Kesadaran masyarakat kita mengenai sampah, terutama Jakarta masih sangat rendah. Kita masih banyak melihat sampah yang bertebaran, baik itu di perumahan bahkan di jalan protokol. Menurut data yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, dalam sehari Kota Jakarta menghasilkan sampah sebesar 6000 ton lebih. Ironisnya, angka ini terus bertambah setiap tahunnya.

Padahal dalam kontrak kerja sama antara Pemerintah DKI Jakarta dan pengelola TPS Terpadu Bantar Gebang, angka yang seharusnya dikelola adalah setengah dari yang ada sekarang. Begitu banyak produksi sampah yang tentunya mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. Akan tetapi tidak banyak gerakan sosial yang mampu membangun sebuah kesadaran dan memberikan impact yang besar.

Clean Up Jakarta Day 2015

Salah satu social movement yang peduli tentang sampah adalah Clean Up Jakarta Day. Sebuah gerakan sosial yang digagas oleh Indonesia Expat, dengan melibatkan relawan dari berbagai komunitas masyarakat baik itu perusahaan, sekolah, sampai masyarakat perseorangan yang peduli terhadap lingkungan. Gerakan ini berakar pada tradisi masyarakat Indonesia yang sudah ada sejak dulu yaitu Gotong Royong.

Dengan kepedulian yang tinggi dari seorang Angela Richardson, Founder dari Clean Up Jakarta Day terhadap Jakarta dan masalah sampahnya, beliau menggagas sebuah hari di mana para relawan bersama-sama menyusuri lokasi di Jakarta dan mengumpulkan sampah. Tentu saja tujuan utamanya adalah membuat kota Jakarta menjadi bersih dan memberikan impact yang besar terhadap masyarakat. Terutama kesadaran yang tinggi terhadap kepedulian lingkungan yaitu sampah.

Kelihatannya kecil dan sepele, karena selama ini kita merasa bahwa pekerjaan sampah ini adalah pekerjaan para pembersih dan pemulung. Akan tetapi, kita sebagai orang yang memproduksi sampah tersebut seharusnya bertanggung jawab. Setidaknya dengan cara sederhana, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Sehingga akan tercipta kesadaran pribadi untuk pengelolaan sampah yang lebih baik.

Tahun ini, acara Clean Up Jakarta Day yang sudah memasuki tahun ketiga. Di mulai dengan 1000 orang relawan pada tahun 2013, kemudian 5000 relawan di tahun 2014, dan 10.000 lebih relawan pada tahun 2015. Dan target tahun berikutnya adalah tidak hanya jumlah relawan yang berpartisipasi namun sudah mencangkup kota-kota besar di Indonesia. Rencananya di tahun depan, ada 4 kota yang siap untuk melakukan kegiatan Clean Up Day ini, yaitu Jakarta, Bandung, Bali, dan Tabalong Kalimantan Selatan.

Di Jakarta sendiri, Clean Up Jakarta Day berlangsung pada hari Minggu tanggal 18 Oktober 2015. Berpusat di Stadion Gelora Bung Karno, berbagai komunitas, sekolah, perusahaan besar yang menjadikan Clean Up Jakarta Day sebagai bagian CSR, dan masyarakat umum bersatu padu bersama-sama melakukan gerakan memungut sampah yang ada di lokasi. Sebanyak 30 titik yang tersebar di wilayah Jakarta dan relawan sangat antusias dengan gerakan ini.

Berbagai organisasi besar ikut berpartisipasi sebagai pendukung menjadikan program Clean Up Jakarta Day sebagai bagian CSR mereka yang menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Salah satu pendukung dari acara ini adalah Adaro, yang tidak hanya mendukung dari sisi materi tetapi juga sebagai mitra strategic dari kesuksesan event Clean Up Jakarta Day.

Peran Adaro sebagai mitra strategic adalah dimulai dari inisiasi perencanaan sampai dukungan yang seluas-luasnya. Pihak Adaro banyak memberikan masukan kepada Angela bagaimana melakukan kegiatan sosial yang melibatkan banyak relawan. Memberikan dukungan moril tentang bagaimana social movement ini akan mampu membawa perubahan besar bagi masyarakat. Sampai melibatkan karyawan Adaro beserta anak perusahaannya untuk ikut berpartsipasi dalam acara ini.

Sejalan dengan dengan misi CSR Adaro, acara Clean Up Jakarta Day mendapatkan dukungan penuh dari Bapak Garibaldi Thohir sebagai founder dari Adaro. Tentunya yang diharapkan dengan berpartisipasi dalam acara ini adalah bagaimana Clean Up Jakarta Day akan mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat. Terutama kepedulian terhadap lingkungan yang dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu sampah.

