Lomba blog semakin menjamur. Era digital saat ini yang membutuhkan impresi konten di media sosial dan Google, menjadikan brand serius menggarap sebuah lomba untuk menjangkau netizen. Makin hari, makin banyak saja lomba blog dengan berbagai macam hadiah yang menggiurkan.

Tentunya, alasan sebagian besar blogger yang mengikuti lomba blog adalah hadiahnya. Di samping itu, mungkin ada yang berpikir untuk mencoba peruntungan dan juga mengasah kemampuan. Bahkan ada yang menjadikan ini sumber penghasilan dikarenakan hadiahnya yang lumayan banget jumlahnya.

Masalahnya, menjadi pemenang lomba blog tidak hanya masalah keberuntungan semata. Ada banyak faktor yang menjadikan seorang blogger seorang pemenang.

Selain belajar dari tulisan pemenang lomba, penting juga mengetahui, apa rahasia dari langganan para pemenang lomba blog ini. Walaupun tidak semuanya membuka dapur mereka, namun tentunya banyak yang bisa dipelajari dan diterapkan saat menulis untuk lomba. Mau tahu tipnya para hantu lomba ini?

Haya Aliya Zaki

Ibu satu ini sepertinya sudah mulai cooling down dengan lomba. Sudah banyak mengantongi berbagai jenis hadiah, mulai dari Iphone yang saat itu baru keluar, laptop, kulkas, kamera, jalan gratis ke Bali, sampai yang kecil-kecil seperti voucher.

Yang menarik, lomba blog yang diikuti itu kadang ada yang mengenai teknologi dan bisa menang tanpa harus menjadi ahli review tekno bahkan punya blog tekno.

Walaupun telah lama tidak mengikuti lomba karena kesibukannya, mba Haya mengakui kalau mengikuti lomba itu harus dipilih dulu cocok atau tidak. Terutama, apakah memiliki pengalaman dengan produknya. Tidak hanya semata-mata karena materi, sehingga tulisannya menjadi tidak dapat dipertanggungjawabkan, bahkan hanya terkesan mengiklankan produk saja.

Sampai pada akhirnya, ada seorang mahasiswa yang sedang menulis thesis, mengambil tulisan lomba sebagai sampel penelitian. Tajuknya bahkan mengenai Etika Beriklan Oleh Blogger. Tuh kan, tulisan iklan atau lomba blog juga ada etikanya ternyata.

Pengen tau tip keren ala Mom Blogger asal Medan ini? Ini dia 5 tip kerennya:

  1. Perhatikan temanya, dibaca baik-baik apakah cocok atau tidak, terlebih lagi, suka atau tidak. Kalau tidak cocok dan tidak suka, jangan dipaksakan nanti hasilnya ngga baik loh. Karena ternyata pembaca bisa merasakan “aura” postingan yang kita tulis itu, apakah sedang terpaksa atau tidak.
  2. Cari ide “unik”. Ide “unik” ini ngga berarti harus ide yang wah dan mewah. Untuk mendapatkan ide unik ini, bisa dengan blogwalking ke tulisan peserta lain. Nah, kalau belum ada yang disentuh, coba tulis dari sudut pandang sendiri dan jangan lupa memasukkan pengalaman pribadi. Eh tapi, kalau ternyata malah bikin baper atau terpengaruh, jangan dicoba cara ini ya hehehe
  3. Konten. Pastikan tepat sasaran sesuai tema. Berhubung postingan akan dibaca oleh awam, cobalah tulis dengan kalimat-kalimat simpel yang mudah dipahami. Gak usah pakai “bahasa dewa” supaya kelihatan pintar padahal yang ngerti ngga ada. Selain tulisan, utamakan foto. Foto yang jelas dan bening, jangan burem atau salah fokus
  4. Riset. Jangan bayangkan riset kayak orang nulis karya ilmiah ya. Bisa mencoba wawancara orang yang punya pengalaman sama/pakai produknya juga. Selain itu bisa mencari info pendukung lain di buku atau googling
  5. Jangan gengsi untuk bantu komen, retweet, share postingan teman yang ikut lomba. Insya Allah akan balik dibantu. Kalaupun ngga dibantu, ya ngga papa juga hehehe. Nanti ada rezeki lain kalau memang ikhlas. Kadang-kadang komentar, retweet, dan share mempengaruhi penilaian lomba.

Evrina SP

Ada yang penasaran SP ini kepanjangannya apa? Menurut balasan twitnya tempo hari, kepanjangan SP ini adalah Sang Petualang. Maklum, ibu muda satu ini memang hobinya naik gunung. Tapi anehnya, di sela-sela jalan-jalannya yang padat, kerjaan kantoran yang turun ke sawah, masih sempat aja ngeblog. Ngga hanya ngeblog, tapi ikutan hampir semua jenis lomba blog.

