Berhubung waktu ke Jepang tahun 2015 lalu mendapatkan tiket murah melalui Nagoya. Walaupun tujuan utama adalah Tokyo, tetap saja jadinya saya harus mencari tahu seperti apa Nagoya itu. Mulai mencari transportasi yang murah dari Nagoya ke Tokyo dan sebaliknya, sampai tempat wisata apa saja yang bisa dikunjungi. Tidak lupa, saya juga mencari penginapan murah karena memang akan menginap semalam karena penerbangan pulang di pagi hari.

nagoya-winterSaya tahu persis, kalau di Jepang itu adalah negara bebas klakson. Tapi betul-betul tidak menyangka kalau memang sangat sunyi senyap, walaupun banyak mobil berhenti di jalanan karena sedikit macet. Lebih serunya lagi, saya pernah sibuk photo di tengah jalan, mobil bisa sabar menunggu sampai saya sadar kalau ada mobil yang mau lewat hahaha. Ngga enak banget ya, padahal kalau diklakson, saya pasti minggir khan.

Jadilah kesan pertama saya saat tiba di Nagoya adalah kota yang tenang, nyaman, dan bersih sekali. Belum lagi aura bersahabat orang-orangnya. Saat itu, saya sedang mencari rumah untuk diinapi dan susah banget menemukan walaupun sudah ada petunjuknya. Dengan Bahasa Jepang yang cuma Arigato saja, seorang perempuan setengah baya rela mengantar saya sampai depan pintu rumah penginapan loh. Wah, sampai takjub banget sama keramahan mereka terhadap orang asing.


Senja di Nagoya yang Sepi dan Bersih

Akses menuju Nagoya Castle ini mudah. Berbekal petunjuk dari Japan Guide yang memang selalu jadi andalan saya, dengan 240 Yen sudah bisa sampai plus bayar tiket masuk ke kastil sebesar 500 yen. Karena masuk di musim dingin dan pagi hari, jadinya belum terlalu ramai dan bisa menikmati udara segarnya. Saya berkeliling saja dan ngga terlalu banyak masuk ke museum. Selain karena bayar lagi, saya juga ngga bisa lama-lama karena mengejar bis untuk ke Tokyo.

Tempat wisata yang paling terkenal di Nagoya dan direkomendasikan di mana-mana adalah Nagoya Castle. Pada saat tiba di Nagoya pagi hari, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Nagoya Castle terlebih dahulu sebelum berangkat ke Tokyo. Nagoya Castle sendiri buka jam 9 pagi dan merupakan tempat yang sering dikunjungi saat berada di Nagoya, bahkan sepertinya wajib. Sayang khan sudah nyampe di sini tapi hanya saya jadikan tempat transit menuju Tokyo. Akhirnya ikutan deh melihat megahnya kastil terpenting pada jaman edo.

Source

6 Jam Perjalanan ke Tokyo

Nagoya berjarak hampir 400km dari Tokyo. Cukup jauh ya. Demi menghemat biaya, alternative transportasi yang saya pakai adalah bis. Murah itu memang alasan pertama, walaupun saya harus menempuh perjalanan selama 6 jam hikss. Tiket bis ini memang sangat murah, sekitar 3000 Yen. Berangkat pukul 10.40 pagi dan tiba di Tokyo 16.40 sore. Wew, menghemat banget sih tapi sejujurnya boros waktu di perjalanan. Apalagi sampai di Jepang pagi dan peer banget ngga bisa tidur sepanjang perjalanan hahaha.

Ketakutan terbesar saya naik bis ini sebetulnya masalah Bahasa. Susah sekali menemukan halte bis yang tepat. Bolak balik bertanya, walaupun sudah jelas dan print petunjuknya, tetap saja saya panik mencari lokasi yang tepat. Apalagi Jepang terkenal dengan tepat waktunya, berabe banget kalau ditinggal hanya karena saya ngga tiba tepat waktu di halte. Bisa nangis deh ngga tahu lagi mau ke mana dan naik apa hahaha. Untungnya sepanjang perjalanan terhibur dengan jalanan yang bagus dan bersih. Saya jadi bisa belajar tentang infrastruktur Jepang walaupun berada di perfektur yang cukup jauh dari ibukota Jepang.

Belum lagi, ternyata supirnya hanya bisa berbahasa Jepang. Saya kagok banget mau ngomong apa-apa. Alhasil, saya turun di halte mana aja deh di Tokyo. Karena yang penting sampai dan mencari stasiun apapun yang nyambung ke tempat penginapan di Shinjuku. Dari pengalaman naik bis itu, jadinya saya berpikir untuk mencari transportasi yang lebih cepat dan mudah aksesnya. Walaupun mahal tapi rasanya worth banget di waktu.

Jadilah memaksakan naik Shinkansen pada saat pulang dari Tokyo ke Nagoya. Harganya lumayan mahal, hampir 11.000 Yen. Jauh banget ya sama bis, tapi rasanya puas karena jarak tempuh dengan kereta super cepat itu adalah sekitar dua jam kurang sedikit. Hemat waktu dan bisa lebih lama jalan-jalannya di Tokyo. Saking cepatnya, saya sampai ngga berani tidur karena takut kebablasan hahaha. Apalagi saya kudu memahami setiap pengumuman pemberhentian stasiun yang berbahasa Jepang juga. Kalau kelewat, ngga tau deh mau gimana lagi.

