Liburan saat ini tidak hanya dipandang sebagai ajang pamer dan jalan-jalan aja. Tapi sudah merupakan bagian dari gaya hidup. Dengan liburan, banyak sekali manfaat yang bisa di dapat. Selain mengenal budaya, mengenal bahasa, melepaskan kepenatan dan kita bisa belajar berhemat kalau menganut liburan system backpacker.

Liburan sudah menjadi bagian hidup saya yang tidak terpisahkan. Saya memulai liburan sendiri saat masih duduk di bangku SMU, tentunya bersama adik dan kakak sepupu. Kalau orang tua sedang cuti maka kita akan pergi sekeluarga. Untungnya saya memiliki keluarga keren yang hobi banget jalan-jalan. Kita pernah keliling pulau jawa saat liburan sekolah dengan menyetir mobil dan itu sangat menyenangkan. Papah saya yang pegawai pemerintah juga sering berlibur sembari bekerja. Karena tuntutan pekerjaan, membawa papah saya keliling dunia seperti Belanda, Jepang, Shanghai dan Australia. Oleh oleh unik kerap dibawa papah saya saat pulang dan selalu saya simpan.

Dulu setiap tahun baru, saya selalu berada di tempat yang berbeda seperti Malang, Bandung, bahkan sampai Singapura. Bahkan saya pernah liburan berlima dengan 3 sahabat dan adik saya sehabis sidang skripsi dan menghabiskan sisa liburan masa kuliah di pulau Dewata dengan menyetir mobil sendiri. Rasanya puas dan yang pasti kita bisa irit banyak dengan jalan-jalan tanpa belanja berlebihan. Sayang tidak bisa upload foto karena saya belum pakai jilbab disitu hehe.

Liburan di sela pekerjaan juga sudah pernah saya lakukan. Saat itu hari kejepit nasional, dan saya berinisiatif dengan sahabat saya untuk berlibur ke Yogyakarta selama 3 hari. Untuk menghemat anggaran kita berencana pergi dengan kereta ekonomi. Karena teman saya sudah mengenal dengan baik cara mendapatkan tiket kereta  walaupun saat masa liburan, saya dan teman saya masih tetap dapat tempat duduk. Dan tebak, hari itu akan jadi hari tidak terlupakan seumur hidup dimana kami duduk berdesakan dibangku ekonomi dengan jumlah orang yang melebihi kapasitas dan ada yang duduk di bawah bangku saya sepanjang perjalanan. Hahaha begitu turun, saya dan teman hanya bisa tertawa lepas meratapi kejadian demi kejadian menarik saat menggunakan kereta ekonomi.

Tentunya semua hal lucu dan berkesan saat liburan ini terjadi karena saya masih single, belum berkeluarga. Terakhir kali saya pergi liburan adalah tahun 2012 setelah tahun2007 saya menikah dan memiliki 2 balita. Tempat yang saya kunjungi tahun 2012 adalah Singapura, alasannya waktu itu memilih Singapura adalah sudah lama tidak kesana, padahal sejak tahun 2001-2007 saya rutin jalan-jalan ke negara singa itu. Tidak lain tidak bukan adalah karena orang tua berdinas di Batam, sehingga mudah untuk pergi liburan ke Kuala Lumpur, Singapura, Thailand dan sekitarnya. Alasan kedua adalah pergi bersama adik-adik saya yang sekarang SMP dan Kuliah semester 3. Mereka mengajak saya pergi, karena saat dulu berlibur mereka masih sangat kecil  yaitu TK dan SD.

Beruntungnya adik saya yang nomor dua, pekerjaannya sebagai pegawai pemerintah membawanya keliling dunia sama seperti papah saya. Dia sudah berkeliling mulai dari Jepang, Korea, Belanda, bahkan sempat menetap selama setahun di Australia sambil sekolah dan liburan tentunya. Padahal itu sebenarnya adalah cita-cita saya yang ingin bekerja sambil liburan hahaha.