Tidak peduli hadiahnya besar atau kecil, yang pasti mulai dari voucher hotel sampai uang tunai 7 juta plus gadget mahal seperti Iphone sampai kamera mirrorless, bisa diboyong pulang ke rumah. Sepertinya mbak ini ketagihan, karena katanya masih ingin mendapatkan hadiah 10juta tunai keras. Duh, eike juga mau yaa boookk.

Evrina yang punya dua blog dan concern dengan masalah lingkungan ini ngaku, kalau memang suka dengan kompetisi sejak dulu. Motivasi terbesarnya cuma satu, menang hadiah dan dikenal. Iya dong, siap juga yang ngga mau Iphone, Xiaomi, Samsung Note, Oppo, Go Pro, laptop Asus, sampai jalan-jalan dalam dan luar negeri. Sssttt itu hadiah yang pernah didapatnya loh. Mupeng ngga sih?

Tip dari Evrina ini sederhana tapi dalem loh. Mau tahu apa aja yang sudah dilakukannya sampai memenangkan hadiah sebanyak itu:

  1. Totalitas. Hampir setiap lomba, semua diusahakan maksimal. Tidak setengah-setengah. Toh yang diperebutkan adalah hadiah bernilai jutaan rupiah kan. Kalau setengah-setengah trus hadiahnya dibagi setengah mau tak?
  2. Gali ide kreatif. Ide yang diluar kebiasaan dan belum dipakai, simpan dulu dan siapkan di artikel lombanya. Inspirasi ide tentunya ada di mana saja kan
  3. Design Grafis. Hari gini, saingan lomba blog semakin banyak dan semakin kreatif. Jangan malas untuk belajar dan memahami design grafis. Bisa menjadi tambahan nilai loh
  4. Kumpulkan traffic lewat komentar. Ini juga harus usaha ya. Jangan karena sedang lomba saja blogwalkingnya hehehe
  5. Berbeda dari yang lain. Usahakan memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain

Murtiyarini

Jagoan nulis lomba blog ini ngakunya sudah mulai kalah di berbagai kompetisi. Karena keengganannya menulis hard selling dan tetap setia dengan softselling. Belum lagi katanya, peserta lomba sekarang lebih kreatif dan bagus-bagus. Walaupun begitu, semangat mba Arin mengikuti lomba ngga pernah padam.

Toh sekarang hasil lombanya sudah mencapai 9 digit loh. Bisa untuk merenovasi rumah dan untuk belanja sehari-hari. Wuih keren banget yah.

Tidak heran, sampai saat ini dari tahun 2007, total sudah 76 lomba blog yang sudah dimenangkan. Makanya sudah teruji banget ya kemampuannya untuk mengasah ide, konten, dan cerita.

Tip dari mba Arin ini sangat sederhana, tapi saya yakin akan susah bagi beberapa orang. Karena tidak mudah untuk menemukan pemilihan ide, sudut pandang, dan konten yang cocok untuk sebuah lomba.

Tapi ternyata ketiga hal itulah yang terus diasah dan dilatih instingnya untuk menemukan ide-ide baru, kreatif, dan tentu saja softselling :).

Langit Amaravati

Kakak yang satu ini, lagi bersinar di kancah lomba blog *uhuk. Apalagi kalau bukan karena konten dan desain grafis sebagai pendukungnya. Suka bersaing dan menantang adrenalin menjadi motivasinya tersendiri. Bahkan motivasi terbesar adalah mengalahkan diri sendiri.

Jadi sebetulnya, mengikuti lomba blog itu murni untuk menantang diri sendiri dan juga mengasah kemampuan. Eh ngga butuh hadiah yak :p

Karena ternyata hadiah seperti gadget itu tidak dijual lagi loh, tapi dipakai untuk senjata di lomba berikutnya. Pantes ya, makin susah ngalahin kakak satu ini wekekek. Pengen tahu ngga sih bocorannya, gimana caranya menang dari lomba blog? Catet ya:

  1. Pilih tema yang memang kita kuasai atau minati agar tidak frustrasi
  2. Lakukan riset. Baik itu tentang materi, jurinya siapa, brand penyelenggara, kompetitor, dan cari referensi sebanyak-banyaknya
  3. Tetapkan sudut pandang dan gaya bahasa. Sesuaikan gaya bahasa dengan penyelenggara atau pilih gaya bahasa sendiri yang sekiranya cocok dengan tema
  4. Siapkan elemen penunjang seperti foto, grafik, atau video jauh-jauh hari dan gunakan materi yang sesuai. Lebih kreatif lagi, kalau materinya berkaitan dengan brand tersebut.
  5. Editing. Naskah untuk lomba itu harus PERFECT. Tidak ada kesalahan sekecil apa pun.

