Ngga cuma travel aja yang bisa goes wrong. Tapi ternyata hotel juga bisa. Sebagai bagian dari travelling, akomodasi satu ini ngga bisa dilepaskan. Udah semacam bagian penting setiap perjalanan. Nah, kadang nih saking banyaknya pilihan hotel dan banyaknya rekomendasi bikin kita bingung. Jatuhnya jadi ngasal pilih atau menyesuaikan budget.

Dari asal ngasal itu, jadilah banyak cerita tentang hotel yang buat saya goes wrong. Ngga sesuai dengan ekspektasi. Ngga berlebihan sebetulnya ekspektasi saya, tapi kalo ternyata ngga bisa bikin nyaman karena tujuannya pengen tidur, ya goes wrong aja jadinya hahaha.

Rupiah Jadi Alasan

Jadi ceritanya waktu itu saya pergi ke Singapura bersama suami. Yah hitung-hitung bulan madu setelah anak-anak usia gede. Dasar saya yang memang hobi banget hunting hostel yang murah, jadilah saya asal memilih hostel di salah satu situs booking.

Sudah saya perhatikan tipe kamarnya, tempat tidurnya, dan lokasi yang lumayan strategis. Rasanya memang cocok dan murah hahaha. Jadilah ambil dua malam dan suami saya oke-oke aja. Setibanya di sana, sudah tengah malam. Bahkan self check-in dengan dikasi passwordnya. Pas sampai di kamar, saya dan suami kaget luar biasa hahaha.

Kamarnya memang kecil, tapi penutupnya itu loh yang luar biasa. Yang ternyata adalah tirai wkwkwk. Oke, saya baru kali ini mendapati tempat penginapan dengan penutup tirai. Jadi agak aneh. Dan karena seperti model kapsul, di bawah kamarnya juga ada orang.

Kebayang dong awkward momen dan juga kenyamanan yang hilang saat masuk. Lebih parahnya lagi, hostelnya lagi ramai dengan orang Indonesia yang rombongan ke Singapura. Lengkap sudah wkwkwkwk. Setengah kesal, jadinya malam itu juga suami langsung booking untuk pergi ke hotel bintang tiga dekat dari situ.

Keesokannya, sayalah yang ngomong ke resepsionis dan bilang bahwa budget kami menipis dan terpaksa harus menginap hanya semalam. Hahaha mungkin pikirnya, jawaban yang aneh. Sesudah itu kami langsung cabut ke hotel terdekat dan untungnya diperbolehkan early check in. Dogh tau kalo dibayarin hotel bintang tiga mah, dari awal ajaa sihhh hahaha.

Mandi Bersama Kecoa

Cerita berikutnya adalah waktu saya, Mba Haya, dan Mba Ani waktu ke Surabaya. Untuk menghemat dan pengen ala-ala backpacker, ceritanya kita ngga nginep di hotel. Jadilah ngga booking hotel sama sekali. Ngga taunya karena perjalanan nyaris 16 jam naik kereta ekonomi, kami sudah ngangkat bendera putih dan memutuskan untuk nginap ke hotel.

Jadilah saya browsing, hotel apa yang dekat dengan tempat acara. Karena sudah tengah malam dan late check-in banget, ngga bisa dong booking. Ya sudah, kita cuma ancer-ancer aja mau nginap di daerah mana.

Sesampainya di Surabaya, jadilah saya merujuk ke sebuah hotel yang berada persis di gedung acara. Apa mau di kata, hotel minimalis dan modern tersebut penuh huhuhu. Jadilah pak supir taksinya menawarkan opsi untuk menginap di sebuah hotel yang tidak jauh dari situ. Tapi ditekankan bahwa hotelnya ngga bersih. Qiqiqi di pikiran kita mah, yang penting bisa tidur. Ngga bersih ngga masalah.

Daaannn, eng ing eng. Hotel tersebut berusia sangat tua walaupun berlokasi sangat strategis. Saking capeknya, begitu masuk kamar, kita bertiga langsung tidur. Iya tidur dalam keadaan pintu belum dikunci hahaha. Karena kebiasaan pintu otomatis lock, kita sampai ngga inget kalau pintunya manual.

Yang lebih parah adalah kamar mandinya. Tidak terlalu bersih, showernya agak rusak, flush closetnya ngga jalan, dan ada kecoa berkeliaran wkwkwkwk. Sarapannya juga seadanya dan hotel ini seperti hidup segan mati tak mau huhuhuhuu. Well, saya belum pernah mandi ditemani oleh kecoa dan kayaknya ngga bakal lupa secara itu adalah hotel.

Murah Tidak Selalu Meriah

Tau kan rasanya pengen jalan-jalan, pengen belanja banyak, pengen jajan tapi ngga punya banyak budget buat penginapan. Akhirnya hunting sana sini di berbagai aplikasi cuma buat cari yang harganya murah. Belum lagi cek di Promotion Hotels.com. Kejadiannya ini waktu ke Bandung baru-baru aja, bareng Salman, Mba Nunik, dan Putri KPM.

Karena ngga ada sponsor dan kita juga budgetnya terbatas untuk berempat, kita bener-bener menekan budget yang ngga terlalu perlu yaitu penginapan. Sudah bolak-balik cek, ternyata yang dapat harga murah adalah di Pegipegi hotels. Harganya beneran murah dan waktu itu cuma bilang ke Salman untuk booking dan bayar.

Ternyata sodara-sodara, pengennya nginep di sekitar Braga supaya ngga jauh buat jajan kuliner. Eh ternyata Salman booking hotel dengan mata tertutup. Dia asal ambil yang murah dan dapetnya di daerah Sutami. Dan itu kaya jauh banget ke mana mana hahaha.

Yang parahnya lagi, hari itu hujan dan macet di mana-mana. Jadilah sepanjang jalan kita ngomel-ngomel ke Salman dan selalu ngebahas salah booking lokasi hahaha. Ssstt katanya memang daerah situ agak gimana, pantes aja si Putri ngga tenang tidurnya karena dia bilang ada yang ribut lagi ngomong dan ada suara keran air. Ihhh, saya mah udah tenang di alam mimpi wkwkwk.

Hotel Kembar

Hotel sekarang ini biasanya berada dalam sebuah jaringan. Dalam satu manajemen yang sama kadang memiliki nama yang sama juga. Kejadiannya di Singapore juga waktu itu. Saking banyaknya nama belakang hotel yang sama, kadang suka bingung mana yang benar dibooking.

Lucunya, saat itu saya cuma berpatokan sama nama saja. Bukan lokasi tepat dan ancer-ancer. Yang bikin keadaan makin parah adalah, dalam satu blok tersebut ada lebih dari 5 nama hotel yang sama. Jadilah saat berkunjung ke hotel yang satu, ternyata bukan itu. Jalan lagi, ternyata bukan itu. Wahaha sampai hotel yang kelima dikunjungi baru itu adalah hotel yang benar. Hadeuh, capek ya bokk keliling dan rasanya jadi bete banget hahaha.

Saya ini padahal jarang banget travel goes wrong, karena rajin banget ngurusin printilan kalo lagi traveling. Ngga taunya, satu hal yang saya suka missed adalah masalah hotel. Mungkin karena saya mendewakan aplikasi booking itu, jadinya bisa merasa bahwa urusan hotel bisa diserahkan begitu aja. Tapi ternyata kudu cek dan ricek lagi. Tapi selain kaya saya gini, pada punya cerita hotel goes wrong ngga sih? ^^