Blogger dan social media sudah menjadi barang yang tidak terpisahkan. Bukannya saling membunuh satu sama lain (seperti situs itu bilang), namun ternyata saling melengkapi saling membutuhkan. Tulisan blog butuh reach dan social signal lebih tinggi melalui social media, begitu juga blog yang mampu menjelaskan lebih dalam tentang apa yang tidak mampu dijelaskan melalui social media.

Nah kombinasi keduanya itu, jika dimaksimalkan dengan baik, bisa menjadi tools bagi seorang influencer. Iya, itu kan toolsnya aja toh, tetap aja dibaliknya ada seseorang yang bisa memberikan pengaruh terhadap persepsi, penyebar informasi, maupun, klarifikasi. Banyak sih fungsinya dan orangnya biasa disebut KOL (Key Opinion Leader).

Tapi jaman sekarang sih, pinternya netizen udah kurang percaya sama si KOL ini. Selalu ada hidden agenda gitu di belakang setiap opini atau ujung-ujungnya ngiklan *ini mah saya kayaknya -.-!

Bukan, bukan saya bilang saya leader keren, ganteng, cantik gitu trus bisa-bisanya jadi influencer. Bukan itu. Tapi justru karena saya orang biasa yang memiliki basis kecil, yang disebut followers dianggap orang biasa yang tidak memiliki hidden agenda. Jadi tingkat kepercayaan atas opini yang dikeluarkan akan lebih tinggi. *abis ini pada tau dah saya selalu punya hidden agenda wekekeke

Trus ternyata socmed influencer ini bisa jadi lahan basah juga loh. Kerjanya kelihatan sepele tapi jangan salah, effortnya untuk memulai lumayan gede dan harus konsisten.  Tapi kalau udah dapet ritmenya, tinggal terima job, olah jempol, olah kata di blog, sama olahraga jalan jalan deh. Sisanya ya terima transferan *uhuk.

Jarang kali ya para socmed influencer nyeritain gimana caranya bisa kerja ringan tapi rodi gini. Antara lahannya ngga mau hilang atau jaim ngga mau disebut tukang jualan. Klo saya mah cuek cuek aja, sebisa mungkin bisa ngajakin orang buat sukses bareng wekekeke. Yang kenal pasti tau deh saya ngga pelit kalo ditanyain apa aja, cuma males nulis aja.

Nah mumpung lagi iseng sambil ngetik di hape, saya beberin deh, kudu ngapain aja sih kalo pengen cepet jadi salah satu influencer. Tapi ini bukan jalan pintas ya, lakoninya harus telaten dan membutuhkan waktu. Mayan lah buat bayar listrik atau belanja susu mah. Yang artinya nilainya cukup besar.

Step 1 : Blogging
Mulai dari optimasi blog. Karena dari blog, pembaca biasanya akan langsung mencari akun social media si blogger kesayangannya ini. Tulisan di blog bukan harus yang canggih dengan bahasa kalbu dan penuh teori. Saran saya sih be yourself, apa adanya. Kalau perlu membully diri sendiri juga diijinkan. Asal jangan kebanyakan curcol kepedihan air mata. Kasian hidup kita udah susah, yang baca juga berasa susah. Maunya sih, pembaca terhibur ama tulisan. Yah kaya konsep media lah yang menyajikan hiburan.

Optimasi blognya mulai dari segi konten. Tuliskan yang bermanfaat, yang kira kira orang memiliki masalah yang sama, kemudian kita menemukan solusi untuk diri kita sendiri, yang mungkin pembaca juga merasa akan menjadi solusi buat mereka. Contohnya, semudah cara saya untuk menghidupkan smartphone yang terendam air.

Turunan dari konten adalah gimana caranya konten tersebut terindex google dan bisa dibaca tidak hanya dari lingkaran kita, namun dari mana saja yang berpotensi untuk menambah follower baru. Dengan konsep konten yang tadi itu, percaya deh gampang banget keindex. Kuncinya apa, natural!.

Buat konten manfaat jangan satu atau dua kali aja. Tapi misal dari 10 kali curcol, yah buat 5 itu adalah konten manfaat. Buat secara rutin. Kalau perlu buat schedule untuk editorial calendar mana aja tema yang mau ditulis.

Nah turunannya lagi, konten oke keindex google, pasti bakal rutin nongol di pencarian. Otomatis, parameter blog naik. Entah itu DA (yang untuk TLD), Alexa rank, Unique Visit, Bounce Rate, Page Views. Pokoknya semua itu adalah hasil dari konten. Jadi ngga perlu mikir yang lain toh. Cukup dengan konten yang bagus dan semuanya ngikut.

Step 2 : Socmed
Koneksikan ke social media. Blog tanpa social media itu nothing banget. Karena social signal dari socmed saat ini, pengaruhnya besar sekali. Dan tentu aja, kudu aktif juga di socmed. Bisa sebagai personal atau perpanjangan jaringan blog. Maksudnya socmed tersebut dapat digunakan untuk tools sharing atau kita gunakan secara pribadi untuk branding.

