Ada yang sadar ngga sih? Beberapa hari lalu kira-kira tanggal 1 Oktober, suhu udara sedang berada di titik terpanasnya. Kayaknya mencapai 40 derajat loh. Karena waktu itu, ada teman yang kasih photo pengukuran suhu di hari itu. Wuih, kaget dong sudah sepanas itu. Saya juga ingat sih, hari itu panasnya luar biasa dan berkeringat sana sini.

Apalagi waktu itu, ada kerjaan keluar rumah yang mengharuskan naik kereta dan naik ojek. Duh, lengkaplah hari itu panas-panasan di luar rumah. Setelah sampai rumah, kebeneran lagi apes juga, AC di rumah mati. Baru inget semalam listrik turun kalau menyalakan AC kamar saya. Ampun deh, niat ngadem cepet-cepet malah jadi bete.

Repotnya kalau AC mati adalah, tentu saja jadi kepanasan. Yang kedua, susahnya cari tukang service AC. Masalahnya, AC saya ini jarang banget bermasalah. Karena memang usianya yang baru beberapa tahun dan saya juga jarang memakainya. Lalu, saya ngga punya tukang service AC tetap. Kenapa? Selain karena ngga pernah menyimpan nomor service AC, saya juga agak kapok dan bingung milih tukang service.

Hati-hati Kalau Isi Freon

Jadi ceritanya, pernah beberapa waktu yang lalu AC saya ngga dingin. Praktis dong nelepon service AC. Dan saya kan ngga pernah nyimpen nomor dan ngga begitu kenal dengan tukang service. Jadinya cuma asal random ambil selebaran yang ditaro di pagar. Itu sampai ada 5-6 info service yang bisa digunakan.

Sambil cap cip cup, telepon deh salah satu tukang servicenya. Tapi kadang-kadang, ngga bisa langsung dateng loh. Biasanya nunggu satu atau dua hari sesuai jadwal mereka. Dan ini kejadian di semua tukang service. Aneh kan, mereka laris banget, pikir saya waktu itu. Jadinya dua hari kemudian baru diservice dengan isi freon saja. Sampai situ, saya pikir udah aman.

Ngga lama, sekitar dua-tiga minggu kemudian ternyata rusak lagi. Udara yang keluar jadi panas, duh bete banget kan. Karena itu bener-bener baru ditambahkan freon. Sedangkan yang saya tau, freon itu ngga pernah habis, yang ada pasti bocor. Trus cek outdoor, kok ada kaya gumpalan es yang cukup banyak. Yah, bener deh pikiran saya. Sepertinya ada yang dilonggarkan sehingga freonnya menjadi bocor. Ini kaya trik nakal tukang service, untuk selalu balik lagi ke dia dan jadi sering mengisi freon 🙁

Akhirnya, saya nelepon tukang service lain dan paham dengan caranya yang ngga baik banget untuk mendapatkan pelanggan. Dari situ, mulai kapok dengan sembarangan memilih tukang service dan untungnya yang datang dan memperbaiki cukup baik. Taunya dari mana? Karena bapaknya itu memberikan garansi selama sebulan dan harus menelepon dia lagi kalau bermasalah. Nah, ini cukup banget buat saya.

Ganti Outdoor atau Beli Baru

Masalah satu sudah selesai, masalah yang lain datang. Kali ini tiga bulan lebih setelah masalah Freon teratasi. Lagi panas-panasnya dan juga hujan deras plus badai di hari berikutnya. Siang hari bisa panas banget dan malamnya bisa dingin. Apesnya lagi, cuaca lagi panas-panasnya, AC saya rusak. Entah kenapa, listrik selalu turun kalau menyalakan AC.

Entah karena tegangannya terganggu, atau memang rusak karena sudah mengeluarkan bunyi aneh gitu. Dan akhirnya, karena ngga tahan dengan cuaca panas, teleponlah service AC. Setelah diperiksa ternyata Outdoornya bermasalah. Satu-satunya jalan adalah harus diganti baru atau membeli AC baru.

Karena merasa Indoor masih lumayan bagus, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Outdoornya aja. Itupun cari yang second dan harganya juga sudah jutaan. Walah, ribet banget jadinya masalah AC ini. Karena udah ketergantungan banget dan kalau tanpa AC tuh rasanya hidup ngga lengkap *eaaa.

