampat ini berkelas dunia dengan ribuan kunjungan pertahunnya. Kedamaian dan udara yang segar menjadi pilihan istimewa bagi para turis mancanegara maupun lokal. Di tambah lagi keramahtamahan warga asli Papua yang menyambut baik para turis yang datang.

Kepulauan Raja Ampat terdiri dari empat gugus pulau besar yang terletak di ujung kepala burung sesuai peta Indonesia. Keempat gugusan pulau ini dinamakan sesuai pulau terbesarnya yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Total pulau yang ada di Raja Ampat sesungguhnya adalah 610 tapi hanya 35 pulau saja yang dihuni dan sisanya tidak berpenghuni. Terletak di Kabupaten Raja Ampat Papu Barat, Raja Ampat dapat di jangkau dari pulau lain melalui Sorong. Ada banyak penerbangan langsung maupun tidak langsung (melalui Manado, Bali, Makasar, dan Surabaya) yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut 3 sampai 4 jam untuk sampai di Waisai, pintu masuk Raja Ampat. Informasi lebih lanjut mengenai Raja Ampat bisa dengan mudah ditemukan di www.Indonesia.travel.

 Keunikan Budaya dan Tradisi Masyarakat Raja Ampat

Secara umum masyarakat Papua terdiri dari ribuan suku yang berbeda. Berbeda wilayah, berbeda juga aksen bicaranya. Keunikan ini tidak menjadikan perbedaan namun dikembangkan untuk dijadikan sebuah tradisi. Diantara ribuan suku yang ada, Dani dan Asmat adalah suku terbesar di Papua. Keduanya memiliki budaya yang unik dan tradisi yang dijadikan daya tarik wisata yang sangat kuat. Suku Dani terkenal dengan festival bakar batu di Wamena dan Suku Asmat terkenal dengan hasil kerajinan seni pahatnya yang berkelas dunia.

Hampir sebagian besar suku di Papua masih sangat primitif terutama budaya dan juga pakaian yang dikenakan. Masih banyak juga suku yang terisolasi karena berada di wilayah yang tidak terjangkau secara topography dan hidup di dalam keadaan yang masih serba alami. Kondisi inilah yang membuat Papua semakin menarik. Karena daya tariknya tentang alam bebas, budaya, dan masyarakat yang masih jauh dari peradaban.

Source : Indonesia.travel
Source : Indonesia.travel

Masyarakat Raja Ampat sendiri umumnya bekerja sebagai nelayan dan menangkap ikan dengan cara menyelam atau memakai tombak. Cara menangkap ikan dengan cara menombak ini dinamakan Molo. Suatu keahlian menangkap ikan yang tidak mudah dan tidak bisa dilakukan sembarang orang. Yang tentunya jika mudah dilakukan akan ada banyak turis yang menangkap ikan dan langsung membakarnya untuk dimakan. Keadaan ini akan membuat ketidakseimbangan ekosistem karena akan mengotori air laut dan restoran menjadi tidak laku 🙂

Kerajinan tangan untuk oleh-oleh banyak di buat oleh masyarakat Papua, kebanyakan pembuatnya adalah para wanita. Diantara adalah tas noken, kerajinan kayu, kerajinan batu-batuan, saly (pakaian tradisional Suku Dani), bahkan Batik Papua juga tersedia di sini. Tifa sebagai alat perkusi tradisional pun tersedia untuk di bawa pulang. Pada akhirnya sebuah keputusan bijaksana untuk bisa menerima wisatawan supaya ikut menikmati keindahan dan kebudayaan Papua terutama Raja Ampat, menyatukan berbagai tradisi, mitos, norma, dan kepercayaan yang sudah di anut sejak lama.

Jika Saya di Raja Ampat

Source : Indonesia.Travel
Source : Indonesia.Travel

Demi bisa menyelam di Raja Ampat, saya berencana untuk mendapatkan sertifikat Diving yang memang diwajibkan apabila ingin menikamati keindahan bawah lautnya. Tanpa sertifikat, pupus harapan saya untuk bisa snorkling dan diving di sekitar pantai. Berbagai macam ikan laut yang memiliki ribuan spesies yang berbeda hidup dengan damai dan bebas di alamnya. Sebagai turis, saya akan tetap menjaga ekosistem laut yang sudah terbentuk selama ini. Menjaga itu lebih penting dibandingkan hanya sekedar menikmati saja.

Untuk mencapai Raja Ampat, saya harus terlebih dahulu melalui Sorong. Untungnya ada penerbangan langsung dari Jakarta dan dioperasikan oleh maskapai milik Indonesia. Sorong adalah kota yang terletak di Propinsi Papua Barat yang letaknya ada di paling barat Papua. Setelah sampai Sorong, untuk ke Raja Ampat harus berlayar ke Waisai yang merupakan pintu masuk Raja Ampat. Kapal-kapal seperti KM Marina Express, KM Getsemani, KM Geovani, dan KM Fajar Mulia akan membawa saya dalam waktu tiga atau empat jam tergantung mesin dan kapasitas dari kapal.

Sampai di Waisai, koral-koral indah langsung bisa saya jumpai. Dan tempat terdekat yang bisa dikunjungi untuk diving dan snorkling adalah Waiwo. Sebuah keindahan pinggir pantai juga dapat ditemukan di sini. Pasir putih, gugusan pulau-pulau karst nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek.

Source : raja-ampat-liveaboards.com

Tentunya kalau saya ke Raja Ampat, saya akan membawa ekstra dana untuk bisa liveabroad. Sebuah petualangan seru tinggal di atas kapal selama 7 hari dan berlayar mengarungi laut untuk bisa siap diving di berbagai tempat. Tentunya hal ini hanya bisa dilakukan di Bulan Oktober atau April untuk mendapatkan laut yang tenang. Selain ingin liveabroad, saya juga ingin menikmati nyamannya tinggal di sebuah resort klasik yang berbahan alam. Dan juga bungalow yang di desain dengan sempurna dan menyatu dengan harmoni sekitarnya. Tempat yang indah untuk bisa merasakan udara pantai, menikmati suara-suara burung tropis, dan gelombang kecil air laut. Sempurna.

Sulit sebetulnya saya membayangkan ada di ujung wilayah Indonesia yang selalu dikenal sebagai Sabang sampai Merauke. Tapi disitulah letak keindahan Indonesia sesungguhnya. Dan daripada melihat keindahan dunia luar selain Indonesia, saya lebih berharap bisa menikmati keindahan tanah air Indonesia. Dimana keindahan serta kelengkapan flora dan fauna dari Raja Ampat ini merupakan yang terbaik yang ada di dunia.

raja-ampat1

“Raja Ampat, one of the most singular and picturesque landscapes I have ever seen.”
Alfred Russel Wallace

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Raja_Ampat

www.Indonesia.Travel

http://readersblog.mongabay.co.id/rb/2013/07/02/mempertahankan-eksotisme-kepulauan-raja-ampat/