Sejujurnya, saya sedih kalau ada platform blog gratis yang menutup layanannya. Saya sendiri bahkan sedikit trauma soal penutupan layanan blogging. Mulai dari Multiply jaman dahulu kala, Blogsome, trus Tumblr yang belum ditutup sih, tapi akhirnya dijual ke Yahoo (trus sekarang foundernya ngundurin diri). Dan yang paling dekat saat ini adalah Blogdetik.

Semenjak woro-woro diminta untuk backup seluruh postingan, gelagatnya memang sudah akan berakhir. Apalagi akan ada acara kopdar yang diadakan tanggal 20 Januari besok, dengan tajuk Kopdar Pamitan Akhiri dengan Indah. Duh, bacanya aja maknyes banget. Layaknya putus cinta, yang namanya mengakhiri itu berat ya sis. Padahal saya sendiri sebenernya bukan user Blogdetik banget. Punya sih blog di shintaries.blogdetik.com tapi dianggurin aja.

Gonjang ganjing tutup ini sudah lama sebetulnya saya dengar. Mulai dari user yang tidak bertambah, regenerasi yang tidak tumbuh, interface yang susah dan memakai engine buatan sendiri ternyata lebih ribet, sampai banyak blog spam karena layanannya memang gratis. Eh tapi ini gosep yaa, saya ndak tau yang benernya. Tapi permasalahan layanan gratis biasanya begitu. Beda halnya dengan seperti Edublog atau WordPress.com yang punya versi gratis dan berbayar, jadi bisa survive. Belum lagi mereka bisa mendeteksi user spam dan langsung bisa nge-delete saat itu juga.

Saya ngga kebayang sih, kalau suatu saat layanan gratis lainnya juga bakal ikutan ditutup. Well, jangan tanya saya soal Blogspot. Karena semenjak balik ke dunia blogging 5 tahunan lalu, saya sudah bertekad ngga akan menggunakan platform gratisan lagi. Sakittt rasanya kalo harus boyongan dan ngga punya kendali terhadap blog yang kita miliki. Apalagi Google dikenal yang agak gampang nge-drop layanan apabila tidak berkembang.

Yah, kalau ngomong soal perkembangan Blogspot, dari jaman saya ngeblog tahun 2005 sampai sekarang, pun ngga ada perubahan yang berarti. Nambah fitur sudah mulai lumayan, tapi ya gitu, ngga maksimal. Tapi berbeda kalau peruntukan ibu-ibu yang merasa hanya butuh fitur dasar dan fokus dengan tulisan, Blogspot memang sudah cukup banget. Tapi sekali lagi, saya ngga mau nakut-nakutin sih, tentunya harus siap dengan kemungkinan terburuk. Itu aja.

Kalau ngomongin platform blog, memang sih sekarang ini rajanya adalah WordPress. Pertumbuhannya gila, karena fungsinya ngga cuma buat blog, tapi jadi platform dasar/pondasi sebuah website. Apa aja bisa dibikin pake WordPress ini. Mau blog biasa, toko online, website user management, sampai apa aja itu bisa. Yang bikin saya lebih gila lagi, create product semacam theme/template, plugin, framework, dan related to WordPress, itu semua laku keras. Bahkan penggemar militannya makin banyak (termasuk saya sih).

Makanya, supaya kegiatan blogging dan platformnya ini masih bisa terus berjalan, saya dan Alma punya ide gila bikin Multisite WordPress sendiri. Yang belum paham apa itu multisite, hmm jadi sederhananya adalah saya bisa buatin blog basisnya WordPress tanpa harus install baru di hosting. Jadi masih satu server dengan yang lain dan punya fasilitas yang sama fungsinya dengan WordPress blog biasa. Kelemahannya ngga bisa install plugin dan template aja. Tapi karena saya dan Alma yang pegang, jadinya bakal dibuatin semaksimal mungkin.

 

Mungkin udah pada denger yang namanya blogme.id? Semenjak akhir tahun lalu emang udah disiapkan untuk bisa dibuka di awal tahun ini. Tapi karena masih butuh waktu untuk layanan server barunya, jadinya yah sabar aja yak. Sebetulnya sudah siap dan bisa dibuka layanannya walaupun masih sangat sederhana. Tapi ya gitu, masih ada sistem yang harus menunggu siap dan moga-moga dalam waktu dekat udah bisa dipakai.

Kenapa akhirnya bikin situs multisite sendiri? Well, mungkin karena saya dan Alma yang sangat control freak hahaha. Kita bahkan ngga bisa percaya dan puas dengan platform yang ada sampai akhirnya: ya udah deh, kita buat aja semau kita. Hahaha. Bener-bener kurang kerjaan. Apalagi kalau bukan gemes sama layanan gratis WordPress.com yang banyak bikin ketipu blogger (perempuan) nyubi atau lebih tepatnya karena ketidaktahuan dan ngga mau cari tahu yang ngga tau bedanya selfhosted dan gratisan. Dikira punya layanan yang bebas, ngga taunya kan hanya bisa nulis tanpa bisa pasang plugin ini itu plus ubah template.

Masih banyak yang belum tau kalau WordPress.com itu berbeda dengan WordPress.org (selfhosted). Di situlah jadinya gap antara saya dan blogger nyubi ini. Antara pengen nyoba WordPress tapi ribet dengan segala urusannya, trus nulisnya kan juga belum apa-apa dan bakalan butuh waktu untuk menguasai platformnya. Nah, untuk menjembatani gap ini, hadirlah blogme sebagai solusi (yang moga-moga terbaik). Trus harapannya juga bisa memenuhi ekspektasi temen-temen blogger yang ngga mau repot dengan hosting (dan segala tetek bengeknya), taunya make aja buat nulis, tapi blognya keren dan teroptimasi karena makenya WordPress. Sederhana, gitu aja kok maunya.

Apakah berbayar? Iyes donk ah kecuali ada hujan duit turun dari langit. Yang namanya maintenance pasti ngga murah dan sebetulnya ngga lebih murah dari layanan hosting biasa, tapi lebih praktis karena kami yang ngurusin semuanya. Insyaallah, karena berbayar jadinya kami bisa running business well dan betul-betul memperhatikan kualitas layanan. Ngga mau juga kan nanti tutup kaya yang lain, hiksss. Jadi doakan saja ya, supaya dunia blogging tidak pudar dan bisa terus jalan dengan usaha kita semua *eaaaa.