Sejujurnya, saya ngga pernah bosan dengan Bali. Walaupun banyak sekali tempat wisata dan liburan di wilayah Indonesia, rasanya ada yang kurang kalau ngga mengunjungi Bali sekali dalam setahun. Awalnya di tahun 2005, saat kelulusan kuliah, saya dan teman-teman sengaja berlibur dengan menyetir sendiri dari Jakarta ke Bali. It was so thrilled and great experience.

And guess what? Saya kepikiran membawa anak-anak saya berlibur ke Bali dengan naik mobil sendiri. Mumpung mau libur panjang dan bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru, jadilah saya membujuk mereka menikmati sensasi liburan dengan membawa mobil. Rencananya, tanggal 25 Desember 2016 besok sampai tahun baru, saya dan anak-anak bakalan santai di Bali. Well, ini bukan sekali dua kali ke Bali dengan anak-anak tapi saya ngga pernah bosan. Kenapa?

Saat berkunjung ke suatu tempat wisata, saya lebih suka ke tempat yang sudah siap dengan daerah yang tourist ready. Seperti, banyak penginapan bagus, transportasi gampang, warga daerahnya menerima orang asing, dan segalanya menjadi mudah saat berlibur. Itu saya merasakan kalau sedang berada di Bali, yang sudah kaya pulau turis.

Berbeda dengan wilayah sekitarnya, yang mungkin masih penjajakan menjadi daerah wisata. Saya kadang masih merasa kurang nyaman dengan transportasi yang susah, penginapan yang kurang baik, daerah wisata yang tidak terurus, sampai orang lokalnya yang masih belum bisa menerima turis dengan baik. Ada yang begitu, ada. Makanya saat membawa anak, saya harus memastikan anak saya nyaman dan menikmati perjalanan.

Memang bukan kali ini saja saya mengajak anak-anak berlibur ke Bali, tapi karena kali ini saya ingin mencari daerah yang berbeda, jadilah kemarin sengaja banget ke Bali untuk sekedar survey. Eh, ada kerjaan juga sih sebenernya hehehe. Jadi sekalian deh. Karena sudah terlalu sering berada di bagian bawah Bali dengan segala macam pantainya, saya yang selalu kepengen ada di Ubud, akhirnya mencari alternative liburan santai di Ubud.

First Thing First

Yang namanya ingin santai menikmati indahnya wilayah pedesaan dengan udara segar dan pemandangan pegunungan, hal pertama yang harus dilakukan adalah booking penginapan. Tentunya setelah tiket pesawat ya, ini sih ngga perlu ditulis lagi wekekek. Ada banyak sekali villa dan tempat menginap yang bervariasi. Mulai yang berada di pinggir jalan Ubud, sampai pelosok desa. Harganya pun bervariasi, dari yang murah sampai mahal semacam cottage. Tinggal pilih mau model apa dan di harga berapa.

Untuk pencarian penginapan, saya mencarinya melalui Airy Rooms. Kenapa? Saya sudah sering membaca promosi mengenai Airy Rooms dan tertarik banget mencobanya. Apalagi setelah membuka-buka website dan appsnya bolak balik, hotel yang ada di Ubud yang terdaftar di Airy Rooms ini lengkap banget. Banyak pilihan dan semuanya bagus-bagus. Range harganya juga bervariasi, mulai dari yang 200rb sampai yang harganya diatas 500rb juga ada. Bahkan setiba di sana, saya memperhatikan bahwa hotel/villa yang ada di Jl Peteng tempat saya menginap, hampir semuanya bisa dibooking melalui Airy Rooms.

Itu hanya salah satu alasan saja, alasan lainnya kenapa saya memilih booking melalui Airy Rooms adalah karena dijanjikan 7 macam kenyamanan. Dan ternyata ngga cuma sekedar iklan saja, tapi memang itulah yang terpampang nyata di kamar saya setibanya di sana. Jaminan di setiap kamar Airy Rooms akan ada TV Layar Datar, Wifi Gratis, ruang dingin yang ber-AC, tempat tidur yang nyaman dan bersih, air panas dan dingin di ruang mandi, perlengkapan mandi yang lengkap, dan juga gratis air minum.