Apalagi harga AC memang ngga murah, rasanya kok sayang aja mengeluarkan uang untuk barang elektronik. Jadinya agak setengah menyesal dan berharap bisa cari merek yang bagus, supaya lebih irit di belakang walaupun harganya mahal. Nah, kalau yang pada punya AC pasti ngga lepas dari masalah kecil tapi kok ya ribet. Berdasarkan pengalaman saya nih yang bolak balik ngurusin AC, ada 3 hal yang harus dilakukan saat AC rusak:

  1. Cek Kondisi AC

Cara paling mudah untuk mengecek adalah suhu ruang yang panas walau sudah berada di titik yang paling dingin. Ini jangan lupa juga cek settingan di remote. Siapa tau settingannya ngga dingin tapi hanya kipasnya aja. Trus cek juga kondisi outdoornya. Apakah ada semacam gumpalan es yang menumpuk atau tanda-tanda mencurigakan lainnya

  1. Panggil Tukang Service

Mencari tukang service ternyata ngga gampang loh. Pernah sih suatu waktu googling dan nemu yang dekat rumah, tapi ternyata waktu tunggunya sampai seminggu. Lalu kalau sekedar menelepon dari selebaran, kita ngga tau mana yang bisa dipercaya. Jadi sebaiknya sih menemukan satu tukang service yang bisa dipercaya. Kalau saya lebih seperti membuat perjanjian, kalau ada apa-apa saya akan kembali ke tukang servicenya. Paling tidak saya bisa meminta garansi service yang cukup lama.

  1. Ganti Dengan Yang Baru

Ini sudah pilihan kalau ternyata kondisi AC sudah sangat parah. Apalagi kalau ternyata beli sparepartnya kok kaya beli AC baru. Mending cari yang memang harganya lumayan mahal tapi dengan banyak jaminan dan sparepart yang gratis. Pilihannya memang banyak dan menawarkan berbagai macam kelebihan. Tapi kalau saja nanti AC saya sudah mulai rewel lagi, saya sepertinya akan memilih GREE.

Jaminan 180 Hari Ganti Baru

Ganti gratis selama 6 bulan kalau AC bermasalah? Siapa yang ngga mau. Penawaran menarik ini datangnya dari AC bermerek GREE. Inilah yang jadi pilihan utama saya memilih GREE dibandingkan merek yang lain. Harganya yang lumayan terjangkau untuk tipe AC Split plus jaminan garansinya ini yang memang saya butuhkan.

daftar-harga-ac-gree

Tidak hanya ganti gratis saja apabila terdapat kerusakan pada unitnya, tapi ada juga 5 tahun garansi perbaikan compressor dan 3 tahun garansi sparepart untuk tipe split mounted wall. Persis kan dengan apa yang sering saya alami dan yang saya butuhkan. Jaminan ini bukan apa-apa sih, karena memang GREE terbukti memiliki 0 komplain mengenai kualitas produk.

Mungkin belum pada familiar ya dengan merek GREE apalagi di rumah tangga. Karena memang yang saya tau, GREE ini digunakan di gedung-gedung dan sudah menjadi andalan para kontraktor Mechanical Elektrical. Malahan, standar yang biasa digunakan, memang GREE ini. Jadinya saya ngga khawatir lagi kalau menggunakannya untuk keperluan di rumah. Yah kalau ujung-ujungnya banyak masalah, kenapa cari yang ribet ya.

GREE sendiri adalah perusahaan AC yang terbesar di dunia dan sudah berdiri sejak 1991. Tidak heran kalau GREE sudah mentasbihkan sebagai pelopor AC canggih. Karena sudah sangat berpengalaman dan mengembangkan sendiri teknologinya. Apalagi memiliki pabrik produksi yang tersebar di Negara Tiongkok, Brazil, dan Pakistan.

Yang terbaru, GREE menjadi sponsor Olimpiade Rio 2016 loh kemaren. Makanya saya kayaknya pede mau beli ini, karena selalu berpatokan apalagi barang elektronik, harus yang sangat berpengalaman sehingga ngga mengalami berbagai macam drama AC saya hahaha. Walaupun ternyata di Indonesia, GREE baru berdiri 2015. Tapi saya tau banget, produknya GREE sudah ada di pasaran sejak lama.

Buat yang lagi cari solusi AC, apalagi saya yang nunggu waktu aja AC bermasalah lagi, kayaknya akan merencakan beli AC dalam waktu dekat. Karena promo 180 hari ini berlaku dari tanggal 20 September sampai 20 Desember 2016. Masih ada waktu buat ngumpulin uangnya dan ikutan promonya deh ^^.