Agak telat ngga sih menentukan harapan di pertengahan tahun. Tapi ngga ada yang telat harusnya ya, apalagi awal tahun kita juga masih berjibaku dengan pandemi. Jadi setiap hari tentunya ada banyak doa yang selalu dipanjatkan agar dapat melalui 2021 dengan aman, sehat, dan damai.

2021 sebetulnya sudah masuk fase hampir normal. Gimana engga, setelah melewati masa-masa sulit di 2020, nampaknya 2021 sudah saatnya mulai bangkit dan mencoba melakukan apa yang biasa kita lakukan. Toh orang-orang juga sudah pada keluar dan mulai bekerja seperti biasa. Bedanya, pakai masker.

Jadi kalau ditanya harapan 2021 ini apa? Ya banyak maunya hahaha. Apalagi ada banyak hal yang ngga bisa dilakukan di 2020.

Sukses di Bisnis dan Pekerjaan

Sebagai salah satu pemilik bisnis sekaligus bekerja harian memantau jalannya perusahaan, tentunya kudu siap mental setiap hari. Apalagi musim pandemi bener bener membuat kita mengurut dada dan banyak bersabar. Untungnya bisnis secara digital masih terus bisa berjalan walau tanpa tatap muka. Jadi sudah bisa melewati quarter pertama dengan cukup baik.

Tapi yang namanya pandemi ini terkadang tidak dapat diprediksi. Apalagi memasuki Ramadan dan musim mudik yang menurut data tahun lalu kasus meningkat. Belum lagi bayang-bayang tsunami covid di India yang naik setelah beberapa acara keagamaan. Nah, mudah-mudahan aja ya, kita semua cukup cerdas supaya masih bisa menekan angka penyebaran.

Bisa melewati tahun ini dengan sukses dalam artian tembus target saja sudah berkah banget buat saya. Tetep punya team yang solid dan mau bekerja keras juga jadi salah satu harapan terbesar. Plus bisa lebih banyak berbagi lagi ke team member juga salah satu wishlist yang selalu saya inginkan.

Anak dan Keluarga

Rencananya saya tahun ini ada renovasi rumah kecil-kecilan. Berhubung saya tipe yang rajin juga ngurus dokumen, jadinya tahun ini harusnya dokumen sudah selesai dan bisa mulai pekerjaannya. Tapi yang jadi masalah tentunya pandemi dan juga budgetnya hahaha. Ngeri juga kalo dipikir-pikir mau renovasi itu. Saya aja yang biasa ngitung bangunan kadang suka terkejoet sendiri, berapa banyak yang saya butuhkan. Tapi ya sudahlah ya, mari kita berencana dan berusaha.

Lalu di tahun ini pula saya menghadapi PPDB yang kedua, setelah anak saya masuk sekolah negeri melalui drama PPDB tahun lalu. Yang ribetnya, anak saya yang kedua ini pengennya masuk sekolah negeri unggulan dan umurnya kurang wkwkwk. Cakeuupp.

Ya apa daya, sistem zonasi ternyata menguntungkan anak yang berusia lebih tua. Untuk bersaing dengan prestasi, paling engga sudah diusahakan tapi ya namanya unggulan, rasanya semua anak prestasi bakalan ngincer ke sekolah yang sama. Lagi-lagi, namanya usaha dan harapan, saya sebagai ortu bisanya cuman berusaha dan mendoakan anak saya masuk.

Gimana ngga pengen ngedoain, pernah suatu waktu si anak saya ini dapet nilai jelek dan dia langsung down ngga jadi mau daftar sekolah unggulan karena ngerasa ngga bisa ngikutin. Jadinya, saya support dia habis-habisan supaya ngga menyerah. Gemes kan, anak sekecil itu aja udh punya harapan wekekek.

Sehat Sehat Sehat

Yang ini kelihatan berat untuk saat ini. Ya mau dibilang percaya covid atau engga kok rasanya malah nutup mata ya. Berhubung saya punya alergi dan asma yang lumayan berat, aslinya saya selalu ketakutan kalo kenapa-kenapa. Padahal saya tipe orang yang cuek, malah udh jalan-jalan, nonton, liburan, dsb. Tapi ya namanya harapan, jangan sampe deh amit-amit kena covid. Apalagi saya belum vaksin. Jadi harapan terakhir di tahun 2021 ini, saya cuma butuh sehat wal afiat aja. Ngga kurang ngga lebih.

0 0 votes
Article Rating