Semua kenyamanan ini ada dalam satu harga yang murah dan terjangkau tanpa ada biaya tambahan lagi. Jarang-jarang kan, ada kamar dengan harga murah tapi memiliki 7 kenyamanan. Di kasus saya, saya biasanya memilih kamar dengan harga yang sangat terjangkau tapi juga membutuhkan kamar yang bersih. Apalagi membawa anak-anak yang notabene suka rewel kalau kamarnya ngga bersih dan fasilitas yang kurang nyaman. Tambahan lainnya, anak saya wajib banget ada di hotel yang punya kolam renang.

Airy Rooms Ubud Banjar Laplapan Bali

Jadilah kemarin ke Bali dan mencoba menginap melalui kamar yang ditawarkan di Airy Rooms. Sudah pasti memilih lokasi di Ubud, walaupun saya ngga tahu persis adanya di mana. Tapi data yang ada di pilihan hotel sangat lengkap. Mulai dari lokasi, peta menuju ke sana, sampai apa yang terdekat untuk kegiatan melancong. Photo kamarnya pun banyak, ini jadi pilihan nomor satu saya karena saya maunya, buka kamar dan terlihat sawah serta gunung di pedesaan. Pokoknya, saya mau stay saya tenang dan mengesankan.

Dan di Airy Rooms ada, namanya Airy Rooms Ubud Banjar Laplapan Bali, sebuah vila di desa sekitar Ubud yang ngga jauh dari Jalan utama Ubud. Yang paling saya suka dari fasilitas Airy Rooms ini adalah letaknya yang persis di Google Maps. Biasanya, letak hotel suka berbeda dan susah ditemukan. Tapi lokasi yang saya pilih, memang sedikit di dalam karena di desa, namun juga gampang ditemukan.

Fasilitas? Sesuai dengan 7 hal yang dijanjikan oleh Airy Rooms, plus kejutan kecil sunrise meal yang tersedia setiap pagi. Bahkan, saya sampai terkejut keesokan harinya, mendapati kamar sudah rapi seperti saat datang setelah sarapan pagi. Spesial banget kayaknya untuk yang tamu yang berasal dari Airy Rooms. Inilah kenapa, hal pertama yang saya lakukan pertama adalah memastikan kenyamanan menginap saat liburan. Apalagi berencana bawa keluarga yang notabene anak kecil. Dan jaminan kenyamanan di Airy Rooms, bikin saya ngga perlu ribet bin repot cari penginapan yang cocok buat keluarga.

 

Kenyamanan di vila ini tidak hanya yang digaransikan oleh Airy Rooms. Fasilitas lainnya lengkap. Mulai dari sarapan, kolam renang, spa, shuttle untuk ke Ubud, drop off bandara, sampai penyewaan sepeda motor. Wah seneng banget deh kemarin itu. Semuanya lengkap dan ngga perlu repot-repot cari lagi. Karena ternyata, daerah banjarnya memiliki koperasi untuk fasilitas transportasi di Bali. See, inilah yang saya sebut daerah siap wisatawan ^^.

Promo Akhir Tahun Airy Rooms!!

Gunakan kode kupon AIRYMURAH30 untuk mendapatkan potongan harga sebesar 30% khusus untuk hotel Airy di kota Jakarta, Bandung, Bali, Makassar, Surabaya, dan Batam.

Dan gunakan kode kupon AIRYMURAH20 untuk mendapatkan potongan harga sebesar 20% untuk semua hotel Airy di kota lainnya (selain 6 kota di atas).

Syarat dan ketentuan :

  • Kupon berlaku tanpa minimum transaksi dalam satu nomor pesanan.
  • Berlaku untuk pemesanan melalui Airy App versi terbaru (minimal Android 1.6.1 dan iOS 1.4.2)
  • Berlaku untuk semua metode pembayaran yang tersedia di layanan Airy Rooms.
  • Promo mengacu pada ketersediaan jumlah kamar setiap harinya.
  • Periode booking berlaku hingga 31 Desember 2016.
  • Periode inap: kapan pun.
  • Airy Rooms berhak sepenuhnya untuk mengubah syarat dan ketentuan promo tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Menikmati Ubud Dengan Santai

Yang namanya liburan, agak susah kalau dilakukan dengan tergesa-gesa atau terburu-buru. Apalagi membawa anak kecil. Harus ke tempat yang penuh edukasi dan berguna untuk pengetahuan mereka. Pilihan yang cocok kalau liburan ke Ubud itu banyak. Entah mau sendiri atau bersama keluarga. Yang pasti, tidak akan menemukan pantai di sini hohoho. Lagipula, saya sudah agak bosan dengan pantai. Selain karena panas dan bikin kulit terbakar, membersihkan pasirnya juga jadi ribet. Jadinya, cucok banget kalau liburan di Ubud.