Komitmen Adaro Terhadap Lingkungan dan Masyarakat

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Okty Damayanti, CSR GM dari PT. Adaro Energy, Tbk, bahwa Adaro menjadikan CSR sebuah program yang sangat penting bagi perusahaan. Hal ini terlihat dari struktur organisasi, di mana peran CSR berada langsung dibawah komando Bapak Garibaldi Thohir. Kakak dari Erick Thohir, Presiden Club Inter Milan ini dikenal sangat berkomitmen terhadap tanggung jawab terhadap masyarakat dan sangat peduli terhadap masalah sosial.

Berbagai CSR yang dilakukan oleh Adaro mampu memberikan dampak yang besar terhadap masyarakat sekitar. Karena dengan semakin berkembangnya bisnis Adaro secara global, aspek lingkungan selalu menjadi perhatian lebih dalam setiap perencanaan. Tidak banyak perusahaan multinasional Indonesia yang peduli terhadap CSR, sehingga Adaro di bawah kepemimpinan Bapak Garibaldi Thohir menjadikan salah satu perusahaan Indonesia yang serius melakukan prinsip-prinsip CSR terutama lingkungan.

source : cleanupjakartaday
source : cleanupjakartaday

Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya penghargaan dari tahun ke tahun dari setiap program CSR. Tidak hanya sekedar penghargaan saja, namun komitmen serius bagaimana sebuah perusahaan melakukan CSR untuk keberlangsungan hidup masyarakat, lingkungan, dan bisnis. Keselarasan antara lingkungan dan masyarakat inilah yang terus dijaga oleh Bapak Garibaldi Thohir untuk membentuk pilar-pilar bisnis yang kuat untuk Adaro.

Selain Clean Up Jakarta Day, Adaro juga memprakarsai gerakan Clean Up untuk wilayah operasionalnya, yaitu Tabalong Kalimantan Selatan. Direncanakan pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2015, para warga Tabalong beserta pemerintah kabupaten akan melakukan kegiatan bersih-bersih di 7 titik fasilitas umum. Yaitu Islamic Center, Terminal Mabuun, Pendopo Bersinar, Gelanggang Olah Raga Mabuun, Taman Bersinar Tanjung, Masjid Agung Ash Shiratal Mustaqin Tanjung, dan Rumah Sakit Umum H. Badaruddin Tanjung.

Pada tahun 2013, Adaro juga melakukan program Sustainable Clean Water Program untuk masyarakat Tabalong. Ini adalah program Adaro dengan Bapak Garibaldi Thohir sebagai penanggung jawab, untuk meningkatkan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar wilayah operasional. Dengan program ini, Adaro mengolah air tambang menjadi air bersih yang layak dikonsumsi oleh masyarakat dan sudah berlangsung selama lebih dari 10 tahun.

The Bekantan Twins Project

Keseriusan Bapak Garibaldi Thohir atas program kepedulian lingkungan juga menjadi motivasi tersendiri bagi keluarga terutama anak kembarnya. Dukungan besar untuk project sekolah kedua anaknya melahirkan “The Bekantan Twins Project”. Bahkan project ini mendapatkan penghargaan sebagai Platinum Winner of CSR Leadership Category pada International Awards Global CSR Awards 2015.

Project yang dilakukan pada tahun 2013 ini adalah sebuah misi penyelamatan hewan bekantan, monyet endemic dari Kalimantan yang sudah hampir punah. Si kembar melakukan berbagai hal untuk melakukan penyelamatan yang dibagi dalam 3 langkah penting.

Pertama adalah melakuan riset tentang populasi bekantan dan mengunjungi Kalimantan untuk melihat secara langsung habitat dari bekantan itu sendiri. Selain itu mereka juga bertemu dengan Prof. Arief Soendjoto seorang bekantan expert dan aktivis lingkungan. Dengan tinjauan dari seorang expert, mereka menemukan bahwa situasi bekantan saat ini lebih buruk dari yang apa yang terlihat.

source : thebekantantwins.com
source : thebekantantwins.com

Langkah kedua adalah program aktivasi, bagaimana project ini mendapatkan perhatian yang besar bagi masyarakat, dan masyarakat dapat berpartisipasi untuk menyelamatkan bekantan melalui donasi. Acara aktivasi ini sendiri diadakan di Kota Kasablanka dan mereka berhasil mengumpulkan pendanaan untuk kemudian melakukan replantation.

Langkah yang terakhir adalah dengan melakukan penanaman kembali pohon-pohon di lahan konservasi bekantan yaitu di Pulau Kaget. Bersama dengan masyarakat sekitar, mereka berharap akan mampu membangun sebuah habitat yang layak untuk bekantan dan mampu meningkatkan populasi bekantan.

Keberhasilan project ini tentunya tidak lepas dari peran Bapak Garibaldi Thohir selaku orang tua dan motivator mereka. Bagaimana sebuah project sekolah akan mampu membawa perubahan yang cukup besar bagi lingkungan. Selain itu juga memberikan dampak positif dan tentunya sebagai personal, akan lebih bangga apabila dapat membuat sesuatu yang melebihi ekspektasi.