                                    

                                 

Segala keterbatasan sebagai perempuan, ibu yang memiliki dua anak balita, juga memiliki pekerjaan yang padat dan penuh dengan deadline membuat saya tidak memiliki banyak waktu untuk liburan dan tentunya lebih memilih berinvestasi untuk masa depan anak saya. Akan tetapi, liburan sudah menjadi bagian hidup saya. Saya tidak bisa hidup tanpa liburan minimal setahun sekali (lebay mode on). Untuk tahun ini rencana liburan impian saya adalah ke Jepang. Adik saya nomor tiga sudah memaksa untuk bisa liburan kesana tahun ini.

Jepang selalu menjadi impian untuk menjadi tempat liburan saya. Berawal dari kenangan masa kecil akan dorama jepang yang populer seperti Tokyo Love Story, Itazura Na Kiss, Great Teacher Onizuka sampai Oshin. Belum lagi anime anime Jepang populer seperti Doraemon, Dragon Ball, Sailor Moon, dan kenangan anime lainnya sampai terbawa mimpi. Walaupun saya tidak se-ekstrem sahabat saya yang mengambil jurusan Sastra Jepang dan mendapat beasiswa disana, keinginan saya di Jepang adalah murni untuk liburan.

Saat saya bisa ke Jepang saya akan mengenang masa keemasan Jepang dengan Harajuku Style-nya sebelum masa K-Wave melanda. Saya akan mengunjungi Tokyo Tower, Akihabara, Shijuku, Shibuya, Disneyland dan tempat-tempat populer lainnya. Saya juga tidak berencana tinggal, bersekolah ataupun bekerja disana karena buat saya walaupun sudah sering berada di beberapa negara dan wilayah Indonesia tetap saya cinta Jakarta hehehe.

Selain fashion, saya juga pecinta makanan Jepang. Bagaimana tidak, saya selalu dapat oleh-oleh snack lezat dan yummy dari Jepang seperti Banana Tokyo, Kitkat Jepang, Dorayaki sampai Meltykiss. Eh saya juga suka ramen hehe, tapi yang made in Indonesia karena ngga khawatir masalah kehalalannya. Pernah juga papah saya dulu membawa oleh oleh sekarung beras Jepang hehe, seru banget kita sekeluarga makan beras itu diatas meja motif Jepang milik mamah saya, wah serasa di Jepang beneran. Rasanya beras itu saya masih ingat yaitu pulen, bersih, agak lengket dan gurih, agak aneh ya padahal kita penghasil beras juga tapi jarang banget ada beras yang enak seperti itu.

                        

                        

Walaupun sekarang Jepang tidak sepopuler Korea, namun Jepang tetap mendapat tempat dihati saya. Satu-satunya hal yang membuat saya tidak segera pergi ke Jepang adalah masalah waktu biaya. Hidup di Jepang termasuk tinggi dan mahal, saya tau itu karena adik saya selalu membawa Indomie saat ke Jepang supaya bisa belanja disana hahaha. Belum lagi urusan visa yang saya malas mengurusnya. Bukan karena biaya urus visanya, tetapi persyaratannya yang bikin ribet yang belum bisa dipenuhi secara finansial secara masih menyicil rumah dan biaya anak lainnya. Ditambah lagi, masih punya balita yang tidak bisa saya tinggal lebih dari seminggu atau malah membawanya ikut serta.

Kemudian alasan lainnya adalah saya ini tipe unpredictable terutama masalah liburan. Saya tidak pernah merencanakan liburan jauh hari sebelumnya. Paling mentok adalah tiga bulan sebelum keberangkatan dan itupun saat iseng mengecek harga tiket. Tentunya tujuan liburanpun yang dekat jaraknya dan biayanya murah. Kalau saya pergi keluar negeri dengan perjalanan minimal 6 jam, paling tidak harus direncanakan enam bulan sebelumnya dan ini yang masih belum bisa saya terapkan. Tapi jangan salah, saya bukannya tidak berusaha untuk berencana hehehe, untuk perjalanan liburan ke Eropa yang entah kapan bisa saya jalankan, saya sudah menyiapkan corat-coret sebagai persiapan ^^.

Nah akankah saya bisa pergi ke Jepang tahun ini? Siapa yang tahu kalau impian bisa terwujud apalagi sudah dituliskan. Ssstt kemarin berita terbaru ada pembebasan Visa loh untuk warga Indonesia yang mau pergi ke Jepang.

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba Blog Liburan Impianku yang diselenggarakan oleh ZALORA Indonesia dan Blog ZALORA Indonesia