Punya anak dua, belum kepikiran lagi untuk nambah. Kayaknya udah cukup banget, ada cowok dan ada cewek. Karena bukan masalah ngga maunya, saya lebih kepikiran gimana masa depan mereka. Jaman sekarang, ngga cukup bikin mereka kenyang aja. Tapi banyak hal yang harus dipertimbangkan. Mulai dari pengasuhan, kesehatan, sampai pendidikan. Kalau mau dirinci pasti banyak banget.

Salah satu yang menjadi perhatian utama saya adalah masalah pendidikan. Karena bagaimanapun, pendidikan itu sangat penting. Hanya itulah bekal yang bisa diberikan, yang kelak ilmunya akan bermanfaat untuk anak dan orang lain. Makanya, saya concern banget dengan pendidikan untuk anak-anak saya.

Salah satu caranya memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak sampai mereka besar adalah dengan asuransi pendidikan. Bahkan saat mereka lahir, saya dan suami sudah mendaftarkan mereka pada sebuah asuransi pendidikan yang cocok. Keputusan untuk langsung memberikan mereka asuransi pendidikan ini bukan tanpa alasan.

Yang namanya pendidikan, kalau mau bagus, memiliki fasilitas lengkap, guru yang kompeten, kurikulum yang baik, itu pasti mahal :(. Apalagi kalau ingin bersekolah di kelas Internasional. Duh, saya sebenarnya ngga kepikir kalau mereka sudah memasuki masa kuliah, entah berapa yang harus dibayarkan untuk masuk ke universitas.

Tapi untuk sekarang, kedua anak saya bersekolah di negeri. Ya karena alasan klasik, selain murah, orang tua saya selalu menyarankan masuk ke sekolah negeri. Masih ingat kan, kalau jaman kita dulu, kebanyakan pada sekolah di sekolah negeri hehehe. Jadi, dengan biaya sekolah yang murah karena hanya membeli peralatan sekolah saja, saya masih bisa menabung premi asuransi untuk masa depan mereka yang lebih baik.

Di masa akan datang, di jenjang yang lebih tinggi itulah saya dan suami menyiapkan dana untuk pendidikan mereka. Itulah kenapa, sedari awal saya dan suami sudah merencanakan asuransi pendidikan bahkan sebelum mereka lahir. Sehingga pada saat kedua anak saya masih berusia 2 bulan, mereka sudah terdaftar di asuransi.

Memilih asuransi ini tentunya tidak mudah juga. Dengan adanya tawaran asuransi di mana-mana, harus banget pinter memilih, supaya tepat dengan target usia anak saat kuliah. Karena sekarang sudah mengikuti asuransi selama 8 tahun dan 7 tahun untuk kedua anak saya, saya bisa kasih tips nih. Kira-kira asuransi pendidikan seperti apa yang cocok untuk dipilih.

Buat saya, harus ada kemudahan pengambilan dana dan ngga ribet syaratnya. Ditambah lagi yang terjangkau preminya dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak. Secara ringkasnya, tips dari saya sebagai berikut:

  1. Pastikan asuransinya memiliki jaminan biaya pendidikan. Karena biasanya ada yang juga untuk kesehatan tapi dapat digunakan/ditawarkan juga untuk pendidikan
  2. Jika target adalah untuk biaya kuliah, pastikan bisa digunakan sampai anak berusia maksimal 23 tahun. Siapa tahu, ada universitas favorit yang dituju dan memungkinkan masuk kuliah terlambat
  3. Kalau bisa, pilih yang memerlukan pemeriksaan kesehatan. Karena berbeda dengan asuransi jiwa, asuransi pendidikan tidak memerlukan itu sebetulnya
  4. Kebutuhan pendidikan anak kadang tidak terduga, bisa saja sewaktu-waktu ingin menggunakan sebelum masa kuliah. Pastikan asuransi tersebut memiliki fasilitas pembayaran tunai yang bertahap dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anak

Sesederhana itu aja sih sebetulnya memilih asuransi. Yang terpenting kan rajin bayar preminya dan fokus pada pendidikan yang dijalani oleh anak-anak hehehe. Karena kalau sudah memiliki asuransi pendidikan semenjak anak lahir, ngga terasa loh. Seperti sekarang yang saya rasakan, tiba-tiba sudah berjalan lebih dari 8 tahun.

Pentingnya Asuransi Pendidikan

Masih banyak yang belum menyadari bahwa anak-anak juga membutuhkan asuransi pendidikan. Padahal setiap tahunnya biaya pendidikan naik. Apalagi di jenjang universitas yang harganya sampai geleng-geleng. Jurusan favorit seperti kedokteran, teknik, dan lainnya memakan biaya yang tidak sedikit. Biayanya juga akan semakin tidak terduga dan selalu naik setiap tahunnya.

Persiapan keuangan yang tidak direncanakan jauh-jauh hari, tentunya akan merugikan anak kita dan orang tua. Jangan sampai cita-cita mereka kandas di tengah jalan karena tidak ada biaya sekolah hikkss. Pastinya orang tua tidak akan mau dan tidak tega kan melihatnya. Saya sendiri tentunya akan sangat sedih, kalau misalnya kedua anak saya ingin masuk sekolah kedokteran namun tidak ada biayanya hikss. Makanya bela-belain banget menabung di asuransi demi masa depan mereka.

Memiliki asuransi pendidikan juga dapat dijadikan cadangan dana apabila anak membutuhkan sewaktu-waktu. Seperti pindah sekolah, masuk ke jenjang yang lebih tinggi lagi, atau keperluan pendidikan mendadak. Karena beberapa asuransi memiliki fasilitas pembayaran tunai yang sesuai dengan jenjang pendidikan anak atau di jangka waktu 5,10,15, 18, sampai 23 tahun.

Memilih jenis asuransi juga penting dan ngga bisa sembarangan. Asuransi pendidikan yang baik tentunya memiliki program yang cocok dan tepat usia sesuai dengan jenjang pendidikan anak. Walaupun sekarang anak-anak sudah mulai sekolah, rasanya tidak ada kata terlambat untuk memulai. Lebih baik punya kan ya, dari pada tidak sama sekali.

Masalah asuransi pendidikan untuk anak ini seringkali diabaikan. Padahal, mana ada yang tahu kan seperti apa di masa depan. Saya sendiri memilih asuransi pendidikan, karena ingin anak-anak saya kelak memiliki jaminan pendidikan. Sehingga disaat mereka meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, saya tidak repot, anak-anak bisa sekolah dengan tenang, dan dapat bersekolah sesuai dengan cita-cita mereka.

0 0 vote
Article Rating