Ketakutan orang saat berbelanja online adalah tertipu. Bukan sekali dua kali saya mendengar cerita bagaimana barang yang dinanti tak kunjung datang setelah membayar penuh. Entah karena memang penjual berniat menipu atau ada kesalahan lain. Yang pasti, saya sebenarnya agak was-was kalau bukan berbelanja di tempat terpercaya semacam marketplace atau ecommerce. Padahal, penjual online yang berjualan di media sosial semacam Instagram juga butuh dukungan dan memiliki barang yang tidak kalah bagus dan unik. Tapi memilah penjual tepercaya ini yang peer banget.

Media sosial sudah sejak dulu dimanfaatkan para penjual sebagai tempat buka lapak. Jaman Multiply, harusnya buat ngeblog eh ada juga yang jualan. Facebook, Twitter, dan Instagram pun ngga kalah diserbu para penjual. Saya sih seneng-seneng aja, bisa buat cuci mata kalo lagi suntuk hehehe. Walaupun jarang sekali berujung beli, karena saya biasanya mikir dua tiga kali untuk transaksi. Aman ngga ya? Barangnya ori ngga ya? Tepercaya ngga ya? Apalagi kosmetik impor yang berharga mahal. Saya butuh berkali-kali meyakinkan diri sendiri sebelum transaksi.

Untuk mengatasi hal-hal yang bikin insecure waktu berbelanja melalui media sosial, saya biasanya membatasi pembelanjaan dengan nominal tertentu. Mengantisipasi kalau ketipu atau ditinggal kabur sama penjualnya huhuhu. Tapi alhamdulillah, selama ini aman-aman saja. Karena biasanya sebelum transaksi, saya akan banyak survei sana sini. Mulai dari cek komen, cek testimoni, cek timelinenya, dan memastikan akunnya aman. Baru kemudian transaksi dengan harap-harap cemas wekekek.

Social Shopping itu Bisa Aman

Untuk memastikan belanja melalui media sosial itu aman, dibutuhkan suatu platform yang sifatnya mirip rekening bersama. Sama seperti kita merasa aman belanja di marketplace atau ecommerce, saya ngga ragu untuk belanja dengan jumlah jutaan. Karena ada jaminan keamanan, kalau barang tidak datang atau ditipu oleh penjual pasti uang akan kembali 100%. Nah, hal itulah yang masih susah kalau berbelanja di media sosial. Tapi sekarang, solusinya sudah ada hohoho.

Adalah Uangku yang waktu itu melaunching aplikasinya dengan mengundang member Blogger Perempuan Network. Ngga hanya aplikasi dompet elektronik saja, tapi yang membedakan dengan aplikasi lainnya adalah fitur Shopping Payment Request. Penasaran apa itu? Memang barang baru banget yah, sayapun setelah mencobanya cukup takjub dan suka banget dengan fitur yang beneran mudah dan aman.

Oke, sebelum saya menjelaskan fitur Shopping Payment Request ini, tentunya pertama-tama harus download aplikasinya dulu. Mudah banget, tinggal cari di Play Store (Android) dan Apps Store (iOS). Setelah download, registrasi dulu dan diidentifikasi dengan nomor telepon. Jadi, nomor telepon berfungsi sebagai ID Uangku. Apabila nanti ditanya oleh penjual, maka nomor telepon ini yang diberikan untuk melakukan transaksi.

Lalu, lakukan top up untuk mengisi dana di Uangku. Top up ini gampang banget, karena saya pakainya mobile banking, jadi tinggal melakukan transfer antar bank sesuai petunjuk top up. Padahal, saya ini kan paling males kalo ngisi-ngisi, bahkan ngisi pulsa aja males, makanya pake prabayar. Tapi ternyata, top up Uangku beneran mudah banget.

Setelah dananya terisi, baru deh hunting online shop yang terdaftar sebagai merchant Uangku di list https://www.uangku.co.id/olshop-merchants. Tentunya list ini adalah list online shop tepercaya yang menerima pembayaran melalui Uangku. Ssssttt, banyak diskonnya loh wekekek. Kategorinya pun banyak, mulai dari fesyen, makanan dan minuman, kecantikan, asesoris gadget, dan lainnya.

Belanja melalui list merchant ini tentunya memudahkan untuk bertransaksi dengan Uangku dan yang pasti aman. Karena pada saat kita order dan mengatakan ingin membayar dengan Uangku kepada seller, maka di aplikasi akan muncul payment request sesuai dengan total belanjaan. Nah, jangan lupa untuk menyebutkan nomor telepon yang digunakan sebagai ID Uangku.

Step selanjutnya, akan muncul payment request di aplikasi sejumlah transaksi yang sudah disepakati. Baru deh kemudian tinggal dibayar dan dananya akan disimpan terlebih dahulu di Uangku. Setelah barang datang, maka kita bisa release pembayaran dan dananya baru masuk ke penjual.

See, aman dan mudah banget. Ngga perlu ke atm, ngga perlu was-was barang ngga sampe, dan semua dilakukan hanya dengan smartphone. Oia, Uangku ini juga dilengkapi dengan PIN saat masuk ke aplikasi. Jadi jangan khawatir kalau disalahgunakan orang lain.

Saat mencoba transaksi menggunakan Uangku, saya membeli empek-empek di Pempek Pak Cik. Maklum, penasaran dengan orang Palembang yang suka sarapan dengan empek-empek. Dan karena penjual empek-empek langganan saya hanya berjualan di sore hari, jadinya saya beli online untuk digoreng pagi harinya. Rasanya? Endess ya bokkk. Cukanya itu ternyata ngga bikin sakit perut dan rasa tenggirinya bener-bener terasa.

Cara pemesanannya pun mudah, tentunya dengan kontak penjual terlebih dahulu, pesan mana yang diinginkan. Lalu tinggal bilang akan membayar menggunakan Uangku. Setelahnya saya meninggalkan nomor telepon dan tinggal cek di aplikasi payment request yang masuk. Begitu barang sudah sampai, tinggal klik release deh di menu payment requestnya. Dan uangnya akan langsung dikirim ke penjual. Kalau barangnya batal atau tidak dikirim, maka uangnya bakal kembali menjadi saldo Uangku. Aman dan mudah banget kan.

Kemudahan berbelanja saat ini memang diperlukan, tapi yang lebih penting adalah keamanannya. Sudah banyak yang tertipu dengan penjual online hikss. Jangan sampai kita menambah daftar panjang pembeli yang kecewa akibat penjual yang tidak bertanggung jawab. Jadi, solusi yang bisa kita pakai saat ini adalah dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga yang membantu menjembatani antara penjual (di media sosial) dan pembeli yang membuat kedua pihak merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi jual beli.

 Info lebih lengkap mengenai Uangku bisa dicek di:

0 0 vote
Article Rating