Generasi milenial saat ini, lebih banyak mengembangkan diri di bidang kreatif. Sifat yang selalu bosan, sepertinya menjadi pemicu kalau kegiatan kreatif tidak akan membuat jenuh. Begitu juga dengan tren bisnis saat ini, yang sudah mulai didominasi oleh anak muda yang mengandalkan ekonomi kreatif.

Ngga heran kalau kita bisa melihat ada produk yang berkembang sesuai selera anak muda, atau mendapatkan untung dari hobinya seperti membuat animasi. Bahkan ada yang mampu melihat potensi pariwisata kreatif yang semakin berkembang saat ini. Wuih, rasanya kalau ngga bergelut di bidang kreatif kok ketinggalan ya hehehe.

Salah satu anak muda yang menginspirasi dan memiliki produk kreatif adalah Andi Martin, CEO dari Kratoon Channel. Nah, ini segmentasinya cocok banget untuk anak muda dan pangsa pasarnya memang sudah ada walaupun masih kecil. Kalau ada yang tahu animastrip Juki yang popular, yang membuat adalah Kratoon ini. Lucu dan seru kan dunia kreatif.

Karena jamannya sekarang ini adalah jaman orang kreatif, BCA sebagai institusi perbankan ternyata sangat mendukung kekuatan ekonomi bidang kreatif loh. Sewaktu acara Kafe BCA III kemarin, yang diadakan di Menara BCA hari Senin tanggal 19 September 2016, hadir para pelaku industri kreatif dan bercerita banyak tentang industri ini. Tema kali ini adalah OK (Orang Kreatif): Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia. Tentunya Andi Martin tadi juga hadir dan bercerita banyak mengenai industri yang tengah dijalaninya.

Acara ini dibuka langsung oleh Bapak Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA. Selain itu juga ada Ibu Erda Rindrasih, seorang pengamat pariwisata dan industri kreatif dari UGM. Hadir juga Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya APINDO Bapak Solihin Sofian, Pengamat Ekonomi Bapak Cyrillus Harinowo, Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) Mas Fiki C. Satari, dan GM BCA Learning Service Ibu Lena Setiawati.

Paparan dari narasumber ini rata-rata bercerita tentang potensi ekonomi kreatif yang ternyata cukup besar. Apalagi di bidang pariwisata, karena sekarang ini orang Indonesia cenderung menjadi pejalan yang mandiri dan butuh banyak bantuan dari orang-orang kreatif. Wah menarik yah.

Belajar Kreatif Dari Andi Martin

Siapa yang ngga suka kartun? Apalagi animasi atau bahkan sekedar karakter saja. Ternyata, kelihatannya sepele namun memiliki potensi bisnis yang luar biasa. Tahu karakter Brown dari Line? Bahkan karakter lainnya yang sudah sangat akrab. Sebuah karakter yang hanya stiker bahkan tanpa cerita, ternyata mampu menjual merchandise sedemikian banyaknya di seluruh dunia.

Potensi kreatif yang digali dengan unik dan mendalam, ternyata mampu menjadi hal yang dapat dijual. Buktinya, karakter terbaru dari Sanrio yaitu Lazy Egg atau yang dikenal dengan Gudetama ini mampu menjual berbagai macam produk di seluruh dunia. Hmmm, keren banget yah kalau bisa menggali sisi kreatifnya. Nah gimana caranya sih? Kalau kata Andi, ini dia tipnya:

  1. Ciptakan suatu karakter dan berceritalah. Karakter ini memang harus unik, tetapi tidak terlalu harus yang memiliki gambar yang bagus. Ceritakan karakter ini seperti apa dan apa yang dia lakukan. Sebaiknya memang yang sehari-hari yang dapat dipahami oleh orang sekitar walaupun hanya berupa gambar minimalis.
  2. Buatlah produk dan sebarkanlah. Produk di sini bisa berupa merchandise atau komik strip yang pertama kali bisa disebar secara gratis di media social. Nantinya akan dikenali dan pada saat membuat produk yang akan dijual, tentunya menjadi lebih mudah.
  3. Kolaborasi dan berkembanglah. Salah satu cara untuk dapat dengan mudah dikenali dan memasarkan produk adalah dengan berkolaborasi. Kemudian, rajin-rajinlah belajar untuk pengembangan diri dan juga kemampuan.

Kalau ketiganya ternyata mampu dilakukan dan dijalani, pasti akan ada jalan menuju global. Tentunya kalau mau global, hal ini tidak lepas dari bantuan pembiayaan. Susahnya memang kalau bentuknya adalah startup yang tidak ada produknya. Karena syarat utama dari pembiayaan dari bank adalah memiliki produk nyata dan mampu berkembang.

Orang Kreatif di IKF 2016

Pertumbuhan ekonomi kreatif ini ternyata menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi Negara, bahkan sudah masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) 2015-2019. Tentunya, arah kebijakannya adalah memfasilitasi orang kreatif (OK) di sepanjang rantai nilai. Mulai dari tahap kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, sampai konservasi. Duh beruntungnya ya kalau jadi OK.

Apalagi BCA melalui BCA Learning Service juga memberikan dukungan kepada Orang Kreatif ini, melalui Indonesia Knowledge Forum (IKF) V. Temanya adalah Moving Our Nation To The Next Level: “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy” tanggal 6-7 Oktober kemarin.

Acara yang diadakan di Ritz Carlton Pasific Hotel Jakarta ini, berhasil mendatangkan pembicara keren-keren loh. Antara lain, Emirsyah Satar (Chairman of MatahariMall.com), Yohanes Surya (Founder of Yayasan Surya Institute), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Fauzi Ichsan (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan), Willian Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Pandji Pragiwaksono (Indiepreneur, Stand-Up Comedian), dan masih ada 12 pembicara lainnya loh. Setelah dibuka oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, IKF V kemarin secara resmi ditutup oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya yang memberikan inspiring closing speech dengan tema “Optimizing Knowledge and Creativity of New Generation”.

Melalui acara IKF 2016 ini, harapannya tentu saja mampu meningkatkan jumlah dan kapasitas dari para Orang Kreatif. Tentu saja, soal kreatif ini bukan hanya untuk generasi milenial atau yang dibawah 30 ya. Yuk yang seumuran saya *eh, kita ikutan kreatif juga. Jangan mau kalah ^^.