Setelah pulang dari Jepang dan berniat ke sana lagi, saya akhirnya mulai browsing tentang transportasi apa yang nyaman dan menghemat waktu. Jadi, daripada menghabiskan enam jam perjalanan dan dua jam dengan Shinkansen, ternyata ada alternative lain yang lebih cepat dan hemat. Yaitu menggunakan Japan Air Pass. Kalau belum ngeh dengan Japan Air Pass ini, pasti pernah tahu yang namanya HAnavi. Nah Japan Air Pass yang dulunya bernama HAnavi ini adalah kolaborasi antara H.I.S. dengan ANA (All Nippon Airways), salah satu pioneer maskapai penerbangan Jepang.

Tiket Penerbangan dan Hotel Murah Meriah

Melihat jarak tempuh yang lumayan jauh sekali dari Tokyo ke Nagoya, sebetulnya saya mempertimbangkan banget memakai pesawat. Tapi, karena belum pernah tahu bagaimana membeli tiket ini dari Jakarta dan memudahkan perjalanan waktu liburan, jadilah saya merana selama 6 jam perjalanan di bis hahaha. Kalau saja saya browsing lebih banyak, pasti saya akan menemukan H.I.S.

H.I.S. itu sendiri adalah salah satu travel agent yang bisa kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan selama liburan di Jepang. H.I.S. menyediakan Japan Air Pass yang menjadi solusi transportasi dan akomodasi selama di Jepang loh. Dengan menggunakan Japan Air Pass, harga tiket pesawat dan hotel akan menjadi lebih murah. Karena memang dirancang khusus untuk wisatawan asing yang akan berlibur ke Jepang, terutama perfektur lain yang tidak hanya Tokyo saja.

Seperti saya yang pulang pergi Tokyo-Nagoya, seharusnya bisa lebih murah dan menghemat waktu yang banyak kalau menggunakan Japan Air Pass. Dengan waktu tempuh yang hanya 1 jam 10 menit dari Tokyo, ada banyak waktu yang bisa dihemat hiks. Bahkan lebih cepat dari pada naik Shinkansen yang memakan waktu hampir 2 jam ya. Plus satu paket juga dengan penginapan yang bisa lebih hemat. Nyesel banget kemarin ngga memakai Japan Air Pass. Apalagi kalau naik pesawat itu khan memudahkan perjalanan hampir 50% dong, karena tidak perlu repot turun sembarangan dan tidak takut terlewat tujuannya.

Tidak hanya Nagoya saja, pilihan destinasi lainnya menggunakan Japan Air Pass ini banyak sekali. Ada Hokkaido (my dream destination), Toyama, Nagasaki, dan Okinawa. Keberangkatan bisa dari Tokyo atau Osaka. Eh ngga itu aja destinasinya, karena bisa disesuaikan dengan itinerary loh, jadi sangat fleksibel banget. Bahkan sampai 51 kota yang ada di Jepang bisa menggunakan Japan Air Pass ini. Ssstt, bocoran harganya mulai dari 2 juta huhuhu mau banget yah. Detail harga bisa dilihat di sini ya.

Nah, supaya perencanaan bisa pas dan bisa mengunjungi berbagai macam tempat wisata di Jepang. Rasanya saya menyarankan banget menggunakan Japan Air Pass ini. Kenapa? Karena keuntungannya bisa berlipat ganda. Bisa menghemat waktu perjalanan tentunya dengan naik pesawat dan jadwalnya sangat fleksibel. Menyesuaikan dengan itinerary dan waktu kita. Kemudian ada paket tiket pesawat plus hotel yang super murah. Tahu dong kalo hotel di Jepang itu lumayan mahal, jadi akan menghemat biaya kalau belinya paket. Apalagi diskonnya besar-besaran. Terus, pilihan penerbangannya ada 800 dan hotel yang bisa dipilih sebanyak 3500 hotel. Pilihannya banyak banget, tentunya akan bisa menyesuaikan jadwal ya.

Kalau sudah sreg dan cocok dengan Japan Air Pass, bisa pesan langsung di H.I.S. ya. Cabangnya banyak, di Jakarta saja ada di Mid Plaza 1, Darmawangsa, BSD AEON Mall, FX Mall Senayan, dan Mall Taman Anggrek. Kota lain jangan khawatir, karena H.I.S. juga memiliki cabang Bandung, Surabaya, Jogjakarta, dan Bali. Sedangkan di Jepang sendiri, ada 279 cabang yang memudahkan kita untuk reservasi perjalanan.

Besok kalau saya ke Jepang lagi, kayaknya mau pesan Japan Air Pass nih. Bisa menghemat waktu plus murah meriah karena satu paket dengan penginapan. Biar ngga bengong juga karena kelamaan di bis dan bisa menjangkau wilayah Jepang lebih banyak. Karena masih banyak sekali yang belum saya eksplor nih di Jepang. Duh, saya cinta amat ya ama Jepang hahaha. Kalau tahun depan ke Jepang lagi, rekor banget kayaknya setiap tahun ke Jepang ^^.