Sebelumnya, saya sedikit merasa gerah melihat para penghibur televisi yang menggunakan segala cara untuk rating. Tidak terkecuali pas tau ada berita salah satu show, yang lagi-lagi sangat meresahkan. Tidak tanggung-tanggung, kali ini sasarannya adalah budayawan betawi yang sangat dihormati dan sudah almarhum lagi. Padahal baru beberapa hari lalu saya nostalgia menonton film bioskop beliau yang masih muda, akting bagus, dan ditemani ida royani jaman dulu yang cantik, langsing, dan seksi. Senyum saya mengembang saat itu berharap bakal ada penerus beliau yang mengutamakan kualitas dalam lawakan. Dan tentu saja saya juga kangen acara lawakan yang tidak menggunakan bully sebagai bahan canda murahan.

Lagi-lagi akhirnya saya membuka file photo yang nyaris tahun lalu tanggal ambilnya. Sebuah tempat yang dikembangkan untuk mengenalkan budaya betawi supaya masyarakat tidak lupa akan akar budaya Jakarta. Walaupun saya tau persis sebetulnya sudah banyak yang terpinggirkan karena arus urbanisasi. Pusat perkampungan Betawi yang bernama Setu Babakan ini terletak di Jakarta Selatan tepatnya di Srengseng Sawah Jagakarsa. Tapi sayang, saya sebetulnya lupa jalan kesana karena memang kurang paham dengan wilayah Selatan. Mungkin buat yang mau kesana bisa menggunakan GPS atau menyimpan peta yang diambil dari Googling.

setu-babakan

Daerah Setu Babakan ini menjadi menarik buat saya yang asli dari suku Jawa. Terbiasa dengan bahasa Jawa dan masakan Jawa, saya jadi sedikit kaget dengan gaya bahasa dan nama masakan yang asing di telinga. Menariknya dari tempat ini adalah wilayah danau buatan yang dikelilingi perkampungan budaya asli betawi dengan rumah asli model betawi yang biasa kita lihat di sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Wisata air tentu saja menjadi daya tariknya yang utama karena danau buatan ini lumayan luas.

Pada saat saya datang di hari minggu, kebetulan sekali ada acara lomba menari atau pertunjukan tarian asli betawi. Rame dan cantik-cantik penarinya hehehe, belakangan saya ingat lagi tarian ini pas acara peluncuran BB Jakarta.

Yang saya suka lagi adalah makanannya hehehe. Berbagai makanan khas betawi dengan nama-nama asing buat saya ada disini. Mulai dari bir pletok, selendang mayang, dan tentu saja yang paling familiar kerak telor. Mengenai harga juga masih sangat standar untuk wilayah jakarta, tidak terlalu mahal. Paling asik beli makanan, dan dimakan rame-rame di pinggir danau.

Hiburan anak-anak pun tidak hanya sekedar bermain bebek air, ada sejumlah mainan seperti kereta mini, balon putar mini, naik kuda, dan mainan lain yang cucok di kantong.

Harga tiket ke perkampungan ini adalah gratis, iya gratis hehehe. Hanya saja kalau beli makanan, bermain, parkir harus bayar. Mumpung masih dalam rangka ulang tahun Jakarta, pasti asik juga buat mengenal budaya betawi asli.