Awalnya karena susah harus mengantri mobil, saya dan suami memutuskan untuk stay di hotel saja. Rencananya pengen gitu romantisan sambil lihat matahari terbenam. Namun karena males jalan, tadinya ngga mau kemana-mana. Ternyata di lantai tujuh Hotel Aston Kuta juga ada Rooftop yang menghadap ke arah barat tempat terbenamnya matahari. Jadilah kita nongkrong disitu ditemani welcome drink gratisan hihihi.

Rooftop ini dinamakan Lighthouse yang ada di Aston Kuta Bali. Buka setiap sore dari jam 5 sampai malam (lupa jam berapa). Kalau hari senin ada barbecue party yang bayar IDR 180ooo. Karena saya lagi diet (alesan) kita ngga ikutan BBQ party nya. Jadi cukup minum squash aja sambil pegangan tangan *tsah.

Sayangnya pemandangan sunset hari itu rada mengganggu. Iya itu si tower crane kenapa ya selalu ada dimana mana. Eits itu artinya pembangunan lagi berkembang kan. Tapi saya aja yang jadi bete, masa iya di kantor ketemu crane lagi liburan juga ketemu lagi wekekek. Tapi ya sudahlah, keindahan senja itu tak terbantahkan. Saya masih cukup menikmatinya dari kejauhan.

Lighthouse lumayan rame menjelang malam, yaitu sesudah sunset. Mungkin karena para bule-bule itu udah biasa lihat sunset tiap hari ya jadinya acara sunset hari itu tidak terlalu berkesan. Yang penting saya bisa dapet spot paling depan, bisa ngerekam sunset, dan mendengarkan azan berkumandang segera setelah matahari terbenam.

Sebetulnya sunset bisa dilihat dimana saja di Bali. Karena dikelilingi oleh pantai, lebih mudah mendapatkan sunset. Tempat populer lain untuk mendapatkan sunset adalah di Pantai Kuta. Biasanya sore hari sudah banyak berkumpul di pinggir pantai untuk mendapatkan spot terbaik dari pemandangan sunset. Terlihat lebih dekat juga mataharinya. Best view banget kalo di Pantai Kuta ini.

Bukan tempat terbaik buat saya sih, tapi lumayan juga ^^. Punya tempat favorit melihat sunset?

0 0 vote
Article Rating