Sudah pernah ke Batam? Apa yang kira-kira menarik hati tentang Batam? Kotanya yang dekat dengan Singapura? Barang-barang elektronik yang murah? Tas tiruan kwalitas? Atau kulinernya yang selalu tentang seafood? Di antara semuanya, saya sendiri melihat Batam sebagai kota yang tidak pernah tidur alias kota yang kehidupan malamnya cukup ramai.

Batam yang merupakan kota terbesar di Kepulauan Riau ini, jumlah penduduknya mencapai 1,5 juta jiwa. Jalurnya sangat strategis. Sebelum diberlakukan bebas fiskal, Batam ramai menjadi transit para wisatawan Indonesia untuk berlabuh ke Singapura. Karena jaraknya yang dekat dan dapat dijangkau dengan feri, mudah sekali bagi warga Batam ke Singapura bahkan sebaliknya hanya dalam satu hari bolak-balik.

Tinggal di Batam juga menyenangkan, orang tua saya kurang lebih tinggal 2 tahun di sana karena alasan dinas. Dan saya lumayan sering bolak balik ke Batam. Terutama buat tahun baru di Singapura atau main ke Johor dan Kuala Lumpur melewati perairan internasional itu. Adat budayanya sangat melayu, mulai dari seragam muslim dan bahasa yang digunakan. Orangnya sangat ramah dan kebanyakan berasal dari wilayah Sumatera. Tapi tidak ketinggalan, orang Jawa juga banyak yang di sana karena mereka kebanyakan dibawa untuk bekerja di pabrik di Kota Batam.

Iya, Batam sebetulnya kota industri. Sedemikian banyak pabrik dan perusahaan asing yang berlokasi di Batam. Maka tidak heran, sebagai kota perbatasan dengan negara luar, kota industri ini memiliki masalah kesehatan yang cukup pelik dan beragam. Akan tetapi, dinas kesehatan Kota Batam juga melakukan banyak sekali tindakan pencegahan dan pengobatan yang hasilnya sangat signifikan. Kesehatan pun menjadi salah satu bagian dari visi Kota Batam untuk mewujudkan masyarakat Batam yang mandiri dalam hidup bersih, sehat, dan berkeadilan.

Data Kesehatan Kota Batam

Saat ini, sudah tercatat 15 rumah sakit di Batam, 17 puskesmas, 65 rumah sakit bersalin, dan 182 klinik yang tersebar di seluruh wilayah Batam. Hampir seluruh penduduk kota Batam sudah memiliki jaminan kesehatan yang mencangkup JKN, Jamkesda, dan asuransi swasta. Tidak heran kalau Kota Batam mendapatkan award dari Kementrian Kesehatan karena sudah mengintergrasikan Jamkesda dengan JKN.

Pemaparan data ini saya dapatkan dari pemaparan Pak Chandra (Dinas Kesehatan Kota Batam), pada saat malam silaturahmi antara Blogger, Wartawan, Kemenkes, dan Dinas Kesehatan Kota Batam. Masih dalam rangkaian Press Tour yang malamnya itu, saya mendapatkan banyak insight menarik tentang kesehatan di Kota Batam. Seringkali, kita tidak paham, bagaimana kerja kerasnya para tenaga kesehatan ini memberikan banyak penyuluhan di berbagai wilayah.

Hasilnya? Sejak tahun 2015, Kota Batam sudah bebas dari malaria. Bahkan pada tahun 2014, Dinas Kesehatan Batam mendapatkan penghargaan sebagai kota yang bebas dari penularan malaria setempat dan bukan lagi daerah penular malaria. Sampai saat ini, Batam tidak lagi memiliki penderita malaria. Tentunya berkat kerja keras para tenaga kesehatan terutama Ibu Sri Rupiati, Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Batam, yang disebut oleh Bowo seperti Ibu Risma 🙂

Masalah kesehatan yang menjadi momok menakutkan di Kota Batam sekarang ini adalah, penularan penyakit HIV/Aids yang jumlahnya cukup tinggi di Indonesia. Tapi kenapa bisa tinggi? Itu karena didata dengan jelas dan pasti. Banyak dilakukan pendekatan kepada para pelaku yang rentan terhadap HIV/Aids, bahkan semua ibu hamil dilakukan tes darah untuk pemeriksaan HIV/Aids. Itulah kenapa datanya terlihat besar. Karena mungkin di kota lain, data tidak seakurat itu sehingga tidak terlihat pasti berapa banyak ODHA yang ada di kota tersebut. Untuk kasus HIV/Aids Kota Batam ini, postingannya terpisah ya (biar seru) ^^.

Gunakan Data.go.id Untuk Informasi

Keakuratan data yang dimiliki oleh Ibu Sri dan rutinnya Dinkes melakukan pendataan menjadi informasi yang berguna bagi kebutuhan jurnalis atau blogger. Bahkan masyarakat luas atau mahasiswa saat ini juga bisa mendapatkan data tersebut. Sehingga apa yang ditulis, atau sedang dalam penelitian bisa menjadi rujukan yang tepat. Bank data yang bisa diakses oleh masyarakat luas adalah Data.go.id.

Data.go.id ini adalah semacam one stop shopping data, yang bisa kita cari melalui akses pencarian di www.data.go.id. Data yang dimiliki berasal dari berbagai sektor instansi pemerintahan yang tentunya bisa digunakan dengan bebas. Uniknya, kita bisa meng-compare antara data dari instansi satu dan instansi lainnya. Portal data ini memiliki prinsip satu data, yaitu perbaikan tata kelola data internal pemerintah, Interoperabilitas dan pemanfaatan data lintas K/L/D untuk pengambilan kebijakan, dan transparansi & akuntabilitas pemerintah yang mendorong partisipasi masyarakat.

Fitur pencarian datanya sangat mudah. Bisa difilter berdasarkan dataset dengan keyword, berdasarkan organisasi, berdasarkan tag, dan berdasarkan grup. Tentunya data ini bisa diunduh untuk digunakan sesuai keperluan. Jadi sekarang, kita bisa menulis dan berbicara berdasarkan data yang ada sebagai penunjang.