Nah editing ini sangat penting juga loh. Pernah baca kan, salah satu komponen penilaian adalah No TYPO. Makanya, cek ulang lagi setiap draft sebelum dipublikasikan.

Ety Budiharjo

Ibuk satu ini mengakui sangat mencintai menulis. Sepertinya, menulis sudah menjadi bagian hidupnya. Makanya kalau ikut lomba, beliau tidak mengharapkan yang muluk-muluk. Walaupun begitu, rajin mengikuti lomba ternyata menjadi bagian mata pencahariannya. Hebat kan, kalau rajin ikut lomba blog dan menang, lumayan nambah beli beras loh.

Ikut lomba, diyakini menjadi salah satu pemicu tulisan yang berkualitas. Karena kalau sedang ngga ikut lomba, tulisannya cenderung ngasal, males-malesan, dan ngga bagus. Tapi kalau dibuat khusus lomba, ada hadiah yang sedang diincar, makanya akan berusaha menulis yang berkualitas supaya menang.

Walaupun terlihat santai, mba Ety juga punya jurus-jurus tertentu supaya bisa menang loh. Menurut mba Ety, menjadi diri sendiri adalah hal yang terpenting. Ngga lucu kan, ketika lomba ini kita berubah menjadi ini, dan ketika lomba itu kita berubah menjadi itu.

Kemudian, rajin mencari ide tulisan berbeda dari yang lain. Bisa menulis belakangan dan melihat tulisan peserta lain, atau banyak mencari inspirasi untuk menggali ide yang bagus untuk ditulis.

Usaha juga harus dimaksimalkan. Seperti misalnya, mba Ety ngga segan untuk hadir di setiap event yang sedang berlangsung, yang membuatnya memiliki kesempatan menang lebih besar. Jangan pantang menyerah dan maksimalkan setiap usaha kita.

Yang ngga kalah penting dari semuanya adalah doa. Banyak-banyak berdoa, rasanya akan melengkapi semua usaha bukan. Kalau kalah tentunya jangan berkecil hati, karena mungkin memang belum rejeki dan masih belum sekualitas pemenangnya.

Sisanya, lupakan saja aku lomba yang pernah diikuti. Loh kok dilupakan?

Handiko

Pengen tahu siapa yang dibicarakan ibuk-ibuk di atas, soal peserta lain yang kreatif kalau sedang ikut lomba? Siapa lagi kalau bukan Handiko atau yang akrab dipanggil Diko. Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang ini mengaku, tujuan utama mengikuti lomba blog tentunya adalah hadiah. Selain itu juga mengasah skill dan menjadi salah satu kegiatan yang menantang.

Skill yang dibicarakan adalah, karakter vector yang menjadi bahan penulisan sebuah lomba. Tidak hanya sekedar infografis saja, tapi story tellingnya memberikan warna tersendiri. Kreativitasnya menjadi hal yang berbeda dan memberi warna baru dalam kancah lomba *eaaa. Sayangnya, kadang-kadang si anak muda ini masih saja nyepam artikel lombanya hehehe.

Hadiah yang didapat, selama ini ditabung untuk keperluan usaha dan melanjutkan kuliah. Kalau mendapatkan gadget, akan dikasih ke sodara loh. Makanya sampai saat ini, Diko bisa sedikit lebih mandiri dan rejekinya ada aja ya karena sering berbagi.

Tip menang lomba blog dari Diko ini hampir sama dengan yang lain, antara lain:

  1. Out of the box – wajib banget memikirkan ide yang lain daripada yang lain dan tentunya harus sesuatu yang baru
  2. Be yourself – jangan niru-niru orang lain, pakai ciri khas, dan harus punya gaya tersendiri
  3. Creative – bikin konten tulisan yang menarik, selain itu tambah juga pendukung konten seperti infografis, video, dan lainnya. Konten harus sekreatif mungkin.
  4. Observation – baca syarat dan ketentuan dengan teliti, cari, dan pahami sebanyak-banyaknya tentang produk yang dilombakan
  5. Totalitas – ini dia yang penting. Buat konten tersebut semaksimal mungkin. Jangan setengah-setengah dan apa adanya. Toh yang ingin diincar adalah hadiahnya yang lumayan besar kan ya.

Kalau sudah begini, ketahuan ya rahasia para hantu lomba ini. Mereka punya cara-cara tersendiri bagaimana memenangkan persaingan. Tapi garis besarnya dapat diperhatikan. Kualitas dan kreativitas menjadi rahasia utama, bagaimana memenangkan sebuah lomba blog. Nah, masih bingung kenapa ngga pernah menang lomba blog? Mungkin tip dari hantu lomba ini bisa mencerahkan 🙂

Nyok semangat lagi ikutan lomba^^