Masih ingat kasus kebakaran yang melanda Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu yang lalu?

Sebagai traveler, kayaknya udah ngga asing lagi kan berpindah dari satu bandara ke bandara lainnya. Malahan mungkin bandara adalah tempat yang paling lama disinggahi. Entah karena delay, tidur di bandara, sampai nunggu jadwal pesawat.

Makanya serem banget kan kalo pas di bandara, eh tiba-tiba ada kejadian yang tidak terduga seperti kebakaran itu. Jadwal berangkat jadi berantakan, tiket hangus, apalagi kalo connecting flight. Tapi apa sih sebetulnya yang lebih parah dari sekedar tiket itu? Kalau ternyata kita abai dengan keselamatan kita sendiri atau keluarga tercinta saat di bandara.

Berapa banyak dari para traveler yang memperhatikan pintu darurat, jalur keselamatan, atau rambu-rambu keselamatan yang ada di bandara? Saya sendiri, rasanya ikutan abai dengan hal seperti itu. Ngga peduli dan cenderung menganggap bahwa bandara adalah tempat yang paling aman. Iya dong, mulai dari screening security-nya yang ketat, factor bebas dari huru hara, sampai human error yang harusnya sangat kecil.

Hanya saja, factor keselamatan penumpang, pekerja, pengunjung, dan orang-orang yang ada di bandara harus yang paling utama. Setidaknya, itulah yang sedang dilakukan oleh bandara terbaik di Indonesia tahun 2014, yaitu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Menjadi pioneer dalam pengutamaan keselamatan penumpang melalui safety promotion di media informasi Big Screen FIDS (Flight Information Data System) dan Giant Screen di lobby keberangkatan (lantai 1) dan kedatangan (lantai 3).

sepinggan2

sepinggan3

sepinggan4

sepinggan5

sepinggan6

Informasi mengenai denah terminal, fasilitas smoke detector dan sprinkler, pintu dan tangga darurat, jumlah hydrant dan APAR (alat pemadam api ringan), kegiatan yang dilakukan saat darurat, jalur evakuasi lantai 1 sampai dengan 4, lokasi muster point di terminal penumpang bandara SAMS, dapat dilihat secara terbuka oleh siapa saja di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

sepinggan7

sepinggan8

Tentunya yang harus diperhatikan oleh penumpang adalah kegiatan yang harus dilakukan saat ada keadaan darurat terjadi dan ke arah mana jalur evakuasi untuk keluar dari gedung terminal menuju titik kumpul (muster point). Kalau sempat, kita juga harus tau lokasi pintu dan tangga darurat. Ini untuk memberikan rasa aman dan sebagai bagian dari menciptakan safety culture di bandara.

Menurut Herdanu Sri Novanto, Safety Health Environment Section Head Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, safety promotion ini baru pertama kali diterapkan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Safety promotion ini sangat penting karena untuk memberikan informasi kepada penumpang, pekerja, dan pengunjung bandara untuk dapat mencari jalan keluar tercepat dan terdekat jika terjadi keadaan darurat, misalnya kebakaran gedung.

Safety briefing & promotion ini merupakan kewajiban PT. AP I dalam memberikan informasi kepada pengguna jasa untuk dapat keluar terminal melalui pintu darurat terdekat & tercepat dalam keadaan darurat (contoh : kebakaran gedung terminal, dsb), serta memberikan informasi fasilitas aktif kebakaran apa saja yang ada di terminal BPN.Β Tentunya menjadi pioneer diantara bandara milik PT. Angkasa Pura I (Persero). Dan semoga saja di bandara lain segera menyusul. Karena faktor keselamatan tentunya menjadi bagian yang penting dari sebuah perjalanan.