List socmed yang sekarang aktif untuk meng-influence adalah Twitter dan Instagram. Facebook sudah wajib punya ya. Tapi agak jarang menginfluence melalui FB karena sifatnya yang tidak stream real time, artinya post lama bisa naik lagi. Berbeda dengan Twitter yang trending dan Instagram yang nge-flow.

Patokannya masih jumlah followers. Semakin banyak followers dianggapnya makin berpengaruh. Tapi belum tentu, karena itu bisa diukur dari Klout Score. Mana tau kan banyak followers tapi ternyata fake dan hasil beli. Begitu post yang ngelike cuma 10 padahal followers-nya puluhan ribu. Makanya paling tidak minimal followers, saya akan bilang 1000. Itu batas aman untuk bisa dipertimbangkan apakah layak dijajal potensinya untuk meng-influence seseorang.

Dapetnya dari mana? Kalau optimasi konten di blognya baik, otomatis followers juga datang sendiri. Jangan lupa socmednya juga kudu dioptimasikan. Seperti share hal yang bermanfaat di twitter, mengomentari yang sedang trending (tentunya ngga ikutan war), ikutan live tweet kalo ada acaranya, dan follow setiap orang yang ketemu di acara. Klo orangnya ngga sombong, pasti akan follow kita balik. Idealnya ngetwit bisa sehari 3x aja minimal. Maksimal ya terserah, tapi masa iya ngetwit mulu wekekek.

Sedangkan kalo di Instagram, pastikan kualitas photonya yang bagus. Paling tidak, terang dan tidak blur. Tidak masalah sih kamera smartphone apa yang digunakan. Gunakan hestek yang sesuai, jadi bisa menambah followers lagi. Trik lain yang bisa digunakan adalah dengan memfollow akun online shop wekeekke. Karena begitu kita follow, akun online shop lain yang merupakan saingannya biasanya memfollow kita juga. Misalnya, saya follow akun jual hampers ultah, nah ngga lama akun hampers lain bakalan follow kita tuh. Karena dia cek dari activity. Mayan kan hehehe.

Step 3 : Activity
Kalo blog udah oke, socmed udah oke. Langkah selanjutnya adalah memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan sebagai influencer. Semakin kedua hal tersebut terasah, semakin besar kemungkinan kita mendapatkan job job yang oke punya.

Jadi gini, yang perlu dipahami adalah kita harus mengalami pertumbuhan dari kecil ke besar kan. Ngga mungkin dengan usia blog yang masih muda, followers belum teragregat, belum kelihatan pengaruhnya trus pengen job yang mahal atau memberikan penawaran. Maka mulailah dari yang kecil kecil, kemudian setelah semua tools tadi teroptimasi barulah bisa memasang harga yang sesuai dengan effort step 1 sampai 2 tadi.

Langkahnya gimana mulai dari yang kecil? Submit blog dan akun akun social media, ke situs situs yang memberikan layanan peluang untuk blog atau socmed.

Ini saya list ya apa aja :

1. IDBlogNetwork. Yah walaupun dengan database 17rb dan yang dapet itu itu aja, tapi mayan lah masuk database aja dulu.
2. iblogmarket. Saingan masih sedikit jadi kesempatan dapet job lumayan banget, harganya emang murce, tapi semua negotiable kok. Bisa minta kenaikan harga.
3. Blogmint. Baru banget, tapi yang penting kan blog kita terdaftar aja dulu.
4. BP Partnership. Ini sih bisa-bisanya saya aja menyematkan di sini. Lah punya saya sendiri kok wkwkwk. Baru banget dan khusus cewe emang, kudu member BP pula.
5. Sociabuzz. Bisa konek ke twitter, insta, ama blog. Lumayanlah twitnya terberdayakan sendiri.
6. Sociabuzz pro. Kalo ini kudu ada effort lebihnya kalau pengen penghasilan lebih besar.
7. BBlog (tambahan mba kania). Campaignnya lagi sepi, tapi ngga papalah buat nyebarin blog kita hehehe.
8. Cari sendiri lagi yang lain yak, googling aja wekekeke

Kenapa saya bilang mulainya dari situ, itu karena kita akan mudah terasah menulis review walaupun dengan nilai materi yang masih belum cukup bagus. Jangan kecil hati, rajin rajin nulis, rajin share, kalo ada yang baca kualitas tulisan kita untuk review kan, bakalan jadi peluang besar untuk pekerjaan yang lebih besar lagi. Jadi list yang saya share itu untuk pancingan.

Sisanya dari mana? dari artikel yang keindex, dari hasil para agensi kepo sana sini, dari brand yang lagi cari partner, dari lingkaran pertemanan yang melebar, dari jaringan kita, sampai tiba tiba aja dapet gitu wekekeke. Itu mudah banget jaman sekarang. Asal tiga step di atas itu dipenuhi dulu ya.

Punya pendapat lain? Feel free buat diskusi bareng ^^.

Share kalo dirasa penting. *siapin tombolnya dulu wekekeke

nb. list di atas bukan affiliatte :p