Alasan klasik orang tidak sarapan adalah tidak ada waktu atau pengen diet agar kurus. Yang kedua, itu saya banget hehehe. Kalau yang tidak ada waktu, sudah pasti itu punya ibu-ibu yang sibuk mengurus kesibukan di pagi hari dan terlupa dengan kebutuhan dirinya sendiri. Sisanya, ada yang sarapan berkali-kali karena terus-terusan merasa lapar.

Faktanya, sepertiga perempuan dewasa Indonesia (30,2%) ternyata tidak sarapan. Termasuk saya kayaknya. Karena memang ada beberapa alasan, kenapa sarapan ini bisa dilewatkan. Yang pertama adalah tidak biasa. Sewaktu kecil, kita memang terbiasa sarapan. Tapi semakin dewasa, karena berbagai hal, sarapan sering dilewatkan. Akibatnya lama-lama terbiasa untuk tidak sarapan.

Yang kedua, tidak ada waktu. Saking beratnya hidup di jaman sekarang yang serba macet dan merasa sempit waktu, banyak sekali perempuan yang melewatkan sarapan karena alasan ini. Sarapan yang biasa dilakukan adalah sarapan berat yang harus dilakukan di meja makan, jadi akan susah apabila terlalu mobile. Dan cara paling mudah menghemat waktu adalah melewatkan sarapan.

Ketiga, tidak merasa lapar. Ini terjadi biasanya karena malam hari sudah makan terlalu banyak. Sehingga di pagi hari, perut masih terasa kenyang dan tidak ada keinginan untuk sarapan. Sering? Saya juga sering ini. Saking sibuknya dan terkadang malam sudah makan, betul-betul lupa untuk sarapan.

Takut gemuk adalah alasan keempat kenapa tidak sarapan. Teori asupan kalori yang dibutuhkan dalam sehari, terkadang memotong di jam sarapan. Padahal, kalau tidak sarapan, makan siang akan lebih banyak dan kalori yang masuk malah tidak terkontrol. Jadi walaupun merasa takut gemuk, tetap wajib hukumnya sarapan walaupun hanya satu potong pisang saja.

Yang terakhir adalah tidak tersedianya sarapan. Ini masalah juga, karena saking sibuknya, sarapan suka tidak tersedia dan tidak ada yang bisa dimakan. Biasanya saya mensiasati dengan membeli sereal untuk anak-anak yang praktis, atau minuman berenergi yang mudah disimpan. Jadi stok sarapan akan selalu ada kalau memang tidak sempat masak.

Fakta tentang sarapan ini dipaparkan oleh Prof Hardiansyah MS PhD, ahli gizi dari IPB, yang bikin saya mengangguk-angguk tanda setuju. Data tersebut memang benar, karena saya sendiri masuk di semua alasan, kenapa saya tidak sarapan. Sebagai perempuan dan ibu, tentu saja perlu kebutuhan sarapan yang ekstra. Tapi selalu saja ada alasan yang membuat saya melewatkannya. Padahal, sarapan itu ternyata penting sekali.

Sarapan Itu Penting

Pemerintah sendiri mendukung sarapan sehat dengan memberikan pedoman gizi seimbang (dulu dikenal dengan empat sehat lima sempurna) yang terdiri dari makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, dan buah-buahan. Dan salah satu dari 10 pesan utama gizi seimbang adalah “Biasakan Sarapan”. Karena menjadi bagian penting dari gizi seimbang. Apapun alasannya, utamakan sarapan. Karena dengan sarapan, maka kita akan mendapatkan kecukupan gizi dan juga energi yang cukup untuk beraktivitas di pagi hari.

Sarapan pun juga harus sehat yang artinya makanan dan minuman yang memiliki gizi tinggi dan dilakukan sebelum beraktivitas yang padat. Tentu saja tujuan dari sarapan ini adalah supaya kita menjadi cerdas, aktif, dan sehat. Hal ini harus dibiasakan sejak kecil. Dan sebagai ibu, sudah sangat wajib membiasakan anak-anaknya sarapan agar memiliki gizi seimbang dan selalu aktif.

Tapi bagaimana nih kalau kita yang perempuan dewasa ini? Masalah sarapan sedemikian pelik, susah diatasi, dan buat saya belum ada solusi yang nyaman untuk sarapan. Seperti misalnya, kalau lagi laper, saya akan beli bubur ayam, atau malah ngga makan sama sekali karena mikirin kalori. Atau skip sarapan karena sedang keburu waktu.

Nah, pas banget lagi bingung masalah sarapan, saya kemarin diundang ke acara konferensi pers BelVita “Wholesome and Balanced Breakfast For Productive On-The-Go Lifestyle”, pada tanggal 22 November 2016. Masalah sarapan yang bikin perempuan galau bin ribet, ada solusi yang lebih praktis dan tidak menghilangkan seni dari sarapan itu sendiri.

Belvita, Buat Kita Yang Sibuk

Alasan tidak sarapan yang diungkapkan oleh Prof Hardiansyah tadi, bisa menjadi sedikit gambaran buat kita. Kelihatannya kecil, tapi kok ya penting. Dan salah satu solusinya adalah sarapan praktis yang mengandung gizi yang tinggi. Seperti biskuit yang mengandum gandum.belVita yang biasa kita kenal sebagai biskuit, ternyata sekarang ini memperkenalkan biskuitbelVita yang khusus untuk sarapan yang dinamakan belVita Breakfast. Cukupkah hanya ngemil biskuit?

Biskut belVita dibuat dari gandum utuh yang memang cocok untuk sarapan. Biasa dipakai untuk sereal, dan sekarang ternyata menjadi lebih praktis. Tinggal makan aja selagi dimana saja. Gizinya? Jangan ditanya, karena sudah tentu mengandung 5 vitamin (vitamin A, B1, B2, B3, D) dan 3 mineral (kalsium, zat besi dan seng). Lebih penting lagi, kemasannya ini cukup loh untuk perorangan. Jadi cocok banget dibawa sebungkus untuk ngemil dan ngga melewatkan sarapannya.

Untuk rasa, ada dua yang enak banget. Bisa milih kombinasi madu dan coklat atau kombinasi susu dan sereal. Keduanya enak dan saya suka keduanya hehehe. Yang terpenting adalah dengan mengkonsumsi dua bungkus belVita (4 biskuit) dipagi hari ditambah buah plus susu, sudah mencukupi kebutuhan kalori sampai dengan 360 yang merupakan 18% kebutuhan total kalori harian.

Praktis dan menjadi solusi sarapan sehat, ini yang sedang saya lakukan bersama belVita sekarang. Sarapan bisa menghemat waktu dan dilakukan di mana saja. Cukup membawa 2 bungkus, tinggal gigit aja pas lagi laper hehehe. Kenapa sih ngga dari dulu ada biskuit yang khusus untuk sarapan ya. Kalo begini kan, jadi ngga ngelewatin sarapan lagi. Ssst, beneran enak biskuitnya.

0 0 vote
Article Rating