Membawa notebook kemana-mana sudah menjadi barang bawaan penting nomor tiga buat saya selain smartphone dan dompet. Daripada menggunakan tablet, laptop lebih asik dan lebih fungsional untuk digunakan. Kalau hanya online saja sih saya rasa smartphone sudah cukup, karena paling banter hanya menggunakan aplikasi percakapan dan surfing hal yang perlu diketahui saat itu juga. Dan seperti biasa, saya adalah penyayang mata hehehe jadi rada anti lama-lama di smartphone yang paling banter ukuran layarnya hanya sampai lima inchi. Jadi saya lebih nyaman online ataupun mobile menggunakan notebook.

Sayangnya notebook dengan spesifikasi yang saya butuhkan rata-rata kurang bersahabat baik dari masalah harga ataupun faktor penting seperti resolusi yang tinggi, memory, VGA, HDMI port, disk space, disk drive, keyboard yang lebar, sampai baterai yang mempunyai jangka waktu panjang. Seberapa pentingnya sih notebook yang bisa mobile buat saya?

Sebetulnya pertanyaan utamanya seberapa banyak waktu yang saya habiskan di depan notebook yang sepertinya dua puluh empat jam saja tidak cukup huhuhu. Oke, saya mau buat pengakuan kalau saya sangat adiktif dengan notebook. Yes, sesuatu yang kalau sudah membuka notebook dijamin ngga akan noleh kesana kemari, ngga akan dengar kalau dipanggil, dan bakalan susah sosialisasi dengan anak. Jadi sepanjang hari, waktu saya habis dengan pekerjaan di kantor (yang lagi-lagi hanya di depan notebook atau sesekali ke lapangan) dan menghabiskan waktu yang berkualitas untuk memandikan anak, menyuapinya makan dan menemaninya belajar. Eh udah bilang belum ya kalau dua anak wekekek, so make it double.

Praktis jam kerja saya dengan notebook hanya malam hari dan parahnya begitu membuka notebook, saya bisa semalaman tidak tidur. Banyak waktu senggang yang muncul seperti saat di commuter (ups commuter yang saya gunakan tidak seperti jurusan lain yang bergerak saja susah hehehe), saat menunggu boarding pesawat (yes hampir dua minggu sekali bisa bepergian dengan pesawat), saat bengong diatas pesawat, di perjalanan yang lama, bahkan saat menunggu anak-anak main di mall. Rasanya saya ingin membawa notebook kemanapun saya pergi.

Masalah muncul saat notebook didesain dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dibawa mobile. Kondisi ini menyebabkan saya urung membawa notebook, apalagi yang saya butuhkan notebook dengan spesifikasi yang cukup tinggi untuk software dan multimedia. Dengan kemunculan berbagai varian notebook yang ada, sayangnya masih sedikit produsen notebook yang memperhatikan penggunaan mobile dengan kemampuan yang sama dengan notebook konvensional. Eh ada ding sebetulnya, tapi ya boo harganya itu nampol banget rasanya hehehe.

Acer-Aspire-E1-432

Masalah pertama sudah pasti karena ukuran layarnya yang lebar membuat tas yang dipakai harus super besar. Terakhir saya harus mencari tas Cambridge Satchel dengan ukuran lima belas inchi hanya karena ingin menjijing notebook dengan gaya yang keren hehehe. Kedua karena ketebalan yang lumayan membuat berpikir dua kali untuk menentengnya dengan tas yang berbeda. Ketiga baterai yang cepat habis dimana kalau keadaan mobile agak susah mencharge baterai secara tiba-tiba. Keempat karena notebook yang bisa mobile alias berukuran layar kecil tidak dibuat untuk program yang berat, jadi hanya sekedar browsing dan multimedia seadanya. Kelima tidak semua notebook berukuran kecil dan tipis bisa memutar film HD dan serial tv kesayangan saya (maap bukan serial sinetron hehehe). Keenam, walaupun saya ngga begitu doyan main game ngga lucu rasanya disaat koneksi internet ngga ada, yang bisa saya mainkan hanya game solitaire karena laptop tersebut tidak support game berat seperti The Sims, Call of Duty, atau Roller Coaster Tycoon 3D.

Well sesuatu yang penting buat saya yaitu mobile dengan notebook yang setara dengan notebook konvensional akhirnya tercapai. Yang lebih penting lagi, ngga harus kehilangan gaya gara-gara harus pakai tas yang super besar atau bahkan nenteng notebook yang besar dan berat apalagi pas dibuka makan tempat hehehe. Thanks to Acer Indonesia yang perhatian banget sama masalah kebutuhan notebook yang tipis yang memang ditujukan untuk mobilers seperti saya. Minat memiliki notebook tipis makin menggebu saat Acer ID mengeluarkan produk terbarunya yaitu Acer Aspire E1-432. Notebook ini diklaim memiliki dimensi 30% lebih tipis dari notebook konvensional.

Semua masalah saya serta merta pasti selesai kalau punya notebok Acer Aspire E1-432 ini hehehe (ngarep). Dengan adanya layar empat belas inchi yang pas lebarnya yaitu tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil, pas untuk masuk di tas yang tidak berukuran besar. Tipisnya notebook ini membuat saya tidak perlu berpikir dua kali untuk menentengnya kemanapun karena tidak memberatkan tas. Belum lagi baterai tahan lama yang mampu membuat saya online non-stop selama enam jam, ataupun menonton film HD yang ternyata bisa sampai empat jam lamanya. Siapa sangka notebook tipis ini ngga hanya bisa dibuat browsing aja, saya bisa menggunakan software berat yang akrab digunakan setiap hari. Dan yang paling penting bisa nge-game ngga hanya game bawaan aja hahaha.

Spesifikasi Acer Aspire E1-432 juga cocok banget, kaya jodoh ya. Semua perangkat keras ngga ikutan tipis mentang-mentang harganya juga tipis. Siapa sangka notebook dengan harga bersaing memiliki Intel Haswell generasi keempat sebagai processornya, yang bikin kinerja menjadi efisien dan menghemat daya. Yang paling penting adalah prosessor ini terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru sehingga saya bisa membuat gambar dibawah ini menjadi cantik hehehe. Makin cantik lagi kalau bisa saya kerjakan sambil mobile.

Walaupun RAM atau memori bawaannya hanya 2GB, weitss jangan salah ternyata memori bisa diupgrade sampai 8GB yuhhuuuu. Gilak, rasanya software berat pengen diinstal semua. Belum lagi kelengkapan VGA port, HDMI port yang bikin keren banget dan tambah gaul teknologi pastinya. Jadi gaul keren ngga hanya melulu tentang fashion dan make up, gaul teknologi juga bisa dengan cara menenteng notebook tipis yang ngga bakal bikin gaya jadi tipis 🙂

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Jumlah kata : 960