Tempat yang sering menjadi tempat wisata dan popular di kalangan turis adalah Ubud Monkey Forest. Sebuah hutan lindung yang menjadi rumahnya para monyet. Mitosnya sih, dulu hutan ini adalah desa yang kemudian seluruh penghuninya dikutuk menjadi monyet. Makanya sampai saat ini, jumlah monyetnya konon tidak bertambah ataupun berkurang. Jumlahnya mencapai 200an dari berbagai usia.

Walaupun sering jahil, monyet ini aman dikunjungi. Karena banyak penjaga yang mengawasi para monyetnya. Kan ngeri yak kalau tiba-tiba diserang dan kaget karena dia loncat ke arah kita hahaha. Tapi dijamin aman. Kalau bawa anak juga kayaknya harus hati-hati. Karena jalanannya agak licin dan beberapa tracknya berada di pinggir tebing sungai. Lalu, pastikan selalu berjalan terus. Jangan berhenti atau melihat monyetnya. Karena mereka akan merasa terancam kalau dilihatin dan suka mengambil barang kalau berhenti hahaha. Beberapa kali saya lihat monyet ini pada suka ngambil sesuatu kalau pengunjung diam mematung.

Yang lucunya, monyetnya ini ternyata suka sekali mencari perhatian. Di bagian yang sepi, monyetnya jarang ada atau malah tidak ada sekali. Tapi di tempat yang ramai pengunjung, dia senang sekali berkeliaran. Ada yang loncat-loncat di pohon, atau santai mencari kutu. Lucu deh lihatnya. Plus, udara yang segar dan banyak pepohonan, bikin ngga capek walaupun mengitari hutan bisa sejam sendiri.

Tempat wisata lain untuk bersantai adalah sawah Tegalalang. Saya sudah pernah sih sebelumnya ke sini bersama anak-anak. Tapi waktu itu kayakya jauh banget karena nginapnya di Kuta. Lalu, cuma bisa sebentar karena harus ke tempat lain yang jauh banget lokasinya. Dari villa laplapan? Cuma 20 menit naik sepeda motor hahaha. Deket banget tapi sayangnya diiringi rintik hujan. Desember gini, memang sedang musim hujan. Tapi malah membuat padi-padi di sawah hijau dan udara tambah segar.

Cara menikmati Tegalalang itu, bisa dengan berjalan di sawahnya. Tracking dari bawah sampai ke atas. Karena sawahnya ini berundak dan menggunakan system terasering yang mengalirkan air dari atas ke bawah, memang jadinya agak licin. Apalagi pas hujan, harus kudu berhati-hati dan jangan pakai sandal jepit. Tapi serunya kebangetan loh. Anak-anak pasti suka biar ngga pada manja wekekek.

Cara lainnya adalah dengan makan siang di restoran yang tersedia di pinggir jalan Tegalalang. Cukup dengan pesan jus atau makan kalau lagi lapar, nongkrongnya bisa berjam-jam sambil melihat bule-bule yang ngga kalah senengnya naik turun sawah. Apalagi ditambah keadaan hujan rintik yang bikin syahdu. Duh, nikmat mana lagi yang kamu dustakan *eaaaa. Saya paling suka menghabiskan waktu sambil photo-photo atau sekedar menghirup udara segarnya. Beneran pengen balik lagi huhuhuhu.

Ke atas sedikit, ada Istana Tampak Siring yang indah banget atau kembali ke bawah ada Istana Raja Ubud yang bisa dikunjungi. Bahkan di sekitar jalan Ubud yang sudah seperti jalan kuta, ramai sekali dengan berbagai macam toko dan museum. Dan itu ternyata hanya berjarak 10 menit dari lokasi tempat saya menginap. Kalau lagi punya waktu banyak, jangan lupa juga untuk mencoba yoga ya (yang ini belum kesampaian nih hiks).

Wah kalau mau dirunut, banyak banget yang bisa dieksplor di Ubud. Budaya Balinya memang kental dan masih menyatu dengan alam. Jadi kalau liburan tenang, santai, dan ingin udara yang segar, saya nyaranin banget untuk stay di Ubud saat liburan. Jangan lupa untuk cari penginapannya di Airy Rooms dan menyewa motor atau mobil supaya bebas jalan-jalan.

Met liburan akhir tahun di Ubud ya ^^.

0 0 vote
Article Rating